Tips Tanya Jawab Skripsi

Berikut ini adalah beberapa tips menjawab pertanyaan ujian skripsi atau seminar. Saya akan coba selalu update seandainya ada temuan baru.
image

 

Tanya jawab yang dimaksud di artikel ini adalah yang secara umum, bukan ke topik tertentu.

Jangan meminta diulang pertanyaan penguji, karena menunjukkan anda tidak menyimak pertanyaan. Terkadang memang penguji tidak jelas dalam menyampaikan pertanyaan, sehingga cara elegan untuk meminta diperjelas adalah dengan mengkonfirmasikan pemahaman kamu terhadap pertanyaannya. Tanyakan: “Maaf Pak, yang saya tangkap dari pertanyaan bapak adalah, mengapa…” Penguji akan mengklarifikasi jika memang bukan itu yang ditanyakan.

Menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Intinya sih jujur saja tidak bisa menjawab, kemudian jelaskan kenapa tidak bisa menjawab. Relakan nilai jika memang seharusnya kamu bisa menjawab, namun tidak bisa menjawab. Tentu berbeda jika tidak bisa menjawab karena (1) diluar ruang lingkup (2) tidak ada hubungannya dengan topik skripsi secara langsung (3) tidak terpikirkan ketika menyusun skripsi. Ketiga hal ini adalah penjelasan yang bisa kamu berikan jika menjawab.

Baca lebih lanjut

Tips Slide Presentasi Skripsi

Dalam merancang slide presentasi, terutama untuk sidang seminar atau skripsi, saya sering mendapatkan rancangan slide yang memiliki banyak kelemahan sehingga terkadang menimbulkan kekesalan penguji sidang ujian. Tentunya sudah kesal dari awal, tidak akan baik buat mahasiswa yang bersangkutan.
image

Berikut ini kumpulan tips mengenai rancangan slide presentasi yang akan saya coba selalu update setiap kali saya menemukan kesalahan baru. Semoga membantu.

  • Perhatikan pada semua gambar yang mengandung teks, biasanya berupa flowchart (terutama flowchart metodologi penelitian), untuk dipastikan teksnya mudah dibaca. Jangan copy paste langsung gambar dari aplikasi lain karena biasanya akan mengecil dan akibatnya  sulit untuk dibaca tulisannya. Dosen anda tidak semuanya masih muda, banyak yang sudah senior, sehingga pastikan anda menggunakan huruf besar dalam materi presentasi. Saran saya selalu buat ulang gambar grafik di slide presentasi.
  • Huruf slide adalah simple, jenis huruf yang jelasukuran huruf yang bisa dibaca dari jarak 10 m dari dinding. Memang ada perbedaan minimum size font untuk ruangan kecil (min 18 pt ) dan ruangan besar (min 24 pt ) untuk font body. Baca lebih lanjut

Tips Presentasi Skripsi

Berikut ini beberapa tips ketika melakukan presentasi, yang bisa anda gunakan untuk menyiapkan diri sebelumnya

  • Hati-hati dengan laser pointer. Jika anda tegang, maka laser pointer akan bergetar ketika anda gunakan dan itu mengganggu. Laser pointer juga berbahaya jika kena mata langsung, bisa mengakibatkan merusak retina mata. Jadi pastikan anda tidak mengarahkan laser pointer sembarangan, apalagi ke arah audiens.
  • Perhatikan jangkauan wireless presenter mouse, terutama jika antara komputer dan proyeksi slide agak jauh atau ruangan yang cukup luas. Supaya anda tidak panik mengclick-click mouse anda. Baca lebih lanjut

Persiapan Presentasi Skripsi

Setelah mengikuti banyak sekali sidang ujian seminar dan skripsi, maka ada beberapa hal penting yang terlihat harus selalu diperhatikan oleh para peserta ujian selain yang telah dituliskan dalam buku pedoman penulisan skripsi. Untuk itu tulisan ini bermaksud membantu anda untuk menyiapkan diri anda lebih baik. Beberapa tulisan akan berfokus kepada penyusunan slide, pelaksanaan presentasi dan bagaimana menghadapi tanya jawab.

Perhatikan preferensi individu dari anggota tim dosen penguji

Setiap anggota tim dosen pasti memiliki preferensi dan fokus perhatian yang berbeda-beda. Ada yang berfokus terhadap korelasi antara tujuan penelitian dengan kesimpulan, fokus kepada cara presentasi anda, fokus terhadap kedisiplinan anda dalam menulis karya ilmiah dsb. Preferensi-preferensi ini harus bisa anda identifikasikan sehingga anda bisa menyesuaikan diri dengan preferensi tersebut. Anggaplah ini adalah latihan anda untuk tantangan sesungguhnya didunia kerja, pasti ada boss anda yang meminta berbeda dibandingkan yang lain.

