teknik industri

Didalam bagian ini adalah bagian saya sebagai tenaga pendidik di departemen teknik industri universitas indonesia. Dengan berbagai pertanyaan yang sering diajukan mahasiswa dan didiskusikan bersama maka saya merasa perlu menuangkannya dalam tulisan.

Tentang Keilmuan Teknik Industri

Tentang Dunia Perkuliahan Teknik Industri

Tentang Pola Berpikir Unggulan sebagai Perekayasa Teknik Industri

Tips Meniti Karier sebagai Perekayasa Teknik Industri

Silahkan membaca dan semoga memberkan manfaat bagi anda

66 Comments

  1. pak, saya siswa kelas XII SMAN 1 Pesisir Tengah, Pesisir Barat, Lampung.
    saya ingin mengambil teknik industri di Ui melalui jalur snmptn tahun ini, tapi saya terlalu pesimis, karna yang menjadi penilaian adalah nilai rapor, UN dan prestasi lainnya. meskipun nilai rapor saya bagus disekolah tapi yang membuat saya pesimis saya tidak memiliki piagam2 akademik dluar sekolah :’( apakah piagam itu juga sangat berpengaruh untuk penilaian2 penerimaan tersebut?

    • Hingga saat ini, saya tidak pernah ikut dan tidak tahu bagaimana proses pemilihan kandidat dari jalur undangan atau snmptn di UI, karena hal ini memang menjadi kewenangan dari tim Universitas. Memang secara logika, jika ada kesamaan nilai dari dua atau lebih kandidat sedangkan kapasitas yang dimiliki terbatas, maka dicarilah prestasi-prestasi lain yang membuat seorang kandidat bisa lebih unggul dari yang lainnya. Namun bagaimana ini terjadi dan seperti apa, saya tidak memiliki informasinya

    • Jika kamu berbicara untuk kondisi di Teknik Industri UI, maka iya, karena ada kebiasaan untuk melakukan laporan dan presentasi dalam bahasa Inggris, bahkan beberapa ujian dalam kelas menggunakan bahasa Inggris. Ini karena Indonesia telah cukup berhasil menempatkan dirinya di kancah global, jadi sudah tidak boleh ada alasan lagi bagi generasi berikutnya tidak menggunakan bahasa Inggris.

  2. Mohon info nya pak,, saya alumni teknik industri di palembang yaitu di universitas bina darma palembang,, saya mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan di daerah saya mohon info dan saran nya.tks

    • saya tidak tahu bagaimana kondisi Palembang dan sekitarnya secara industri yang berkembang dan bagaimana fokus TI di kampus kamu., apakah jasa atau manufaktur atau seimbang.

      Dunia kerja adalah dunia yang kompetitif. Cara memenangkan adalah lebih baik atau lebih unik. Jadi menurut kamu apakah Kamu sudah lebih baik dari teman kamu? Dan pengalaman saya bidang kuliah hanyalah membantu tapi bukan point utama. Yang utama adalah apakah kamu cukup memiliki kemampuan yang membedakan kamu lebih baik dari yang lainnya.

  3. saya bekerja di dinas pertambangan dan energi, sy sebagai bendahara gaji, saat ini sy sedang bingung untuk membuat tugas sehari2 yg berkaitan dgn bidg industri sbgai bhn penyesuaian ijazah saya.. mhn arahannya pak, trims

    • Di sektor jasa atau pekerjaan yang bersifat jasa sebenarnya cukup banyak yang bisa dilakukan oleh teknik industri. Namun untuk gaji, saya menyarankan untuk menggunakan pendekatan six sigma atau lean management atau gabungan keduanya yang menjadi lean six sigma untuk melihat apakah ada proses yang bisa ditingkatkan Kualitas nya baik dari segi waktu, kesalahan atau keakuratan.

