Perhatian: Penjelasan ini adalah untuk membantu anda memahami bagaimana kuliah-kuliah yang dirancang di teknik industri berketerkaitan sedemikian rupa untuk membangun kompetensi sebagai seorang Sarjana Teknik Industri. Secara khusus, bagian ini merefleksikan kurikulum yang berjalan di Teknik Industri Universitas Indonesia, yang sangat mungkin berbeda dengan kurikulum yang akan anda jalani di Perguruan Tinggi Anda. Perlu juga anda ketahui bahwa perancangan kurikulum Teknik Industri UI bergantung kepada penterjemahan tentang dan Persepsi Bidang Kerja sesuai dengan studi alumni yang dilakukan TIUI.

Bagi mahasiswa bimbingan akademis saya, pasti sudah mendapatkan email penjelasan berikut ini, jadi anggap saja sebuah pengulangan yaa, biar nggak lupa.

Semester 1&2 masih merupakan tahun dasar keteknikan (Kalkulus, Aljabar Linear, Dasar Komputer, Fisika Mekanika dan Panas) dan Universitas (seperti MPK, Bahasa Inggris, Seni Olahraga, Agama dll) yang kebanyakan dikelola oleh Fakultas, dasar dasar teknik industri sudah mulai diajarkan(Pengantar Teknik Industri, Statistik dan Probabilitas, Menggambar Teknik, Pengantar Ilmu Ekonomi & Bisnis, Pengetahuan Bahan).

Berikut ini adalah hal-hal yang menurut saya perlu anda ketahui dalam menyambut Semester-semester awal ini, yang saya susun dalam bentuk FAQ (tanya jawab)

1. Bagaimana strategi yang bapak sarankan dalam mendapatkan hasil yang baik?

Banyak strategi yang bisa anda adopsi selama anda kuliah. Tentunya yang anda rasakan sekarang adalah “kebebasan” dari rutinitas jaman SMA. Anda nggak harus sampai di kelas jam 6.30 pagi, upacara bendera di hari senin, wajib PR dikumpulkan – yang kalau tidak mengumpulkan anda akan dihukum dan disuruh mengumpulkan ulang dsb.

Kuliah BERBEDA, anda tetap siswa, tetapi ditambah “maha” didepannya. Apa arti maha? Tertinggi, terbaik, terbesar. Anda adalah siswa tertinggi. Tidak akan ada lagi yang mengatur anda kecuali diri anda sendiri dan target anda sendiri.

Dosen tidak akan menanyakan apakah anda mau masuk kuliah atau tidak, mengumpulkan tugas atau tidak, terlambat masuk dimarahi atau tidak, mau ujian atau nggak terserah dsb. Begitu anda tidak memenuhi kriteria (termasuk tidak boleh terlambat), dosen berhak untuk menyatakan anda tidak lulus.

Sehingga strategi anda sangat tergantung dari anda sendiri, berikut ini adalah pengalaman saya sebagai penasehat akademis, dalam mengamati strategi2 dari bimbingan akademis saya,

Alternatif 1:

Jangan lihat ke belakang, konsentrasi dengan apa yang ada sekarang, dan rencanakan masa depan.

Beberapa mahasiswa dalam kelompok ini sangat berhati-hati dalam mengambil mata kuliah “sodok”. Mereka ingin memastikan bahwa mereka bisa lulus dengan baik semua mata kuliah. Kalaupun ada yang terlewat, lulus tetapi nilai kurang, mereka tidak mengambil ulang, karena dianggap itu telah berlalu. Mereka mencari kompensasi untuk menutup nilai yang tidak baik dengan beberapa nilai lain yang lebih baik.

Strategi ini membutuhkan konsistensi yang tinggi (jadi yang pengin menjadi ketua IMTI tapi otak dan staminanya nggak tinggi, tidak disarankan menggunakan strategi ini).

Alternatif 2:

Menabung mata kuliah sebanyak-banyaknya selama sksnya cukup, dan kuliah yang di”sodok” tidak sulit.