Tips Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian sebaiknya adalah tujuan akhir dari skripsi anda berupa produk yang anda hasilkan. Bukan tujuan antara, karena hal ini seharusnya ditekankan ketika menjelaskan metodologi penelitian. Pengecualian jika memang tujuan akhir anda ternyata memiliki 2 produk atau lebih yang berbeda dan bukan merupakan input bagi yang lainnya. Misalnya anda memiliki 2 tujuan akhir, produk A dan B, maka jika A adalah input bagi B, maka sebaiknya yang ditulis hanya B.

Begin with the End in Mind

Konsep begin with the end in mind adalah konsep dari 7 kebiasaan manusia yang efektif, dan menjelaskan pentingnya kita berfikir tentang apa yang ingin kita dapatkan pada akhirnya sebagai panduan dan patokan dalam merencanakan kegiatan kita. Semakin detail dan jelas hasil akhir yang kita ingin dapatkan semakin mudah pula anda mencari hal-hal yang harus kita lakukan untuk mencapainya.

Apa sih output dari skripsi anda? apakah berupa tabel rencana produksi, sebuah daftar rekomendasi perbaikan, sebuah gambar desain sistem/produk, sebuah daftar hasil analisa yang berguna dalam mengambil keputusan. Artinya secara sederhana hasil skripsi anda adalah bisa berupa gambar, flowchart, tabel, daftar, tulisan yg terstruktur (rencana) dan lainnya.

Waspada Virus

Komputer presentasi biasanya digunakan bersama. Teknologi USB Disk memang memudahkan kita memindahkan file2 besar presentasi, tetapi memudahkan juga untuk mentransfer virus. Hati-hati karena begitu komputer terkena virus berarti presenter berikut bisa tidak menggunakan komputer yang sama. Siapkanlah komputer cadangan. Anda juga sebaiknya tidak menggunakan usb kerja anda, karena data anda di usb bisa hilang akibat virus tersebut. Gunakanlah spesial usb khusus buat presentasi skripsi dan data2 pendukungnya.

Siapkan alur cerita yang logis

Mencari Topik Skripsi yang “benar-benar” Teknik Industri

Judul diatas perlu diperjelas dengan cerita sebagai berikut, suatu ketika ketika saya pulang sekolah di akhir 90-an, sedang timbul demam Balanced Scorecard (BSC) sebagai topik skripsi di Teknik Industri. Ketika menguji topik ini, seorang dosen TI menanyakan apakah topik BSC boleh dikerjakan oleh anak TI, karena bukankah topik ini adalah yang berasal dari manajemen/bisnis? (waktu itu program MBA di dunia juga sedang “demam” BSC)

Teman dosen inimengkritik dengan bertanya dimana cabang Ilmu TI yang mengayomi topik ini? Ini masakTeknik, khan tidak ada unsur kuantitatifnya?

Waktu itu saya berargumen 2 hal (khusus utk kasus BSC ini):

1. BSC bisa dikategorikan merupakan varian dalam manajemen kinerja perusahaan. Kinerja adalah urusan TI (lihat definisi saya tentang Keilmuan TI di blog ini). BSC juga memasukkan unsur produktivitas yang menjadi bagian utama dalam keilmuan TI. Jadi BSC dapat dikatakan merupakan cabang ilmu produktivitas di TI. Unsur kuantitatif harus didapatkan oleh mahasiswa dari perhitungan-perhitungan untuk menyusun indikator dalam BSC.

2. Keilmuan TI adalah keilmuan yang inklusif, ini bisa dilihat pada definisi TI. Inklusif adalah lawan kata dari ekslusif. Inklusif berarti kita tidak boleh mengurung diri dengan metode yang itu-itu saja, selalu mencari dan mengadopsi metode-metode yang bisa diambil untuk diterjemahkan di TI. Inklusifitas juga berati aplikasi kekuatan keilmuan TI ke bidang-bidang lain yang bukan merupakan bidang “tradisional” TI, seperti bidang jasa.