    • Saya yakin ada tulisan saya dalam blog ini yang menyinggung hal ini. Singkatnya karena universitas lebih universal keilmuan yang dikelola maka kesempatan buat kamu utk bisa berinteraksi dengan bidang lain akan memperkaya pengalaman kamu dibandingkan institut. Namun tentunya hal ini tergantung dari kebijakan masing-masing program TI di universitas tersebut. Karena ada program ti yg walaupun berada dalam universitas masih bercirikan institut karena sekolah dosen dosennya dari institut

  4. mohon pencerahannya pak untuk sisi marketing yang ada di keilmuan teknik industri. apa yang membedakan pendekatan marketing (pemasaran) nya anak TI dengan anak manajemen/bisnis? terutama untuk objek perusahaan yang berfokus di pelayanan jasa (bukan produk/manufaktur). terimakasih banyak pak

    • Ada beberapa cara. Kamu bisa menggunakan pendekatan atau alat kuantitatif yang cukup kompleks untuk memperkaya pemasarannya (misalnya optimasi, statistik lanjut – doe dll), dengan memandangnya sebagai sebuah bagian dari perancangan produk atau jasa, mengintegrasikan beberapa tools sederhana sehingga menjadi sebuah urutan yang logis untuk memperkaya analisa marketingnya (memandang marketing sebagai permasalahan kualitas)

    • Saya jawab secara konsep saja, kalau detail seharusnya sudah diajarkan di kuliah. Produktivitas adalah ukuran non-finansial pertama yang mencoba menghilangkan unsur uang dan manggantikannya sebagai sebuah rasio input dan output. Kenapa kok penekanan non-finansialnya? Jaman dulu data yang dimiliki perusahaan hanyalah data finansial. Namun karena ukuran finansial tradisional (likuiditas, solvabilitas dll) tidak cukup menggambarkan apa yang harus dilakukan perusahaan untuk menjadi lebih baik, maka dikenalkan pengukuran produktivitas. Namun kalau data lengkap, hanya satu produk, divisi tidak banyak, perusahaan cuma satu maka perhitungannya akan mudah. Lha gimana kalau multiple product, divisi yang terlibat macem-macem, punya beberapa anak perusahaan, kan jadi repot.

      Jadi variasi pengukuran produktivitas terbentuk: ada yang memudahkan pembacaan sehingga langsung tahu tingkat produktivitas dan bagaimana mengejarnya, ada yang mencoba melakukan perbandingan antar divisi dan lain-lain

  5. assalamualaikum pak hidayanto, thank buat tulisan bapak yg benar2 membangun dan inspiratif buat sy, setelah membaca tulisan bapak sy jadi yakin TI cocok buat sy.
    Bapak seorang pengajar TI di UI, sebuah universitas yg “sangat” diidam2kan oleh banyak, atau mungkin seluruh lulusan SMA di Indonesia

    sy adalah siswa SMA favorite di daerah saya (Kota Bima) , namun sy kira jika di bandingkan dengan SMA di daerah maju lainnya seperti daerah jawa,,, sepertinya siswa SMA saya kalah jauh. :(

    Yang saya ingin tanyakan dari bapak,
    - kira2 tes masuk dan peluang lulus di TIUI itu bagaimana ya pak?
    - menurut pengalaman bapak kira2 materi pelajaran apa yang paling sulit dan cara mengatasinya?

    mungkin itu saja pak,
    sy berharap besar untuk bapak menjawab pertanyaan saya.
    atas perhatian Bapak, sy mengucapkan terimakasih

    • Saya kemarin lihat dari profil angkatan di TIUI, sudah cukup banyak mahasiswa yang berasal dari SMA “non-pulau jawa”, dibandingkan awal tahun 2000-an, jadi jangan berkecil hati.
      Saya tidak memiliki data tentang bagaimana tes masuk UI saat ini, karena adanya berbagai “jalur”. Silahkan anda ke penerimaan.ui.ac.id.
      Sehingga maaf saya tidak memiliki “pengalaman”, lha wong saya kan masuknya awal tahun 90-an, sudah jauh berbeda pastinya.
      Konsentrasikan saja kepada seleksi masuk nasional yang ada, karena UI masih menerima mahasiswa dari jalur ini.

