Didalam bagian ini adalah bagian saya sebagai tenaga pendidik di departemen teknik industri universitas indonesia. Dengan berbagai pertanyaan yang sering diajukan mahasiswa dan didiskusikan bersama maka saya merasa perlu menuangkannya dalam tulisan.
Tentang Keilmuan Teknik Industri
- Apa itu Teknik Industri? (Membumikan Teknik Industri)
- Membumikan Keberlanjutan bagi Teknik Industri
- Tips bagi Alumni Teknik Industri sebagai Pegawai Negeri Sipil PNS (bag 1) – Apa sih fungsi pemerintah?
- Apa itu operasional excellence?
- Pemahaman tentang Kompleksitas Sistem
- Penjelasan 7 Tools dan 7 New Tools dalam Peningkatan Kualitas
- Lean Thinking di Dunia Jasa dan Lean Thinking
- Tentang Inovasi dan Teknologi
- Apa itu Systems Engineering
- Peranan Simulasi dalam Penerapan Six Sigma
- Teknik Industri vs Rekayasa Manajemen vs Manajemen Operasi
Tentang Dunia Perkuliahan Teknik Industri
- Mencari Topik Skripsi yang benar-benar “Teknik Industri”
- Skripsi di Teknik Industri UI
- Alamat-alamat Situs Website utk Mencari Ide Skripsi Teknik Industri
- Kerja Praktek di Teknik Industri UI
- Seminar di Teknik Industri UI
- Penjelasan Kuliah-Kuliah di Teknik Industri Part 1
- Kuliah-kuliah pada tahun kedua di Teknik Industri UI Part 2
Tentang Pola Berpikir Unggulan sebagai Perekayasa Teknik Industri
- Have you asked a Good Question today?
- Test 3 Menit
- Comfort Zone
- Catatan Flow of Argument (Alir Argumentasi)
Tips Meniti Karier sebagai Perekayasa Teknik Industri
- Bidang Kerja Lulusan Teknik Industri
- Tips Interview untuk Pekerjaan Pertama
- Tips Problem Statement – Bag. 1
- Tips Problem Statement – Bag. 2
- Apa itu Softskills?
- Skala Kapasitas yang Besar untuk merancang Sistem Pelayanan di Indonesia
Silahkan membaca dan semoga memberkan manfaat bagi anda
makasih Pak.
sangat membantu..
Saya mahasiswa TI USU.blog nya bagus dan membantu
To: Websites administrator.
Re: Replacement of domain http://www.ui.edu to http://www.ui.ac.id
Dear Sir,
Greetings from the university of Indonesia.
I would like to inform you that from August 2008, the University of
Indonesia (Universitas Indonesia) has changed its web domain and returned
to http://www.ui.ac.id , based on the consideration that we use Indonesia (id)
domain.
We notice that in your web you have a link to our domain and would be very
grateful if you could change the link in your web to http://www.ui.ac.id to point
to our university.
We appreciate you eagerness to collaborate with us, and look forward for
further collaborative work with University of Indonesia’s member.
Yours Sincerely
Riri Fitri Sari
CIO/ Head of Information Systems Development and services of the
University of Indonesia
7th floor Kampus Baru UI Depok 16424 Indonesia
riri@ui.ac.id
saya mahasiswa yang baru diterima melalui ppkb tahun ni pak dan masih duduk di bangku sma..
bisakah saya mendapatkan materi kuliah di sem 1 yg bakal saya dapatkan ?
terima kasih ats bantuannya pak
Nanti saya buat seri khusus deh tentang hal ini. Karena kebetulan saya sedang menjadi PA untuk angkatan 2008, dengan sistem on-line di UI mendorong saya menyusun penjelasan tentang keterkaitan antara perkuliahan yang diambil mahasiswa dengan kebutuhannya sebagai sarjana teknik industri nantinya.
Udah saya buatkan penjelasan tentang perkuliahan di TIUI yaa, silahkan lihat di page (tab) teknik industri diatas, kemudian pilih perkuliahan di TIUI
makasih pak
[...] Hidayat [...]
Artkelnya bagus, bisa menambah wawasan tentang IE,..
mas, saya mau mendalami tentang usability engineering, bagaimana review atau ulasan anda mengenai hal ini?thx
Dulu saya pernah membawakan kuliah tentang usability engineering di FEUI, sebelum memutuskan untuk memilih rekayasa sistem sebagai bidang utama saya. Yang saya ketahui, dari sisi teknik industri, maka ini adalah pengembangan dari konsep human factors, tapi dari sisi lain memiliki unsur psikologi bahkan antropologi (karena kebiasaan manusia di setiap negara bisa berbeda).
