Tips Utama dalam menyiapkan diri untuk interview adalah Pakailah sepatu orang lain.

Dalam hal ini tentunya interviewer, anda harus membayangkan diri anda sebagai orang yang akan bertanya kepada anda – Apa kira-kira yang ingin dia ketahui dari anda? Jawaban apa yang kira-kira dia harapkan untuk dia dengar?

Beberapa hal yang kira-kira ingin diketahui dari anda …

Apa kelebihan anda dari kandidat lainnya? Kenapa saya harus memilih anda dibandingkan kandidat lainnya? Apakah anda memiliki standard perilaku yang sama dengan standard perilaku yang ada di organisasi saat ini? Apakah anda memiliki kualitas personal yang saya butuhkan?

Menurut teori interview, cara untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan ini memiliki 2 pendekatan yaitu interview deskripsi perilaku dan situasional. secara sederhana perbedaan pendekatan ini adalah untuk deskripsi perilaku berasumsi bahwa perilaku dimasa yang lalu akan merefleksikan perilaku pada masa yang akan datang, sedangkan situasional perilaku yang akan anda lakukan dalam suatu skenario situasilah yang memprediksi perilaku sesungguhnya.

Deskripsi Perilaku biasanya dimulai dengan menanyakan sebuah pengalaman yang dianggap mirip dengan situasi pekerjaan sesungguhnya, misal “apakah waktu kamu kuliah pernah dikejar target yang harus diselesaikan dalam 24 jam?” “Apa saja yang kamu lakukan untuk mengatasinya?” jika anda melamar ke sebuah perusahaan konsultan yang sangat erat (bahkan sudah menikah) dengan masalah kepepet waktu, maka jawaban anda menunjukkan hal yang akan anda lakukan dimasa yang akan datang. Metode ini paling sering digunakan untuk fresh graduate karena dianggap belum memiliki pengalaman kerja.

Situasional biasanya dimulai dengan sebuah penjabaran skenario yang akan dialami di pekerjaan sesungguhnya, kemudian anda diminta untuk menyusun sebuah langkah-langkah berikut alasan dan penjelasannya. Misalnya “jika kamu diminta harus menegur rekan tim kerja anda yang underperform bahkan memecatnya jika perlu, bagaimana kamu akan melakukannya?”

Dari mana pertanyaan untuk dua hal ini disusun, tentunya bagian SDM telah melakukan apa yang disebut sebagai analisa pekerjaan (job analysis). Dari sisi interviewer sendiri dia biasanya akan menggali sumber pertanyaan dari form CV atau CV yang telah anda isi atau kirimkan. Jadi pastikan CV anda memuat dengan jelas prestasi-prestasi dan kompetensi anda.

Siapkanlah modal dasar anda untuk maju ke intervew

Ciri-ciri yang sebuah kandidat yang ideal secara non-teknis adalah memiliki nilai tinggi pada kemampuan analisa, orientasi kepada prestasi, kreativitas, pengambilan keputusan, pendelegasian tugas, standard kerja yang tinggi, people management dsb. Sebelum interview biasanya hal ini dapat terlihat dari CV anda, yaitu pada bagian keaktifan organisasi, prestasi akademis dan non-akademis. Apakah anda suka mengikuti kompetisi, apakah anda terbiasa bekerja dengan orang lain (bisa dilihat dari pengalaman berorganisasi), dsb.

Jadi perbanyaklah aktivitas organisasi anda, ikutlah lomba, perluas wawasan dengan ikut seminar, pelatihan dan lain sebagainya.

Tips Berpakaian

Memang terkadang sulit nutuk menentukan bagaimana standard berpakaian dalam wawancara, apakah resmi lengkap dg jas, atau cukup dengan baju lengan pendek dan celana kain, bahkan ada di dunia programmer atau engineerin, jeans dan kaos berkerah sudah cukup. Standard paling aman untuk seorang fresh graduate adalah baju lengan panjang dg berdasi, jika ingin merasa aman bisa saja jas dibawa. Biasanya kalau menunggu interview anda bisa melihat rekan-rekan kerja yang lain atau bagaimana pegawai yang terlihat disana. Jika anda overdress, misalnya terlihat situasinya cukup casual tanpa dasi, silahkan minta ijin ke kamar kecil untuk melepaskan dasi anda dan mengganti yang sesuai.

Tips Googling

Carilah konsep konsep seperti Behavior Desciption Interview, Situational Interview, Competency Based Interview, Structured Interview, Job Analysis, Job Interview tips