    • Saya tidak punya jika anda menanyakan “gambaran nyata”, yg ada adalah remang2 :-D . Ada baiknya kamu cari di internet dengan kombinasi kata construction dengan metode yg lazim di Teknik Industri, dan misalnya “six Sigma in construction” dan lainnya.

      Di bidang ilmu sipil sendiri ada pendekatan yg diberi nama value engineering, yg memiliki perhitungan berbasis kepada ekonomi teknik. Coba kamu eksplorasi ke sana.

  6. Woowwww… thats so awesome about IE…
    saya jg mohon bertanya pak,saya smester akhir dari jurusan teknik industri jg,namun saya sambil bekerja di dunia kedirgantaraan/aircraft bagian aerostructure of aircraft.
    yg saya tanyakan metoda apa yg lebih simple namun efektif untuk skripsi saya yg berkenaan dngan dunia kedirgantaraan terhadap teknik industri..
    sblunya saya ucapkan trimakasih bnyak bpak

  7. Selamat malam,
    Salam Kenal,
    Perkenalkan Nama saya riyan, langsung saja.
    saat ini saya sedang menyusun skripsi, tetapi kendala yang ada yaitu sulit untuk menentukan tema yg sesuai,
    karena saya bekerja dibidang alat berat, dan saya ingin mengkaitkan teknik industri dengan alat berat,
    mohon bantuan jawabannya serta solusi dari permasalahan tsb??
    trimakasih

    • Anda dapat memulai mencari topik skripsi dari:
      1. Kuliah apa yang anda sukai dan kuasai
      2. Permasalahan apa yang dihadapi oleh anda, rekan anda, atau organisasi ditempat bekerja. Permasalahan ini bukan berarti negatif saja, tetapi positif, yaitu ingin meningkatkan atau memperbaiki
      3. Membaca sebuah jurnal atau publikasi yang berhubungan dengan alat-alat berat sehingga bisa menimbulkan ide untuk melakukan hal yang sama

      Semua industri secara sederhana pasti memiliki 5M: man, machine, material, methods dan money, jadi industri alat berat pun pasti memiliki 5M yang bisa menjadi awal mula pencarian topik anda

  8. Pak, saya adalah mahasiswa baru tahun ini, saya ingin bertanya tentang ruang lingkup kajian teknik industri yang di tinjau dari definisi teknik industri dan keterkaitan ilmu teknik industri dengan ilmu yang lain. mohon penjelasannya

    • Walah pertanyaan kamu ini dijawab dalam satu buku yang diajarkan di Kuliah Pengantar Teknik Industri, gimana kalau kamu tunggu saja satu semester lagi, jadi pertanyaan kamu bisa kamu alihkan ke yang lebih spesifik.
      Intinya teknik industri adalah sebuah keilmuan inklusif bukan eksklusif, sehingga ruang lingkup kajiannya terkadap dianggap orang-orang mencakup bidang keilmuan lainnya, namun secara intinya harus memiliki ciri-ciri kedefinisian teknik industri seperti engineering approach, multi disiplin dan performance based. Performa yang dituju dan ditingkatkan adalah performa secara efektif dan efisien, jadi output dan prosesnya harus terbaik. Untuk mendapatkan ini, perekayasa industri boleh mengunakan berbagai pendekatan, metoda dan alat untuk mencapainya, itulah kenapa teknik industri dianggap keilmuan yang inklusif, artinya terbuka terhadap keilmuan lain untuk membantunya mencapai peningkatan performa.

    • Saya tidak memiliki pengalaman kuliah ditempat lain, jadi saya tidak bisa memberikan contoh nyata yang kamu harapkan untuk lainnya.

      Untuk TIUI misalnya, karena kami berada di universitas maka beberapa penelitian di bidang ergonomi (bidang faktor manusia) melibatkan peneliti dari fakultas kedokteran dan kedokteran gigi, fakultas psikologi atau fakultas kesehatan masyarakat yang biasanya fakultas “sosial” atau “kesehatan” ini tidak ada di perguruan tinggi yang berstatus institut.