Intinya adalah bagaimana kita menaikkan kemampu-gunaan sebuah alat, dengan memperhatikan interaksi manusai dengan mesin melalui perbaikan antar mukanya (interface). Saya kira jika anda mencari di wikipedia, dengan kata kunci usability engineering, deskripsinya cukup singkat dan padat.
Riset yang pernah saya lakukan yang sedikit menyentuh usability engineering adalah rancangan tatap muka integrated control system bebasis sentuh (touchscreen) dari apartemen, yang bisa mengontrol AC, security, lampu, TV dsb. Prosesnya memang memakan waktu karena tidak ada jalan lain kecuali dengan melakukan ujicoba berbagai macam desain interface, dan merecord apa yang dipikirkan. Saya memilih metodologi Think-Talk-Aloud, yang meminta responded menceritakan apa yang dia pikirkan ketika memandang screen dan memilih tombol (proses ini direkam dengan menggunakan video camera). Analisa dilakukan terhadap kecepatan menyelesaikan suatu tugas tertentu (misalnya mengurangi suhu AC dan mematikan lampu teras, dari menu utama), termasuk kebingungan seandainya responded kehilangan arah.
semoga membantu
wah trima kasih pak,, membantu banget ni ilmu nya
kalo ngelanjutin kuliah kelas karyawan teknik industri ada ga ya di UI ??
syarat2 nya apa aja??
UI tidak memiliki kelas karyawan, yang dimiliki adalah kelas ekstensi, yang sangat besar kemungkinan dalam beberapa tahun lagi akan ditutup oleh UI sesuai renstra UI. Ekstensi mensyaratkan perolehan SKS minimal yang setara dengan D3.
Informasinya saya tidak tahu detail, mungkin silahkan anda browse ke penerimaan.ui.ac.id
artikelnya sangat bermamfaat makasih pak,
mo nanya pak saya semester 2 TI UNJANI : mata kuliah apa di TI yang merupakan ROH dari TI yang harus saya benar benar kuasai banget?
Sulit dikatakan, karena suatu kuliah itu merupakan kombinasi antara aliran pemikiran institusi kamu (school of thought), rancangan kurikulum, materi kuliah dan kemampuan pendidiknya. Jadi saya tidak bisa merekomendasikan kuliah apa saja, siapa tahu di tempat kamu tidak ada atau pengajarnya kurang menguasai materinya.
Karena kekuatan TI adalah pada aspek integrasi, maka cobalah mengamati dan melatih keahlian kamu dalam melakukan integrasi untuk menyusun suatu solusi, bisa dari tugas perkuliahannya atau dari pengelolaan kelompok kamu ketika ada tugas kelompok. Kuliah-kuliah “perancangan” biasanya mengandung aspek integrasi, karena ketika kita merancang, kita jangan terkukung oleh batasan apa yang harus dirancang, tetapi juga memperhatikan apa yang bisa saya integrasikan dalam rancangan ini sehingga apa yang saya rancang akan lebih baik.
Terima kasih pak artikelnya,ulasan yang menarik ketika saya membaca “tes 3 menit”
saya mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI). Ada yang berbeda pada jurusan yang ada di Sekolah ini, yaitu Teknik dan Manajemen Industri..berbeda dengan Universitas pada umumnya yang ber title “Teknik Industri”
menurut pendapat bapak,apakah ada perbedaan yang besar antara “teknik” dengan “manajemen” kaitanya dalam pendidikan Teknik Industri…?
Terima kasih,
Saya tidak mengamati perbedaan antara 2 jurusan yang anda rasakan di tempat kuliah anda. Jawaban saya ini eksplorasi terhadap 2 kata teknik dan manajemen.
Banyak pakar setuju, bahwa ilmu teknik memiliki unsur “rekayasa”, yang sering disebut sebagai rancang bangun. Ini berarti bobot perkuliahan untuk mendukung kemampuan rancang bangun menjadi lebih dominan di teknik. Problematikanya di Teknik Industri adalah, kemampuan untuk melakukan rancang bangun tidak melulu membutuhkan hal yang kuantitatif, secara seimbang dibutuhkan pula kualitatif. Ini karena yang dirancang oleh anak TI adalah sistem, walaupun mungkin sistem yang paling klasik diajarkan untuk dirancang adalah sistem produksi dan sistem pabrik, dimana keduanya memiliki unsur kuantitatif: faktor material dan alat, serta kualitatif: faktor manusia, keuangan dan metode. Untuk unsur kualitatif ini dibutuhkan pengetahuan manajemen, tetapi bukan manajemen secara umum, tetapi manajemen yang diaplikasikan di Industri. Jadi sebenarnya menurut saya tidak bisa di-dikotomikan, one part is an integral part of the other.
