Materi blog ini bagi mahasiswa TIUI yang sering bertanya kepada saya tentang Kerja Praktek di Teknik Industri UI. Materi ini adalah pendapat pribadi, bukan merupakan arahan institusi.

Kerja praktek merupakan mata kuliah yang dosennya adalah 2, dosen pembimbing skripsi anda dan lingkungan kerja praktek anda (termasuk didalamnya adalah pembimbing lapangan serta teman2 anda selama disana nantinya). Desain awal dari kerja praktek adalah untuk memberikan gambaran dunia kerja yang diminati oleh mahasiswa sehingga sisa 1 tahun anda kuliah anda bisa mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja (baik sebagai pegawai maupun lebih baik lagi sebagai teknopreneur). Tentunya karena anda juga “merepotkan” perusahaan/organisasi dimana anda akan kerja praktek, maka anda juga diminta berkontribusi positif disana sehingga ada batas minimal SKS yang dibutuhkan untuk bekerja praktek. Batas minimal ini untuk memastikan anda memiliki pengetahuan minimal sebelum anda kerja praktek.

Karena fungsi utamanya adalah untuk mengenalkan dunia kerja, maka sebenarnya selama bekerja anda sebaiknya “jalan-jalan” – membuka mata tentang bagaimana dunia bekerja itu sesungguhnya. Mungkin anda ditempatkan dibawah suatu divisi, pelajarilah divisi itu, tetapi dengan status “innocent” sebagai mahasiswa, anda bisa berjalan-jalan mencari pengalaman di divisi/bagian lain. Apa saja yang sebaiknya anda pelajari?

  • Bagaimana etos orang bekerja? Jika anda bekerja disini, apa ilmu TI yang bisa anda terapkan (bukan berarti jika ada di divisi marketing, hanya ilmu marketing loh, bisa ilmu lainnya)? Bagaimana jenjang karir bekerja disini? Bagaimana penilaian kinerja individu dan organisasi ditetapkan dan dievaluasi?
  • Bagaimana sebuah organisasi mencapai tujuannya? Bagaimana mereka membagi divisi kerja? – berdasarkan fungsi atau klien atau yang lain
  • Bagaimana satu divisi dg divisi lainnya saling bekerja sama dan berkoordinasi?
  • serta pertanyaan-pertanyaan TI lainnya yang bisa membuat anda sibuk selama KP (jadi jangan ngelamun aje yeee)

Berdasarkan konsep diatas maka beberapa pertanyaan yang sering diajukan dengan sendirinya bisa dijawab, seperti

  • Apakah jenis perusahaan (jasa/manufaktur, consultant, banking etc.) harus kita perhatikan?

Tentunya karena kamu diharapkan untuk belajar bekerja di organisasi yang kamu inginkan untuk bekerja, maka tentunya jawabannya adalah iya. Paling tidak organisasi tersebut memiliki dasar proses yang sama dengan organisasi yang kamu inginkan. Mengingat bidang kerja Alumni TIUI yg luas maka hampir tidak ada batasan dimana kamu bisa kerja praktek.

Tentunya skala organisasi dan popularitas juga perlu menjadi perhatian, karena tempat kerja praktek anda tentunya akan masuk ke dalam resume anda. Semakin kompleks dan populer organisasi, biasanya juga akan menjadi nilai tambah. Skala organisasi adalah bicara tidak hanya jumlah orang yang bekerja tetapi juga secara geografis (bisa saja pegawai cuma 50 tetapi menggurita ke seluruh indonesia atau dunia), atau omset dsb.

  • Apakah topik proposal dalam skripsi penting?

Tentunya topik menunjukkan keminatan anda ingin ditempatkan seandainya organisasi yang dituju memiliki fungsi yang luas. Di sisi lain, bagian yang akan menempatkan anda (SDM/HRD atau Humas) tentunya perlu mengetahui apa yang anda bisa dan ingin dimana. Kata bisa ini menunjukkan bahwa tidak boleh hanya asal pilih, tetapi tidak ada kemampuan dasar dibidang tujuan, karena pasti kamu diminta untuk berkontribusi. Dengan luasnya bidang kerja TI maka tentunya organisasi perlu tahu kamu bisa apa.

Ada yang berpendapat yang penting perusahaannya dulu baru topik, ada pula sebaliknya.  Saya lebih suka memandangnya 2-2 penting.