      • Saya kurang setuju pak..Realitanya,selama ini telah banyak penelitian yang dilaksanakan di kampus saya dengan bekerja sama dengan universitas yang berada di dekat kampus (institut gajah dengan universitas pangkalan damri)..
        kerjasama ini sudah dilakukan sejak lama..
        jadi menurut saya,tidak adanya fakultas sosial ato kesehatan atau apapun itu di sebuah institut bukan berarti institut tersebut tidak bisa melakukan penelitian di bidang2 tersebut.

      • tidak hanya di bidang TI pak..penelitian2 jurusan teknik lain juga (kalo memang perlu) melibatkan univ lain..misalnya teman saya teknik penerbangan,melakukan penelitian buat TAnya ttg teori abfraksi yang terjadi pada gigi pada saat digunakan mengunyah,menggunakan analisis metode elemen hingga.penelitiannya dilaksanakan bersama seorang dokter gigi univ tsb.intinya,dia(teman saya) bisa mengaplikasikan ilmu engineering yg didapat di kampus ke bidang non-engineering,sekalipun bidang tsb ngga ada di kampus saya..Tentunya hal ini hanya bisa terjadi jika kedua insititusi tsb sudah menjalin kerja sama yg saling menguntungkan.

      • Tentu saja bidang ilmu teknik akan selalu dapat memberikan kontribusi kepada bidang ilmu lain, seperti biomedical engineering, usability engineering dll, seperti yang juga terjadi di negara maju. Problemnya di Indonesia adalah hal-hal yang bersifat multidisiplin semacam ini masih jarang dan bersifat insidental.
        Teknik Industri yang sudah terbiasa bekerja dalam kondisi multidisiplin karena memang keilmuannya juga dibangun dengan basis pendekatan multi disiplin, seharusnya menjadi motor dalam memperluas dan menjaga konektivitas antar disiplin ini, sehingga tidak hanya menjadi insidentil tetapi menjadi suatu hal yang secara rutin terjadi ketika berhadapan dengan permasalahan yang kompleks.

  9. nanya dong pak..sepupu saya mau masuk jurusan teknik industri.tapi blum tau mau masuk kampus mana..pilihannya antara beberapa PTN terdepan. kira2 yg mana yang paling bagus kualitasnya menurut bapak??
    makasih.

    • Semua yang anda sebutkan memiliki kualitas yang bagus, jadi saya kira pertimbangannya akan lebih mudah, pilih saja, pasti bagus.
      Beberapa hal yang bisa membedakan adalah aspek dibawah ini:

      Ada beda ruang lingkup keilmuan antara universitas dan institut, universitas memiliki ruang lingkup keilmuan yang lebih luas dibandingkan institut. Itulah mengapa mahasiswa di universitas memiliki kesempatan lebih luas untuk berinteraksi dengan mahasiswa lain yang berbeda pola pikir dan konsepnya (misalnya antara teknik vs psikologi vs kedokteran vs dll)

      Pada keilmuan TI sendiri ada yang sudah berdiri sendiri, namun juga ada yang masih bergabung dengan induknya, sehingga memberikan warna tersendiri akibat hal ini

      Kota atau daerah tempat kampusnya. Lingkungan sekitar kampus juga mempengaruhi budaya dan kebiasaan dalam kampus tersebut. TIUI misalnya, sadar bahwa berada pada ibukota Jakarta, menyesuaikan dirinya terhadap kebutuhan spesifik Jakarta, namun dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan Indonesia.