Manajemen sendiri memiliki makna menjaga dan meningkatkan, karena jika hanya menjaga maka namanya administrasi, bukan manajemen. Manajemen=Improvement. Apakah untuk beajar manajemen, perlu mempelajari perancangan, maka jawabannya tidak.
Jika ada yang memisahkannya, maka seharusnya pada bobot variasi dan kedalaman antara teknik dan manajemen, bukan kepada pembedaan yang tegas. Bagaimana kita bisa merancang dengan baik, kalau tidak bisa membayangkan bagaimana operasi dan pemeliharaannya (yang lebih banyak manajemennya).
pak saya ingin bertanya banyak tentang Teknik Industri itu sendiri dan apa gunanya sih teknik industri itu bagi dunia khususnya Indonesia,,
saya blm seberapa paham tulisan yang di blog bapak saya jg mahasiswa teknik industri tapi bukan di Ui pak tolong bantuannya ya pak
kalau kita sudah berdiskusi tentang peran dan manfaat TI bagi Indonesia, maka saya akan teringat dengan senior saya di TIUI, pak Bintang Pamungkas, yang selalu berapi-api dalam menjelaskan peran TI yang besar bagi negara ini.
Sebuah negara yang kuat, hingga saat ini, direfleksikan oleh sektor produksi atau manufaktur yang kuat pula. Di Asia: Jepang, Korea dan China menjadi terdepan, dengan sektor produksi barang yang tinggi. Peran TI mendukung penuh sektor ini, sehingga tercipta efisiensi dan efektivitas tertinggi. Tidak sehat bagi Indonesia untuk hanya bertindak sebagai penjual sumber daya mineral saja. Sederhananya sebuah restoran akan memiliki nilai tambah lebih tinggi, daripada penjual bahan makanannya, dan sebuah industri restoran akan membutuhkan sebuah sistem logistik yang kompleks untuk mendukungnya.
Tentunya ketika sektor manufaktur tumbuh, akan dibutuhkan sektor pendukung jasa yang juga harus tumbuh untuk saling mensupport keduanya. Kita membutuhkan bank untuk melakukan ekspor dan impor, ngurusing gaji karyawan, kredit untuk ekspansi kapasitas dan lainnya. Sektor jasa juga akan membutuhkan tingkat efisiensi dan efektivitas yang sama, sehingga mereka akhirnya juga membutuhkan teknik industri.
Ijinkan saya bertanya cukup banyak tentang dunia teknik industri,
Saya tergolong orang yang cukup pandai, hanya saja terlalu tidak konsekuen dengan rutinitas dan ketekunan belajar. Nilai rapor kelas 1 dan kelas 2 saya kacau akibat terlalu asyik berkutat dengan dunia organisasi. Tetapi nilai-nilai saya di kelas 3 ini memperbaiki segala kesalahan saya di masa lampau, dengan rata-rata mencapai 90. Saya tertarik dengan prospek pekerjaan yang ditawarkan kepada lulusan bidang teknik industri. Selain itu saya menemukan minat dalam beberapa bahan ajaran yang diwajibkan dalam teknik industri itu sendiri. Hanya saja saya ragu-ragu dalam banyak hal, terutama nilai saya.
1. Apakah dengan nilai rata-rata 70 di kelas 1 dan 2 bisa membuat saya bersaing dengan sehat (tanpa persaingan nominal uang sumbangan) lewat jalur tes masuk perguruan tinggi, terutama UI?
2. Mana yang menjadi fokus utama Teknik Industri, bidang IPA ataukah IPS?
3. Dan berapa besar peluang saya berkembang jika saya contoh orang yang bosan dengan rutinitas dan working under mood, dalam bidang teknik industri ini?
Saya tahu pertanyaan saya cukup konyol, tetapi saya benar-benar tidak menemukan tempat yang lebih tepat untuk bertanya selain di sini. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
Satu-satunya pertanyaan yang konyol adalah pertanyaan yang tidak diajukan.
Bahkan pertanyaan yang tidak memiliki jawaban, tidak dikatakan konyol, karena dianggap sebagai pertanyaan penembus batas keilmuan yang perlu dicari jawabannya.