Ini juga sebuah strategi yang membutuhkan peta yang lengkap tentang setiap mata kuliah, bagaimana dosennya, tugasnya banyak nggak, sistem penilaian dsb. Anda harus hati-hati dengan strategi ini, saya pernah mengambil sangat banyak SKS mata kuliah karena sempat bermalas-malasan beberapa semester sebelumnya, yang terjadi adalah nilai saya “rata tengah” alias CCCC semua. Ini karena saya kelelahan mengikuti semu mata kuliah tersebut, kurang lebih ada 8-9 kuliah yang harus saya ikuti.

Untuk mendapatkan peta ini maka pergaulan dengan senior sangat penting, dan percayalah waktu 1-2 tahun diatas anda itu masih sangat dekat. Saya saja saat ini sedang bekerja bersama dengan mantan mahasiswa saya yang beda angkatannya adalah 9 tahun dari saya, dan ini sangat membanggakan saya.

2. Kenapa ada kuliah berikut ini di TIUI?

a. Proses Produksi

TI merupakan program studi yang disusun untuk mencari efektifitas dari proses produksi yang berarti memproduksi sebuah barang. Seiring dengan jaman, ternyata kemampuan dan ketrampilan ini ternyata juga sangat bermanfaat di sektor jasa. Tapi kita akan membahas sektor jasa di lain kesempatan.

Tetapi tentunya untuk bisa memproduksi barang anda harus tahu bagaimana sebuah bahan baku bisa berubah dengan menjadi bahan jadi. Proses ini disebut sebagai material forming. Bahan-bahan yang sering digunakan adalah bahan2 yang mudah untuk diubah bentuknya yaitu kayu, besi dan sekarang adalah plastik beserta derivatifnya. Coba lihat barang2 disekeliling kamu dan sebagian besar pasti berasal dari bahan-bahan ini.

Sebagai seorang TI tentunya kamu harus menyadari bahwa untuk mendapatkan sebuah barang jadi maka bahan baku harus diubah sedemikian rupa dengan cara yang tepat dan biaya terendah. Bagaimana membentuknya, bagaimana menyambungnya satu dengan yang lain, dsb, kemudian alat-alat apa dan mesin apa yang bisa melakukannya.

Proses produksi memiliki jumlah sks cukup besar karena memang penting bagi semua TI. Sebagai gambaran, pada tes wawancara terakhir saya ketika akan diterima sebagai pegawai di PT United Tractor Indonesia (pembuat mesin2 alat berat – traktor, excavator Komatsu Jepang), saya diminta untuk menerangkan bagaimana caranya mendapatkan sebuah poros besi dari sebuah bahan kotak batang besi dan bagaimana cara menghitung estimasi biayanya. Tanpa proses produksi anda tidak akan bisa menjawabnya.

Di sektor jasa, pemahaman ini dan logika yang sama bisa anda pindahkan ketika anda diminta untuk merancang sebuah produk jasa. Misalnya apa yang harus anda lakukan untuk menciptakan layanan fotokopi cepat dengan layanan antar?

b. Pengetahuan bahan

Besi memiliki berbagai jenis besi, ada jenis yang kuat tetapi patah getas pensil kayu, ada jenis yang tidak terlalu kuat tetapi melengkung seperti sendok besi di tukang sulap. Kalau anda membuat tangga, mana yang anda pilih?

Pengetahuan bahan penting buat TI karena anda akan mengetahui bahwa kelemahan dan kekuatan dari setiap bahan logam yang biasanya ditandai dengan kode tertentu dari bahan tersebut. Ketika nanti anda bertanggung jawab di bagian logistik, tentunya anda sandar bahwa sebuah besi dengan kode 000A atau kode 000B tentunya berbeda.

Memang dalam kuliah ini tidak dibahas bahan kayu ataupun plastik, 2 bahan yang juga lazim ditemui di Industri.

c. Ekonomi

Khan kita bukan anak ekonomi FE ngapain belajar ekonomi?

Seorang lulusan TIUI yang bekerja di Astra Daihatsu Motor menceritakan kepada saya bahwa setiap hari ada temannya yang bertugas membaca koran dan mengklipingnya untuk memprediksi kondisi ekonomi dalam beberapa bulan kedepan. Mengapa penting, karena tidak mudah mengubah kapasitas sebuah industri seperti membalik telapak tangan. Parts harus dipesan jauh hari, apalagi yang import, sumber daya yang harus disiapkan (apakah harus merekrut orang, menambah mesin dsb). Mengapa setelah harga BBM diturunkan, harga-harga belum serta merta turun?

