Gagal memiliki rencana berarti Merencanakan untuk gagal.

Sebuah kutipan untuk pergantian tahun 2013 ini, yang menurut temen saya namanya sedang diusulkan menjadi 2012A karena takut 2013 mengandung angka sial 13, mengacu kepada kebiasaan gedung-gedung tinggi di Indonesia yang mengganti dan menghilangkan nomor-nomor lantai gedung yang dianggap tidak hoki atau sial (seperti 4 menjadi 3A, dan 13 menjadi 12A, atau tidak ada sama sekali). Walaupun ternyata ada temen saya lagi yang asli insinyur mengatakan berbahaya menjadi 2012A, karena kalau iya bisa jadi ramalan Maya tentang kiamat masih berlaku, karena biasa lah, khan ramalannya sudah lama banget, plus-minus toleransi harusnya ada. Lha wong merancang beban lift saja ada toleransi sampai 200% seandainya ada hubungannya dengan nyawa manusia.

Tapi saya sebenarnya mau membahas hal yang lain, yang saya dapatkan pagi ini ketika melihat acara gosip di TV tentang jawaban para artis kita tentang rencana tahun depan menyambut pergantian tahun malam ini, ada yang mengatakan “going with the flow”, yaitu pendapat bahwa sudahlah tidak usah berencana apa-apa, ikuti saja. Pendapat ini seolah mewacanakan bahwa buat apa ada rencana, toh belum tentu bisa dilaksanakan.

Padahal jika memang kita ikuti flow saja, berarti kita berada didalam rencana orang lain yang bisa jadi tidak baik buat kita. Mengikuti aliran berarti tetap harus ada yang membuat alirannya, tinggal orang itu adalah kita atau orang lain. Artinya, kita tidak boleh protes jika alirannya membawa kita ke lebih jelek atau tidak menyenangkan. Kutipan dibawah adalah ilustrasi point ini

"Would you tell me, please, which way I ought to go from here?"
"That depends a good deal on where you want to get to," said the Cat.
"I don’t much care where–" said Alice.
"Then it doesn’t matter which way you go," said the Cat.
(Alice’s Adventures in Wonderland, Chapter 6)

Tanpa rencana berarti anda tidak memiliki tujuan, karena sebuah rencana merupakan turunan dari sebuah tujuan. Rencana merupakan deskripsi langkah-langkah untuk mencapai tujuan. Jadi beneran nih, mau tidak punya tujuan?

Kemungkinan besar keengganan kita berencana adalah karena takut gagal meraih rencana, sehingga menjadi kecewa dan “patah” hati. Sedangkan sebenarnya tidak ada hubungannya rencana dan kekecewaan. Sebuah rencana adalah rencana, bukan kenyataan. Kecewa boleh pada kenyataan tetapi bukan kepada rencana, karena rencana tidak bersalah. (jadi ingat kutipan pesan berantai di HP: janganlah menuntut ilmu, karena ilmu tidak bersalah).

Rencana yang kita susun berlandaskan pada asumsi-asumsi dan apa yang kita ketahui ketika kita membuat rencana. Sudah pasti ada asumsi yang berubah atau tambahan dari apa yang kita ketahui ketika kenyataan datang, sehingga membuat kita harus mengubah rencana awal. Tetapi ingat, You can always change your plan, but only once you have one (anda bisa mengubah rencana, hanya jika sudah punya).

Apa sih kontribusi utama dari sebuah rencana? Yang utama bukanlah untuk mengukur sukses anda. Dia akan membuat anda bisa mengelola waktu dengan lebih baik. Dia bisa membuat anda mengatakan TIDAK untuk hal yang kecil, sehingga anda bisa mendapatkan YA yang lebih besar (It is Easy to say “NO” if you have a bigger “YES” in you). YA apa itu? Tujuan anda dari rencana anda. Karena anda harus membuat waktu untuk hal yang penting, bukan mendapatkannya.

Selamat Tahun Baru 2013 Smile