Jadi janganlah berhenti bertanya, cuma karena takut dikatakan konyol atau bodoh.
Hanya untuk nomor 1, saya tidak bisa menjawabnya, karena saya tidak memiliki data terkini, maaf.
No 2, IPA
No 3, bidang kerja teknik industri memang memberikan variasi yang luas dibandingkan ilmu teknik lainnya, sehingga anda akan memiliki banyak pilihan yang sesuai dengan minat kamu.
Tentunya jika sudah sesuai minat, yaa tidak boleh lagi berbasis kepada mood. Intinya kehidupan manusia memang selalu memiliki unsur rutinitas, karena alam semesta juga rutin: pernah kebayang kalau matahari terbit berdasarkan mood atau tanaman padi juga tumbuh berdasarkan mood, gimana repotnya kita mengatur jam pagi dan makan. Jadi rutinitas itu sebenarnya adalah anugrah.
Coba tanyakan kepada para konsultan profesional yang bekerja terpaksa serabutan berdasarkan dateline betapa mereka merindukan rutinitas, seperti kemampuan untuk menonton bioskop di weekend atau mengantarkan anaknya kecil ke sekolah.
Semakin kamu dewasa, maka kamu harus mampu mendewasakan diri, dengan merangkul rutinitas sebagai suatu realita, tidak dengan menyangkalnya. Cara-caranya banyak untuk membuat apa yang kita kerjakan secara rutin menjadi menarik kembali.
Anak kecil saja memiliki puluhan cara untuk membuat “mainan”nya menarik kembali, atau bahkan menggunakan peralatan “dapur” sebagai mainan.
Kontrol mood anda dengan tidak menyerah kepadanya, dan memfokuskan diri anda mengejar apa yang anda inginkan. Atau gunakan mood anda sebagai tujuan akhir yang anda kejar, saya harus kaya nantinya supaya saya bisa bekerja sesuai mood saya.
nanya dong pak..sepupu saya mau masuk jurusan teknik industri.tapi blum tau mau masuk kampus mana..pilihannya antara beberapa PTN terdepan. kira2 yg mana yang paling bagus kualitasnya menurut bapak??
makasih.
Semua yang anda sebutkan memiliki kualitas yang bagus, jadi saya kira pertimbangannya akan lebih mudah, pilih saja, pasti bagus.
Beberapa hal yang bisa membedakan adalah aspek dibawah ini:
Ada beda ruang lingkup keilmuan antara universitas dan institut, universitas memiliki ruang lingkup keilmuan yang lebih luas dibandingkan institut. Itulah mengapa mahasiswa di universitas memiliki kesempatan lebih luas untuk berinteraksi dengan mahasiswa lain yang berbeda pola pikir dan konsepnya (misalnya antara teknik vs psikologi vs kedokteran vs dll)
Pada keilmuan TI sendiri ada yang sudah berdiri sendiri, namun juga ada yang masih bergabung dengan induknya, sehingga memberikan warna tersendiri akibat hal ini
Kota atau daerah tempat kampusnya. Lingkungan sekitar kampus juga mempengaruhi budaya dan kebiasaan dalam kampus tersebut. TIUI misalnya, sadar bahwa berada pada ibukota Jakarta, menyesuaikan dirinya terhadap kebutuhan spesifik Jakarta, namun dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan Indonesia.
Jadi semuanya yang anda sebutkan bagus, hanya berbeda
NB: Maaf komentar anda saya edit untuk menyamarkan nama kampusnya yaa
masih sedikit bingung pak.
bisa kasi contoh nyata di perkuliahannya gimana pak pengaruh aspek2 tsb terhadap perkuliahnnya?
maaf jika merepotkan.
Saya tidak memiliki pengalaman kuliah ditempat lain, jadi saya tidak bisa memberikan contoh nyata yang kamu harapkan untuk lainnya.
Untuk TIUI misalnya, karena kami berada di universitas maka beberapa penelitian di bidang ergonomi (bidang faktor manusia) melibatkan peneliti dari fakultas kedokteran dan kedokteran gigi, fakultas psikologi atau fakultas kesehatan masyarakat yang biasanya fakultas “sosial” atau “kesehatan” ini tidak ada di perguruan tinggi yang berstatus institut.
