Have you asked the right questions?

Saya mendorong kebiasaan bertanya kepada mahasiswa sebagai sebuah kebiasaan yang baik dalam pola berpikir. Bertanya merupakan tanda bahwa anda berpikir. Kemampuan bertanya juga merupakan modal utama dalam memfasilitasi diskusi, rapat atau pertemuan.

image

Tentunya setelah memiliki kebiasaan bertanya maka penting pula diiringi oleh mempelajari bagaimana bertanya yang benar dan bagaimana memformulasikan pertanyaan yang tepat.
Salah satu tanda bertanya yang tidak tepat adalah ketika anda tidak mendapatkan jawaban yang anda inginkan. Ketika orang menjawab pertanyaan kita yang tidak sesuai harapan maka memang selalu memiliki 2 kemungkinan: sengaja atau tidak sengaja.

Di continous improvement kita diajak selali berpikir positif, jadi opsi sengaja kita hilangkan terlebih dahulu. Jangan langsung menuduh sengaja karena akhirnya toh kita bisa tidak mendapatkan jawaban karena tuduhan membuat orang menjadi defensif dan irrational.
Menyusun pertanyaan yang tepat membutuhkan banyak pengetahuan dan pengalaman. Sehingga saya bisa mengukur keahlian seseorang dari pertanyaan yang diajukan. Orang lain pun juga bisa mengukur kita dari pertanyaan yang kita ajukan.

Foto 3 kera yang menutup mulut, mata dan telinga di artikel ini melambangkan 3 tingkat bertanya. 1 tutup mulut adalah tidak mau bertanya, 2 tutup mata adalah bertanya tapi tidak melihat masalahnya, dan 3 tutup telinga ketika kita tidak mau mendengar jawaban dari pertanyaan kita sendiri.

Apakah pertanyaan anda sudah tepat?