Di dalam ranah sosial media yang sedang menggandrungi semua orang (paling tidak semua orang yang memiliki handphone) ada prinsip kualitas yang juga berlaku, yaitu: Think before Act, yang kemudian dijabarkan ke metode PDCA. Prinsip ini jika diterjemahkan adalah Think before You Post.

Anda harus berhati-hati dalam media sosial. Setiap postingan, apakah komentar, “suara hati”, link, gambar dan lain sebagainya bisa dibaca oleh orang lain secara berbeda. Apalagi jika anda adalah orang yang berfokus kepada tujuan yang salah dalam media sosial: pengin punya “teman” sebanyak mungkin atau postingan sebanyak mungkin setiap hari (post for the sake of posting – atau tweet for the sake of tweeting).

Tidak semua teman adalah teman dekat yang mengerti anda. Teman memiliki berbagai strata: teman tetangga sejak kecil, teman kuliah, teman kerja, teman hobby, teman “atasan”, teman “HRD” dll. Setiap teman memiliki tujuan yang berbeda-beda, ada yang tulus berteman dan ada yang tidak tulus berteman.

Tidak rahasia lagi bahwa banyak di negara maju, para HRD perusahaan untuk melihat calon pegawainya melakukan browsing di google terhadap nama anda. Jika anda membuka status twitter atau facebook terbuka buat setiap orang, maka dengan mudah mereka bisa “menilai” anda. Kira-kira bagaimana orang akan menilai anda melalui sebuah postingan sedang memaki-maki seseorang atau suatu perusahaan? atau sebuah link  yang ternyata kalau dibuka sama dengan link yang secara tidak sengaja dibuka oleh “oknum” anggota DPR kita di rapat wakil rakyat?

Atau orang tua/sang pacar yang sebal karena kamu dititipin sesuatu bilang tidak bisa padahal status foursquarenya sedang di PI Mall? Atau dosen yang membaca anda sebal ama tugasnya bahkan memaki-makinya?

Jadi berikut ini tips anda di dunia sosial virtual:

1. Anggaplah semua “teman” sosial adalah tamu. Kita khan menjaga sikap kita didepan tamu.

2. Jika memang tidak tahan pengin curhat-curhatan, buatlah akun khusus grup khusus dan tidak terbuka untuk publik.

3. Berhati-hati memilih “teman” sosial. Semakin banyak dan beraneka ragam teman anda, semakin harus berhati-hati dalam memposting

4. Matikan fitur lokasi, seperti latitude, facebook places dll, tidak ada manfaatnya, kecuali anda anak teknik industri yang sedang skripsi tentang “traveling salesman problem”. Jika anda merasa memerlukannya, pastikan anda sadar kapan anda menyalakannya dan jangan lupa mematikannya.

NB: Bukan berarti anda tidak memiliki akun sosial, karena itu bisa menjadi marketing tools anda sebagai individu, hanya gunakan secara bijak.