Memori masa depan terdengar aneh bagi kita semua, karena biasanya memori adalah ingatan akan masa lampau. Mana mungkin kita memiliki sebuah memori kalau hal itu belum terjadi?

Pernah melihat sebuah drama teater? Para pemainnya berlatih setiap saat sebelum pertunjukkan untuk menciptakan memori masa depan, sehingga ketika drama dilangsungkan didepan panggung mereka langsung memainkan perannya. Mereka menghafalkan dialog, lokasi adegan,  dan lain-lain untuk menyajikan tontonan yang terbaik bagi penonton.

Ternyata pada kenyataannya kita semua memiliki memori masa depan. Dalam suatu penelitian yang dilakukan Ingver terhadap otak manusia, ditemukan bahwa manusia setiap saat melakukan pembentukan alternatif-alternatif kejadian di masa yang akan datang dan rencana persiapan untuk mengatasi setiap alternatif yang diciptakan tadi. (Mirip yaa dengan proses pemodelan dan simulasi).

Misalnya kita dititipin beli roti untuk sarapan esok hari, karena hari ini akan habis. Seluruh anggota keluarga doyan roti, sehingga jika besok tidak ada roti pasti pada ngomel-ngomel seharian (kondisi ini juga alternatif lho). Oke, kalau gitu nanti pulang mampir ke supermarket dekat rumah untuk beli roti. Ehmm tapi nanti ada rapat yang mungkin sampai malem, kira-kira di tempat lain ada nggak yaa? yang 24 jam buka? Atau mendingan dibali pagi ini saja yaa? Tapi kalau ditinggal di mobil takut meleleh kena panas, tapi kalau dibawa ke kantor/kampus – bisa dimakan ama temen-temen, dll

Seluruh proses diatas, sebenarnya menyiapkan diri kita terdapat berbagai kemungkinan kegagalan dengan melakukan simulasi terhadap kejadian tersebut dan menciptakan memori diotak kita sehingga seandainya terjadi maka kita telah memiliki rencana mengatasinya.

Pendidikan pun sebenarnya anda menciptakan memori masa depan. Mengapa anda tahu  sebaiknya tidak menaikkan harga secara agresif untuk mendapatkan tambahan keuntungan di sebuah pasar kompetitif? Karena anda diajarkan bahwa jika pesaing anda tidak turut menaikkan harga, maka pelanggan akan pindah ke mereka. Itu sebabnya walaupun anda belum pernah melakukannya, anda seolah-olah memiliki memori dari orang lain yang telah melakukan kesalahan ini, sehingga anda menghindari tindakan ini.

Memori masa depan (Memory of the Future) adalah sebuah konsep dalam berpikir sistem untuk melakukan refleksi diri dan menganalisa apakah memori yang selama ini anda bangun masih valid dan mungkin merugikan anda tanpa anda sadari. Secara sistem modeling, proses mensimulasikan model adalah seperti melihat dan manjalankan masa depan, sehingga hasil simulasi menjadi sebuah memori masa depan. Dengan bersimulasi maka kita akan menjadi lebih waspada terhadap kondisi tertentu karena seolah-olah kita pernah mengalaminya.

Terakhir: Pengalaman adalah pelajaran paling berharga, namun ternyata tidak semua pelajaran yang kita dapatkan berasal dari pengalaman. Ada sebagian besar yang kita baca atau dengar dari orang lain, dan ini tidak salah, yang salah adalah langsung menerimanya sebagai benar tanpa ada proses kritis terhadap pendapat orang lain. Ingat, banyak jalan menuju Roma, berhasil di orang lain menginspirasi kita untuk berusaha, namun bukan berarti kita tidak akan gagal, demikian pula sebaliknya.