Ketika saya mendapatkan tugas untuk mengelola sebuah kuliah wajib baru: Manajemen Teknologi, maka saya menjadi teringat kebingungan yang terjadi ketika saya pernah mengambil kuliah yang sama di S2 saya yang berjudul managing innovation and technology. Kebingungan tersebut adalah tentang arti dari inovasi: Apakah inovasi dan penemuan sama (innovation vs invention)? Bagaimana ruang lingkup dan hubungan antara inovasi dan teknologi? Terutama karena ternyata di internet atau judul buku textbook, ada manajemen inovasi sendiri dan manajemen teknologi sendiri, dan ada yang menggabungkannya. Jadi bagaimana? Untung akhirnya saya bisa mendapatkan jawabannya dan akan saya share disini.

Tips utama yang harus anda perhatikan adalah bahwa semua kata-kata ini mirip dan perlu anda lihat dalam konteksnya. Dan penggunaan kedua kata ini di surat kabar dan media merancukan arti dari keduanya, karena media terkadang suka mengambil kata-kata ini tergantung kebutuhan “pasar” (headline mana yang laku), jadi jangan dibuat bingung oleh arti “pasa” ini.

Inovasi dan Penemuan (Innovation and Invention)

Inovasi berbeda dengan penemuan (invention) karena adanya unsur ruang lingkupnya. Penemuan memiliki ciri-ciri yang “grand” dan radikal dalam skala yang luas, yang tidak terpikirkan sebelumnya, secara signifikan akan mempengaruhi kehidupan manusia. Inovasi memiliki ruang lingkup yang lebih sempit. Anda mengenalkan sebuah komputer di suatu desa yang baru saja dialiri listrik maka terjadi inovasi pada desa tersebut, walaupun di Jakarta mungkin komputer tersebut mungkin dianggap sudah kuno.

Inovasi berupa kombinasi dari yang ada untuk menghasilkan yang baru, sehingga ada pepatah yang mengatakan: saat ini sudah hampir tidak ada lagi yang menciptakan hal baru, yang ada adalah mengkombinasikan untuk mendapatkan hal baru.

Inovasi dan Teknologi

Melanjutkan diskusi tentang inovasi dan penemuan diatas, maka jelas bahwa ciri-ciri utama keduanya adalah “baru” / new. Komputer super canggih didunia masih belum bisa berinovasi (ingat: belum!), jadi menciptakan sesuatu yang baru adalah masih menjadi pekerjaan manusia. Jadi kalau manajemen inovasi itu apa? Yaa pada dasarnya manajemen manusia supaya dia bisa berkreasi.

Teknologi sendiri adalah sebuah terminology yang telah meluas dari arti aslinya. Tadinya teknologi digunakan untuk menggambarkan kumpulan pengetahuan (know-what & know-why), keahlian (know-how) yang membuat kita bisa memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan kita. Pada masa saat ini, teknologi diartikan sebagai implementasi dari rekayasa/teknik dan ilmu sains. Implementasi berarti dalam skala industri adalah bisa diproduksi masal dan di”nikmati” secara massal pula.

Teknologi dalam dunia nyata sering digunakan juga untuk hasil karya yang berupa produk, mesin, metode kerja, dan lainnya.

Inovasi membutuhkan teknologi, karena teknologi dapat membantu manusia untuk berkreasi, yaitu mengimplementasikan idenya menjadi sebuah karya. Anda punya ide untuk menggambar ilustrasi cerita yang anda ingin jual, apakah anda akan “bercerita” kepada calon pembeli anda seperti ini: “saya akan menggambar sebuah burung terbang mengangkasa dilangit biru dengan background pantai, dst”

Tentu tidak, anda perlu membuat draft gambar yang akan anda gambarkan.Dulu teknologi membantu anda dengan membuatkan kertas, memproduksi tinta, kursi untuk duduk dan meja. Saat ini teknologi memberikan anda notebook/pc, printer berwarna, touch pad dan internet untuk tidak perlu hadir dalam rapat presentasinya.

Teknologi bisa berkembang akibat inovasi. Inovasilah yang menjadi dasar teknologi-teknologi yang mendukung kita bekerja saat ini. Inilah sebabnya ada mata kuliah yang menggabungkan inovasi dan teknologi ini. Manajemen inovasi berarti anda menciptakan sebuah organisasi yang memberikan lingkungan kondusif bagi manusia untuk berkreasi, manajemen teknologi berarti bagaimana organisasi peka terhadap teknologi dan merencanakan adopsi teknologi secara terstruktur supaya tetap kompetitif (dimana didalamnya termasuk mengakomodir inovasi).

Jadi jika ada yang mengklaim bahwa teknologi adalah bagian dari inovasi, atau inovasi bagian dari teknologi, ya sah-sah saja, tergantung cara pandangnya. Mirip dengan telor ama ayam: siapa duluan. Sebaiknya sih memang diajarkan kedua-duanya, karena sebenarnya keduanya adalah siklus, dan untuk segala hal yang berbentuk siklus, anda bisa mulai dari mana saja asalkan anda teruskan hingga siklusnya kembali. Dan ada siklus yang lebih sulit dijelaskan apabila dimulasi dari suatu titik, dibandinkan titik yang lain.

Teknologi dan Teknik (technology and engineering)

Nah ini bagian yang menarik bagi yang kuliah di teknik (engineering), apakah teknik adalah teknologi?

Teknik yang menjadi terjemahan dari kata engineering sebenarnya (menurut saya pribadi) adalah salah, tapi yaa sudahlah, saya juga nggak mau ganti ijazah gara2 harus ganti gelar. Engineer, dulu diterjemahkan sebagai insinyur, tetapi nggak tahu kenapa, sekarang ada istilah sarjana teknik bagi yang baru lulus, dan kalau memang bekerja sebagai insinyur maka daftar ke PII (Persatuan Insinyur Indonesia) untuk mendapatkan gelar insinyur. Mirip iklan rokok jadinya, kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah. Mungkin karena para insinyur sebel temen2nya yang kerja di bank kok dibilang insinyur juga (gajinya lebih gedhe lagi). Kenapa nggak semua adalah insinyur, tetapi yang memang bekerja sungguh-sungguh disebut sebagai Insinyur Profesional (Ir. Pro.), seperti diluar negeri, Professional Engineer (P.Eng.).

Tapi ya sudahlah, mari kembali ke topik kita. Engineer itu adalah perekayasa, artinya membuat sesuatu dengan dasar utamanya ilmu-ilmu sains ditambah dengan ilmu lain demi peningkatkan kualitas hidup manusia. Produk dari seorang engineer adalah teknologi. Engineering sebaiknya diterjemahkan tidak sebagai teknik, tetapi sebagai ilmu rekayasa, sehingga mungkin menjadi lebih jelas beda teknologi dan teknik .. eh ilmu rekayasa.

Teknik adalah disiplin ilmu, teknologi adalah produk dari disiplin ilmu teknik.