Diskusi berlanjut dengan menukik ke akar permasalahan pertanyaan yang menjadi judul blog ini: Bagaimana mendefinisikan bahwa sebuah topik skripsi itu adalah topik dalam keilmuan Teknik Industri? Apakah berarti bila kita mengukur kepuasan karyawan dengan metode psikologi, termasuk dalam keilmuan Teknik Industri? Apa bedanya TI dengan departemen manajemen di ekonomi?

Baca lebih lanjut

Alamat-alamat Situs Website utk Mencari Ide Skripsi Teknik Industri

Banyak yang menanyakan kepada saya tentang topik-topik skripsi yang terakhir berikut alamat websitenya selain www.iienet.org. Anda bisa mencari ini melalui majalah online atau website perkumpulan spesialis bidang di Teknik Industri (quality, ergonomist, dsb), selain browsing ke kampus-kampus ternama yang memiliki teknik industi atau teknik manufaktur.

Perlu anda ketahui memang teknik industri berasal dari Amerika, di dunia lain (eropa atau inggris) tidak dikenal teknik industri, tetapi mereka mengenal teknik manufaktur maupun manajemen rekayasa (engineering management). Itulah kenapa kalau sebagian dosen kamu udah berasal dari eropa atau negara-negara commonwealth pasti ngebet bikin program studi engineering management ;-)

Beberapa situs itu mencakup

  • Majalah Online

http://www.industryweek.com/

business week (walaupun ini adalah majalah bisnis tetapi memiliki bagian teknologi atau industri) http://www.businessweek.com/

  • Organisasi profesi atau spesialis

Quality Engineers: http://www.asq.org
Systems Engineer: http://www.incose.org

Reliability Engineer: http://www.sre.org/
Ergonomist: http://www.ace-ergocanada.ca/index.php, http://www.ergonomics.org.uk/

Catatan Flow of Argument (Alir Argumentasi)

Mengikuti berbagai seminar dan sidang di kampus, membuat saya ingin mengingatkan kembali hal yang penting yang harus dilatih oleh peserta sebagai bekal dalam dunia nyata nantinya, yaitu kemampuan untuk menyusun alir argumentasi yang menuju ke kesimpulan atau perumusan permasalahan. Sebelumnya saya ingatkan, perumusan permasalahan adalah sebuah deskripsi singkat dari masalah yang pasti asalnya kompleks.

Dalam diskusi ini saya tidak menyentuh arti dari argumentasi yang bersifat akademis, tetapi lebih bersifat praktis. Menurut saya, cara yang paling sederhana mengartikan alir argumentasi adalah memandangnya sebagai sebuah cerita yang enak didengar atau dibaca.

Membuat cerita yang enak itu memang banyak memiliki kendala:

  1. Terkadang kita merasa sudah bekerja siang malam untuk mendapatkan banyak data, sehingga semua data kita pengin ceritakan (supaya kelihatan kerja kerasnya) padahal ini biasanya tidak mungkin mendapatkan alir yang enak. Lihat kasus film yang diangkat dari buku, banyak yang merasa kenapa kok di film kurang “gigit” dibandingkan bukunya. Film-film seperti ini, yang diterima oleh publik, pasti akan mengurangi jumlah detail dari bukunya karena hanya memiliki slot 90-120 menit untuk menceritakannya dalam film.
  2. Kita tidak tahu mulai dari mana. Anda bisa mencari di internet tentang artikel-artikel yang serupa, yang enak dibaca dan mengamati bagaimana mereka menuliskan argumentasinya. Gunakan post-it, tuliskan pokok-pokok pikiran yang ingin anda sampaikan. Satu pokok pikiran untuk 1 post-it, jangan digabung. Tempelkan di dinding atau meja atau kertas besar tanpa memperhatikan struktur apapun. Perhatikan apakah ada yang bisa digabungkan atau disusun berurutan. Post-it disusun menurun atau mendatar, kemudian anda lihat apakah ada “lubang” dalam argumentasi anda. Teknik ini mirip dengan teknik storyboard yang digunakan di industri film. Setiap fragmen tampilan (scene) dibuat gambar kasar secara manual sebagai representatif awal rencana produksi film ini. Storyboard juga dikenal di Six Sigma sebagai risalah apa yang telah dilakukan. Tips lain untuk memulai dari kesimpulan kemudian membangun argumentasi dari kesimpulan akhir. Tips ini mungkin agak aneh, ketika biasanya kesimpulan diberikan pada saat akhir, tapi ini bisa membantu anda untuk mulai.

Yang dimaksud dengan “lubang” ini terbagi menjadi 3 yaitu Overstep, Incoherent, dan yang paling parah Unrelated.

 

Baca lebih lanjut