Hal ini menunjukkan betapa tidak mungkin kita mengisolasi industri dari faktor-faktor ekonomi, anda tidak perlu menjadi ekonom, tetapi anda perlu mengetahui hubungan kondisi ekonomi dengan rencana dan kinerja dari industri yang anda geluti.

Apa arti krisis dunia dengan industri Indonesia? Jawaban inilah yang akan membuat anda membutuhkan pengetahuan ekonomi

d. Menggambar Teknik

Mengapa harus belajar menggambar teknik? Bukannya itu kerjaannya anak D3?

Jawabannya adalah dalam bentuk pertanyaan juga. Mengapa kita perlu bahasa? Untuk berkomunikasi. Jika ingin membuat sebuah meja gambar, bahasa apa yang paling efektif untuk digunakan ke tukang kayu? Apakah berupa deskripsi bahasa, seperti “saya menginginkan sebuah meja warna hijau laut pantai utara Jakarta, dengan 5 kaki dst.dst.dst”, kira-kira berapa banyak halaman yang harus anda ketik yaa?

Apakah ada bahasa lain? Yaa Gambar. Itulah bahasa teknik untuk berkomunikasi tentang ide dan rencana.

Anda harus bisa membaca gambar teknik. Untuk bisa membacanya anda tentu harus bisa membuatnya. Cara belajarnya seperti terbaik, ada obyek benda, anda buat gambarnya. Asumsinya dengan berlatih cara ini, anda akan bisa membayangkan 3D bentuk obyek bendanya.

Seperti juga bahasa, tentu ada aturannya. Bahasa Indonesia memiliki pustaka kata (vocabulary) , cara menggunakannya (Subyek-Predikat-Obyek) dsb. Bahasa lain bahkan ada yang memberikan jenis kelamin pada vocabulary benda, bahasa lain bahkan tidak menggunakan bahasa latin (aksara cina misalnya).

Menggambar Teknik juga memiliki aturan, itulah kenapa disebut menggambar teknik, bukan melukis. Aturan ini memastikan bahwa gambar yang ada buat bisa dibaca oleh insinyur TI di Indonesia maupun di Jepang atau Amerika, oleh insinyur TI dengan insinyur Mesin dsb.

Gambar Teknik juga merupakan kontrak antara perancang dan pembuat. Basis dalam proses perdebatan seandainya sebuah produk dinyatakan tidak sesuai adalah dari gambar tekniknya. Jika pabrikan memang melenceng dari spesifikasi yang diminta dalam gambar, maka pabrikan lah yang salah, tetapi jika perancang salah atau tidak memasukkan spesifikasi tersebut maka perancanglah yang salah.

e. Pengantar Teknik Industri

Kuliah ini seperti pada judulnya biasanya berisi penjelasan akan sejarah lahirnya bidang ilmu teknik industri, bidang-bidang yang dikelola oleh sarjana teknik industri, hubungan dengan bidang ilmu lainnya dan hal-hal lainnya.

Tentunya tujuan kuliah ini adalah mengantarkan anda kepada jawaban "apa itu teknik industri"

f. Statistik dan Probabilitas

Tidak ada yang pasti dalam dunia Industri. Dunia Industri berbeda dengan dunia rekayasa pada umumnya. Di dunia rekayasa banyak kepastian, karena bidang analisa mereka memang memiliki kepastian. Membuat jembatan, anda bisa menggunakan ilmu "pasti" sehingga jembatan dibangun. Membuat Industri, ilmu "pasti" juga digunakan, tetapi juga pasti ada ilmu "tidak pasti" – Probabilitas. Kenapa ada yang tidak pasti? karena industri merupakan sebuah sistem kompleks yang mengandung aktivitas manusia didalamnya (Human Activity System). Hingga saat ini belum ada industri yang tidak membutuhkan manusia sama sekali. Dalam ilmu sistem ada sebuah hukum sistem yang berteori bahwa semua sistem cenderung menuju ketidakberaturan jika dibiarkan.

