image

Masih ingat bahwa orang tua kita atau anda sendiri harus mencetak foto untuk melihat hasil jepretan kamera? Bagi generasi saat ini mungkin pertanyaannya adalah kenapa “harus”? kan bisa dicek dulu di HP atau komputer, kalau oke dan perlu baru dicetak. Tapi di masa dimana HP masih belum ada, komputer masih besar berat mahal, maka tidak ada jalan lain untuk melihat hasil jepretan kamera, kecuali dicetak di toko cetak foto. Jadi cetak hanya jika benar-benar perlu.

Tahukah anda 2 perusahaan yang paling terdampak dengan perubahan kebiasaan ini?

Kodak dan Fujifilm.

Kedua perusahaan ini memiliki 2 muara yang berbeda yaitu Kodak bangkrut dan Fujifilm bermetamorfosa menjadi… perusahaan kosmetik dan obat.

Fujifilm menyadari bahwa inti kapabilitas mereka adalah rekayasa kimia yang tadinya mereka fokuskan untuk memproduksi lembaran foto yang tidak pudar hingga 100 tahun, mempercepat proses pencetakan foto, dan meningkatkan daya tahan lapisan film. Nah kemampuan ini yang mereka bawa ke 2 industri baru yaitu kosmetik dan obat. Dua industri yang memproduksi barang berbasis reaksi kimia.

Masih ingat Kanebo yang memiliki paten kain serap air daya tinggi? Yang membuat para lelaki berbahagia ketika memandikan barang kesayangan mereka.. (baca: mobil). Begitu terkenalnya, hingga dulu kalau membeli kain tersebut, kita bilangnya mau beli Kanebo. Anda tahu dimana sekarang anda diarahkan jika bertanya di Mall? Ke bagian kosmetik (yang mahal lagi). Jadi fenomena yang sama terjadi dengan Kanebo.

Fujifilm memiliki kemauan dan kemampuan untuk merubah batas yang mereka ciptakan sendiri awalnya. Batasan merupakan sebuah proses natural dalam pengembangan sebuah sistem untuk mencegah kompleksitas yang tidak perlu dan memfokuskan diri kepada hal-hal yang penting. Namun investasi kepada batas akan mahal (training SDM, sertifikasi standar, paten, brand, investasi laboratorium dll), sehingga terkadang perusahaan tidak mau “unlearn” to “re-learn” karena merasa sayang dengan investasi yang dilakukan.

Ada 2 kemampuan penting disini, bisa menyadari+mengidentifikasi batas dan memperbaiki batas. Kita sering lupa bahwa segala hal yang menjadi kebiasaan itu adalah karena ada batas. Kenapa anda tahu naik kendaraan harus dilakukan diatas jalan? Sadarkah anda bahwa jalan membatasi anda?

Menyambut Indonesia Baru, menyimak pidato Presiden RI Pertama, terbaca sebuah kemauan yang keras untuk mengubah dan menciptakan Indonesia yang lebih baik. Saya berharap bahwa pemerintah baru kita memiliki kemampuan pula untuk mengidentifikasi dan mendobrak batas. Batas yang diciptakan sebelumnya tidak harus didobrak semuanya, namun dipilih mana yang memang bisa lebih baik jika diubah atau didobrak. Lalu jangan lupa, dibuat batas baru supaya tidak mudah didobrak dimasa yang akan datang. Apa bentuk batas dalam negara? Undang-undang, peraturan, prosedur, kebijakan, dan anggaran.

Sebagai penutup, Anda tahu apa yang terjadi dengan jaringan Modern foto yang dulu merajai Indonesia dalam percetakan foto? Mereka menyadari kekuatan aset mereka berupa tanah dan toko dimana mana, mereka menjadi… 7 Eleven.