      Jadi semuanya yang anda sebutkan bagus, hanya berbeda

      NB: Maaf komentar anda saya edit untuk menyamarkan nama kampusnya yaa

  10. Ijinkan saya bertanya cukup banyak tentang dunia teknik industri,
    Saya tergolong orang yang cukup pandai, hanya saja terlalu tidak konsekuen dengan rutinitas dan ketekunan belajar. Nilai rapor kelas 1 dan kelas 2 saya kacau akibat terlalu asyik berkutat dengan dunia organisasi. Tetapi nilai-nilai saya di kelas 3 ini memperbaiki segala kesalahan saya di masa lampau, dengan rata-rata mencapai 90. Saya tertarik dengan prospek pekerjaan yang ditawarkan kepada lulusan bidang teknik industri. Selain itu saya menemukan minat dalam beberapa bahan ajaran yang diwajibkan dalam teknik industri itu sendiri. Hanya saja saya ragu-ragu dalam banyak hal, terutama nilai saya.
    1. Apakah dengan nilai rata-rata 70 di kelas 1 dan 2 bisa membuat saya bersaing dengan sehat (tanpa persaingan nominal uang sumbangan) lewat jalur tes masuk perguruan tinggi, terutama UI?
    2. Mana yang menjadi fokus utama Teknik Industri, bidang IPA ataukah IPS?
    3. Dan berapa besar peluang saya berkembang jika saya contoh orang yang bosan dengan rutinitas dan working under mood, dalam bidang teknik industri ini?

    Saya tahu pertanyaan saya cukup konyol, tetapi saya benar-benar tidak menemukan tempat yang lebih tepat untuk bertanya selain di sini. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

    • Satu-satunya pertanyaan yang konyol adalah pertanyaan yang tidak diajukan.
      Bahkan pertanyaan yang tidak memiliki jawaban, tidak dikatakan konyol, karena dianggap sebagai pertanyaan penembus batas keilmuan yang perlu dicari jawabannya.
      Jadi janganlah berhenti bertanya, cuma karena takut dikatakan konyol atau bodoh.

      Hanya untuk nomor 1, saya tidak bisa menjawabnya, karena saya tidak memiliki data terkini, maaf.
      No 2, IPA

      No 3, bidang kerja teknik industri memang memberikan variasi yang luas dibandingkan ilmu teknik lainnya, sehingga anda akan memiliki banyak pilihan yang sesuai dengan minat kamu.
      Tentunya jika sudah sesuai minat, yaa tidak boleh lagi berbasis kepada mood. Intinya kehidupan manusia memang selalu memiliki unsur rutinitas, karena alam semesta juga rutin: pernah kebayang kalau matahari terbit berdasarkan mood atau tanaman padi juga tumbuh berdasarkan mood, gimana repotnya kita mengatur jam pagi dan makan. Jadi rutinitas itu sebenarnya adalah anugrah.
      Coba tanyakan kepada para konsultan profesional yang bekerja terpaksa serabutan berdasarkan dateline betapa mereka merindukan rutinitas, seperti kemampuan untuk menonton bioskop di weekend atau mengantarkan anaknya kecil ke sekolah.
      Semakin kamu dewasa, maka kamu harus mampu mendewasakan diri, dengan merangkul rutinitas sebagai suatu realita, tidak dengan menyangkalnya. Cara-caranya banyak untuk membuat apa yang kita kerjakan secara rutin menjadi menarik kembali.
      Anak kecil saja memiliki puluhan cara untuk membuat “mainan”nya menarik kembali, atau bahkan menggunakan peralatan “dapur” sebagai mainan.

      Kontrol mood anda dengan tidak menyerah kepadanya, dan memfokuskan diri anda mengejar apa yang anda inginkan. Atau gunakan mood anda sebagai tujuan akhir yang anda kejar, saya harus kaya nantinya supaya saya bisa bekerja sesuai mood saya.