Saya kurang setuju pak..Realitanya,selama ini telah banyak penelitian yang dilaksanakan di kampus saya dengan bekerja sama dengan universitas yang berada di dekat kampus (institut gajah dengan universitas pangkalan damri)..
kerjasama ini sudah dilakukan sejak lama..
jadi menurut saya,tidak adanya fakultas sosial ato kesehatan atau apapun itu di sebuah institut bukan berarti institut tersebut tidak bisa melakukan penelitian di bidang2 tersebut.
Wah hebat, berarti sudah terjalin kerjasama antar institusi yang kuat. Saya sangat gembira mendengarnya, karena berarti TI sudah berhasil menjadi motor integrasi, apapun bentuknya.
tidak hanya di bidang TI pak..penelitian2 jurusan teknik lain juga (kalo memang perlu) melibatkan univ lain..misalnya teman saya teknik penerbangan,melakukan penelitian buat TAnya ttg teori abfraksi yang terjadi pada gigi pada saat digunakan mengunyah,menggunakan analisis metode elemen hingga.penelitiannya dilaksanakan bersama seorang dokter gigi univ tsb.intinya,dia(teman saya) bisa mengaplikasikan ilmu engineering yg didapat di kampus ke bidang non-engineering,sekalipun bidang tsb ngga ada di kampus saya..Tentunya hal ini hanya bisa terjadi jika kedua insititusi tsb sudah menjalin kerja sama yg saling menguntungkan.
Tentu saja bidang ilmu teknik akan selalu dapat memberikan kontribusi kepada bidang ilmu lain, seperti biomedical engineering, usability engineering dll, seperti yang juga terjadi di negara maju. Problemnya di Indonesia adalah hal-hal yang bersifat multidisiplin semacam ini masih jarang dan bersifat insidental.
Teknik Industri yang sudah terbiasa bekerja dalam kondisi multidisiplin karena memang keilmuannya juga dibangun dengan basis pendekatan multi disiplin, seharusnya menjadi motor dalam memperluas dan menjaga konektivitas antar disiplin ini, sehingga tidak hanya menjadi insidentil tetapi menjadi suatu hal yang secara rutin terjadi ketika berhadapan dengan permasalahan yang kompleks.
Pak, saya adalah mahasiswa baru tahun ini, saya ingin bertanya tentang ruang lingkup kajian teknik industri yang di tinjau dari definisi teknik industri dan keterkaitan ilmu teknik industri dengan ilmu yang lain. mohon penjelasannya
Walah pertanyaan kamu ini dijawab dalam satu buku yang diajarkan di Kuliah Pengantar Teknik Industri, gimana kalau kamu tunggu saja satu semester lagi, jadi pertanyaan kamu bisa kamu alihkan ke yang lebih spesifik.
Intinya teknik industri adalah sebuah keilmuan inklusif bukan eksklusif, sehingga ruang lingkup kajiannya terkadap dianggap orang-orang mencakup bidang keilmuan lainnya, namun secara intinya harus memiliki ciri-ciri kedefinisian teknik industri seperti engineering approach, multi disiplin dan performance based. Performa yang dituju dan ditingkatkan adalah performa secara efektif dan efisien, jadi output dan prosesnya harus terbaik. Untuk mendapatkan ini, perekayasa industri boleh mengunakan berbagai pendekatan, metoda dan alat untuk mencapainya, itulah kenapa teknik industri dianggap keilmuan yang inklusif, artinya terbuka terhadap keilmuan lain untuk membantunya mencapai peningkatan performa.
Selamat malam,
Salam Kenal,
Perkenalkan Nama saya riyan, langsung saja.
saat ini saya sedang menyusun skripsi, tetapi kendala yang ada yaitu sulit untuk menentukan tema yg sesuai,
karena saya bekerja dibidang alat berat, dan saya ingin mengkaitkan teknik industri dengan alat berat,
mohon bantuan jawabannya serta solusi dari permasalahan tsb??
trimakasih
Anda dapat memulai mencari topik skripsi dari:
1. Kuliah apa yang anda sukai dan kuasai
2. Permasalahan apa yang dihadapi oleh anda, rekan anda, atau organisasi ditempat bekerja. Permasalahan ini bukan berarti negatif saja, tetapi positif, yaitu ingin meningkatkan atau memperbaiki
3. Membaca sebuah jurnal atau publikasi yang berhubungan dengan alat-alat berat sehingga bisa menimbulkan ide untuk melakukan hal yang sama
Semua industri secara sederhana pasti memiliki 5M: man, machine, material, methods dan money, jadi industri alat berat pun pasti memiliki 5M yang bisa menjadi awal mula pencarian topik anda