Salah satu makna lebaran adalah memulai kembali berjalannya kehidupan dengan kertas putih baru melalui arti dari Idul Fitri yaitu kembali ke fitrah. Setelah kita umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh maka manusia pada hari itu laksana seorang bayi yang baru keluar dari dalam kandungan yang tidak mempunyai dosa dan salah.

Hal ini mengingatkan saya pada salah satu konsep Business Process Re-engineering atau BPR yang pernah populer di tahun 80an sebagai sebuah konsep peningkatan kualitas yang luas, menyeluruh serta radikal dan berbeda dengan business process improvement yang bersifat lebih kecil. BPR memiliki pesona karena siapa yang tidak mau memiliki kemampuan yang meloncat jauh ke depan sehingga sulit atau lama akan dapat disamakan oleh kompetitor. Namun konsep ini ternyata banyak sekali memiliki syarat yang harus dipenuhi sehingga ketika ada satu syarat saja yang kurang siap maka hasilnya akan tidak sebanding dengan pengorbanan yang harus dilakukan. Sehingga pada akhir 90an banyak yang lempar handuk terhadap konsep ini dan tetap memilih BPI bukan BPR karena memiliki resiko lebih kecil.


Ada satu aspek penting dalam BPR yang juga tetap bisa diaplikasikan di BPI yaitu memandang sistem with a fresh start atau dengan cara berbeda. Terkadang kita sangat sibuk dengan pekerjaan rutin dan terjebak dalam aktivitas problem solving, kita lupa bahwa ada kesempatan untuk menaikkan skala peningkatan ke lebih tinggi. Kita bisa memperbaiki struktur sistem sedemikian rupa melalui perubahan skala helikopter views terhadap sistem kita.

So let’s have a fresh views and fresh start.

Maafkan lahir batin dan Selamat Berlebaran.