  11. pak saya ingin bertanya banyak tentang Teknik Industri itu sendiri dan apa gunanya sih teknik industri itu bagi dunia khususnya Indonesia,,
    saya blm seberapa paham tulisan yang di blog bapak saya jg mahasiswa teknik industri tapi bukan di Ui pak tolong bantuannya ya pak

    • kalau kita sudah berdiskusi tentang peran dan manfaat TI bagi Indonesia, maka saya akan teringat dengan senior saya di TIUI, pak Bintang Pamungkas, yang selalu berapi-api dalam menjelaskan peran TI yang besar bagi negara ini.
      Sebuah negara yang kuat, hingga saat ini, direfleksikan oleh sektor produksi atau manufaktur yang kuat pula. Di Asia: Jepang, Korea dan China menjadi terdepan, dengan sektor produksi barang yang tinggi. Peran TI mendukung penuh sektor ini, sehingga tercipta efisiensi dan efektivitas tertinggi. Tidak sehat bagi Indonesia untuk hanya bertindak sebagai penjual sumber daya mineral saja. Sederhananya sebuah restoran akan memiliki nilai tambah lebih tinggi, daripada penjual bahan makanannya, dan sebuah industri restoran akan membutuhkan sebuah sistem logistik yang kompleks untuk mendukungnya.

      Tentunya ketika sektor manufaktur tumbuh, akan dibutuhkan sektor pendukung jasa yang juga harus tumbuh untuk saling mensupport keduanya. Kita membutuhkan bank untuk melakukan ekspor dan impor, ngurusing gaji karyawan, kredit untuk ekspansi kapasitas dan lainnya. Sektor jasa juga akan membutuhkan tingkat efisiensi dan efektivitas yang sama, sehingga mereka akhirnya juga membutuhkan teknik industri.

  12. Terima kasih pak artikelnya,ulasan yang menarik ketika saya membaca “tes 3 menit”
    saya mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI). Ada yang berbeda pada jurusan yang ada di Sekolah ini, yaitu Teknik dan Manajemen Industri..berbeda dengan Universitas pada umumnya yang ber title “Teknik Industri”
    menurut pendapat bapak,apakah ada perbedaan yang besar antara “teknik” dengan “manajemen” kaitanya dalam pendidikan Teknik Industri…?

    Terima kasih,

    • Saya tidak mengamati perbedaan antara 2 jurusan yang anda rasakan di tempat kuliah anda. Jawaban saya ini eksplorasi terhadap 2 kata teknik dan manajemen.

      Banyak pakar setuju, bahwa ilmu teknik memiliki unsur “rekayasa”, yang sering disebut sebagai rancang bangun. Ini berarti bobot perkuliahan untuk mendukung kemampuan rancang bangun menjadi lebih dominan di teknik. Problematikanya di Teknik Industri adalah, kemampuan untuk melakukan rancang bangun tidak melulu membutuhkan hal yang kuantitatif, secara seimbang dibutuhkan pula kualitatif. Ini karena yang dirancang oleh anak TI adalah sistem, walaupun mungkin sistem yang paling klasik diajarkan untuk dirancang adalah sistem produksi dan sistem pabrik, dimana keduanya memiliki unsur kuantitatif: faktor material dan alat, serta kualitatif: faktor manusia, keuangan dan metode. Untuk unsur kualitatif ini dibutuhkan pengetahuan manajemen, tetapi bukan manajemen secara umum, tetapi manajemen yang diaplikasikan di Industri. Jadi sebenarnya menurut saya tidak bisa di-dikotomikan, one part is an integral part of the other.

      Manajemen sendiri memiliki makna menjaga dan meningkatkan, karena jika hanya menjaga maka namanya administrasi, bukan manajemen. Manajemen=Improvement. Apakah untuk beajar manajemen, perlu mempelajari perancangan, maka jawabannya tidak.

      Jika ada yang memisahkannya, maka seharusnya pada bobot variasi dan kedalaman antara teknik dan manajemen, bukan kepada pembedaan yang tegas. Bagaimana kita bisa merancang dengan baik, kalau tidak bisa membayangkan bagaimana operasi dan pemeliharaannya (yang lebih banyak manajemennya).