Mesin-mesin pabrik tidak mungkin bekerja 100% setiap saat karena mesin adalah buatan manusia, pasti berjalan dengan waktu akan timbul penurunan kinerja seperti rusak (break-down). kapan ini terjadi? sulit diprediksi, sehingga perlu dilakukan analisa mengenai kemungkinan ini.

Analisa tentunya harus berbasis terhadap data, terutama data kuantitatif. Tanpa statistik, kita sulit mengambil kesimpulan dari sebuah data. Jika anda hanya diberikan data-data angka sebagai berikut 78, 80, 85, 80, 83, 87, 105, 90, 93, 94, 76, 79, 90, 92, 90, 76, 80.

Apa analisa anda? Statistik dapat membantu anda dengan menyajikan analisa tentang hal ini. Statistik juga dapat membantu ada merancang penelitian, membantu anda melakukan ujicoba dan lainnya.

Statistik merupakan dasar yang penting di teknik industri, kemampuan analisa anda, cara mengambil kesimpulan, cara memecahkan masalah, akan tergantung pada metode dan alat statistik.

Tambahan pertanyaan dari mahasiswa:

g. Pak saya ingin mengetahui mengenai hubungan antara matakuliah fisika dengan aplikasinya di dalam dunia teknik industri?

Fisika dan Matematika adalah batuan dasar (building blocks) dalam bidang teknik.

Engineers memiliki salah satu makna "membuat" dalam rangka memecahkan permasalahan manusia. (a person who uses scientific knowledge to solve practical problems). Dalam memecahkan masalah pembuatan jembatan misalnya, engineer tidak mencoba untuk menghilangkan gravitasi atau hukum alam, tetapi membuat struktur yang bisa "melawan" atau menelikung gravitasi dengan struktur baja atau semen. Di masa yang datang mungkin kita bisa membuat alat pelindung untuk menelikung gravitasi (seperti film fiksi ilmia) tetapi tidak berpretensi untuk "menghilangkan" gravitasi. Mengapa? Karena dalam etika sebagai engineers kita berkarya untuk meningkatkan harkat hidup manusia, bukan "menurunkan" harkatnya *dengan menghilangkan gravistasi di bumi toh).

Ilmu-ilmu fisika adalah ilmu tentang hukum alam. Pemahaman terhadap hukum alam penting supaya anda bisa mendesain dengan praktis, bukan dengan imajinasi saja. Mirip dengan penjelasan saya untuk menggambar teknik, gambar teknik berbeda dengan lukisan. Dalam lukisan, manusia boleh terbang (komik misalnya) tetapi bagaimana membuat orang terbang? solusi para engineer adalah dengan membuat pesawat terbang, tapi belum bisa seperti superman. Bukan berarti imajinasi tidak penting, imajinasi menginspirasi manusia untuk bekerja beyond (lebih dari sekarang) sehingga inovasi bisa tercipta. Tanpa superman mungkin orang tidak berpikir untuk membuat pesawat.

Anda perlu mempelajari ilmu fisika sebagai "refreshment" dari ilmu fisika di SMA, karena di beberapa kuliah di teknik industri, membutuhkan ilmu fisika sebagai dasar pemahamannya. Anda akan mendapatkan kuliah tentang perancangan kerja, metode dan standardnya. Salah satu bagian dalam kuliah ini adalah motion economy, yaitu mencari gerakan tubuh dalam bekerja yang sesedikit mungkin tetapi menghasilkan efek yang besar. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan gravitasi. Supermarket, seperti carrefour, giant dsb, dulu sebelum menggunakan motorized belt, mereka menggunakan landasan miring untuk menggelindingkan barang ke area dekat dengan kantong plastik. Atau mereka menggantungkan kantong plastik dekat dengan counter supaya tinggal "dijatuhkan" saja kedalam kantong plastik.

Dalam belajar, kita harus berfikir positif yaa, dengan selalu mengatakan ini pasti ada manfaatnya. Kalau kita udah membuat mental barrier dengan mengatakan bahwa ini nggak ada manfaatnya, ilmu itu jadi tidak masuk ke otak kita, karena dari awal kita udah "ingin" melupakannya.