Catatan Awal: Bagi mahasiswa TIUI, Tes 3 Menit yang saya bahas disini bukan konsep ujian yang anda telah anda dengar atau anda lalui, tetapi sebuah konsep pendekatan yang perlu anda ketahui dan kembangkan dalam berkomunikasi tentang masalah dan pemecahan masalahnya.

Tes 3 Menit atau sering dikenal oleh para konsultan sebagai “the 3 minutes elevator test” adalahsebuah konsep agregasi apa yang telah kita dikerjakan dan kita usulkan kepada klien kita seandainya kita hanya diberikan waktu 3 menit. Waktu 3 menit ini diibaratkan adalah waktu yang ada ketika kita naik elevator dari lantai atas tempat presentasi ke tempat parkir klien kita. Illustrasinya begini, jika anda adalah konsultan yang mendapatkan suatu tugas dari klien, setelah sekian bulan bekerja keras untuk mengumpulkan data, interview, mengolah data, mengurusi politik kantor, melalui pembantaian awal pada presentasi awal didepan rekan tim kerja perusahaan, sehingga pada akhirnya anda diberikan kesempatan untuk mempresentasikannya didepan the big boss. Anda sudah bergadang dari kemarin, menyiapkan presentasi lengkap dengan video animasinya, dengan suara stereo surround, dengan lagu jingle dsb, kemudian ketika sang boss masuk ruangan, dan anda sudah siap untuk menunggu diberi waktu, tiba-tiba sang boss, tanpa sempat duduk, meminta maaf kepada semua peserta bahwa presentasi harus ditunda karena dia dipanggil oleh presiden untuk dicalonkan jadi menteri. Boss menyadari bahwa keputusan harus segera diambil, untuk itu dia mengajak anda turun bersama-sama dia ke tempat parkir melalui ke lift pribadinya (elevator). “Saya tidak punya waktu banyak, tolong jelaskan secara singkat apa yang anda usulkan kepada saya, hingga kita sampai ke tempat parkir”

Apa yang anda lakukan?

Tes 3 menit ini sering disimulasikan di sekolah MBA dengan tiba-tiba dari sekian kesempatan presentasi dalam satu kelas, secara acak, mahasiswa diminta menyingkat waktu dari alokasi yang diberikan ke hanya 3-5 menit. Mahasiswa harus menyiapkan diri untuk hal ini.

Tes 3 menit ini sebaiknya selalu anda siapkan ketika anda ingin mempresentasikan ide anda. Penyusunannya perlu anda persiapkan, dan merupakan sebuah aktivitas yang sangat menarik. Tips terpenting dalam hal ini adalah pemilihan frase kata-kata yang digunakan dan bayangkan anda berada pada posisi orang yang akan mendengarkan anda. Proses pembayangan terhadap orang yang akan mendengarkan anda mencakup apa yang anda inginkan dia ambil sebagai kesimpulan akhir, apa yang telah dia ketahui tentang proyek ini, apa yang ingin dia dengar, frase kata apa yang mungkin akan lebih “ear-catching” dan membuat dia ingat, dsb

Tips Struktur

1. Ingatkan apa yang ditugaskan kepada kita dalam satu kalimat

“Terima kasih atas waktunya pak/bu, seperti tugas yang telah diberikan untuk mendiagnosa ….”

Pemilihan kalimat singkat untuk ini sangat penting karena biasanya kita harus menyingkat dari ToR (Terms of Reference – Kerangka Kerja) yang cukup panjang deskripsinya. Jika ToR anda memiliki deliverables, maka gunakan bagian dliverables, jika ada beberapa bagian deliverables, ambil kesimpulan umumnya, misalnya solusi yang cukup komprehensif, solusi integratif, analisa multiaspek dsb

2. Apa yang telah anda kerjakan

Berikan beberapa kalimat yang sebenarnya mencakup metodologi dari pekerjaan yang anda lakukan. Tujuan beberapa kalimat ini untuk mengingatkan boss tentang usaha-usaha yang telah anda lakukan.

3. Sebutkan 3 point apa yang kita solusikan dg memilih frase kata yang mudah diingat

Gunakan “the rule of 3″, manusia hanya mampu mengingat dengan baik 3 hal secara cepat. jadi berikan 3 hal saja. Jika anda memiliki banyak rekomendasi ambil 3 terbesar, atau kelompokkan jadi 3 kelompok. Gunakan frase kata yang menarik dan”ear-catching”

4. Jelaskan manfaat/benefits dari setiap point

Setelah 3 point anda berikan, Jelaskan manfaat dari setiap point.

5. Tutup dengan kalimat singkat bahwa apa yang ditugaskan telah terjawab dengan 3 point utama yang akan memberikan benefit utama

Ini adalah sebuah summarizing argument (argumen kesimpulan) sehingga pengulangan 3 point utama menjadi penting