    • Sulit dikatakan, karena suatu kuliah itu merupakan kombinasi antara aliran pemikiran institusi kamu (school of thought), rancangan kurikulum, materi kuliah dan kemampuan pendidiknya. Jadi saya tidak bisa merekomendasikan kuliah apa saja, siapa tahu di tempat kamu tidak ada atau pengajarnya kurang menguasai materinya.
      Karena kekuatan TI adalah pada aspek integrasi, maka cobalah mengamati dan melatih keahlian kamu dalam melakukan integrasi untuk menyusun suatu solusi, bisa dari tugas perkuliahannya atau dari pengelolaan kelompok kamu ketika ada tugas kelompok. Kuliah-kuliah “perancangan” biasanya mengandung aspek integrasi, karena ketika kita merancang, kita jangan terkukung oleh batasan apa yang harus dirancang, tetapi juga memperhatikan apa yang bisa saya integrasikan dalam rancangan ini sehingga apa yang saya rancang akan lebih baik.

    • UI tidak memiliki kelas karyawan, yang dimiliki adalah kelas ekstensi, yang sangat besar kemungkinan dalam beberapa tahun lagi akan ditutup oleh UI sesuai renstra UI. Ekstensi mensyaratkan perolehan SKS minimal yang setara dengan D3.
      Informasinya saya tidak tahu detail, mungkin silahkan anda browse ke penerimaan.ui.ac.id

    • Dulu saya pernah membawakan kuliah tentang usability engineering di FEUI, sebelum memutuskan untuk memilih rekayasa sistem sebagai bidang utama saya. Yang saya ketahui, dari sisi teknik industri, maka ini adalah pengembangan dari konsep human factors, tapi dari sisi lain memiliki unsur psikologi bahkan antropologi (karena kebiasaan manusia di setiap negara bisa berbeda).

      Intinya adalah bagaimana kita menaikkan kemampu-gunaan sebuah alat, dengan memperhatikan interaksi manusai dengan mesin melalui perbaikan antar mukanya (interface). Saya kira jika anda mencari di wikipedia, dengan kata kunci usability engineering, deskripsinya cukup singkat dan padat.

      Riset yang pernah saya lakukan yang sedikit menyentuh usability engineering adalah rancangan tatap muka integrated control system bebasis sentuh (touchscreen) dari apartemen, yang bisa mengontrol AC, security, lampu, TV dsb. Prosesnya memang memakan waktu karena tidak ada jalan lain kecuali dengan melakukan ujicoba berbagai macam desain interface, dan merecord apa yang dipikirkan. Saya memilih metodologi Think-Talk-Aloud, yang meminta responded menceritakan apa yang dia pikirkan ketika memandang screen dan memilih tombol (proses ini direkam dengan menggunakan video camera). Analisa dilakukan terhadap kecepatan menyelesaikan suatu tugas tertentu (misalnya mengurangi suhu AC dan mematikan lampu teras, dari menu utama), termasuk kebingungan seandainya responded kehilangan arah.

      semoga membantu

  13. Ping-balik: New Post « wahyu utomo

    • Nanti saya buat seri khusus deh tentang hal ini. Karena kebetulan saya sedang menjadi PA untuk angkatan 2008, dengan sistem on-line di UI mendorong saya menyusun penjelasan tentang keterkaitan antara perkuliahan yang diambil mahasiswa dengan kebutuhannya sebagai sarjana teknik industri nantinya.

  14. To: Websites administrator.
    Re: Replacement of domain http://www.ui.edu to http://www.ui.ac.id

    Dear Sir,
    Greetings from the university of Indonesia.
    I would like to inform you that from August 2008, the University of
    Indonesia (Universitas Indonesia) has changed its web domain and returned
    to http://www.ui.ac.id , based on the consideration that we use Indonesia (id)
    domain.

    We notice that in your web you have a link to our domain and would be very
    grateful if you could change the link in your web to http://www.ui.ac.id to point
    to our university.
    We appreciate you eagerness to collaborate with us, and look forward for
    further collaborative work with University of Indonesia’s member.

    Yours Sincerely

    Riri Fitri Sari
    CIO/ Head of Information Systems Development and services of the
    University of Indonesia
    7th floor Kampus Baru UI Depok 16424 Indonesia
    riri@ui.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s