Membaca artikel di majalah bisnis tentang masuknya Indonesia kedalam negara-negara yang patut pertumbuhannya diperhitungkan dalam investasi dunia yang dikenal sebagai BRIC (Brazil Rusia India Cina). Artikel ini bahkan menulis tentang pengamat yang mengusulkan untuk mengeluarkan Rusia sehingga menjadi BICI, karena Rusia saat ini mendapatkan citra buruk akibat korupsi dan mafia yang merajalela. Ulasannya menarik karena menyangkut tentang cerita masukknya raksasa furniture dunia yaitu IKEA.

Ketika IKEA akan membuka toko besarnya di Rusia, mereka menyewa genset listrik sendiri, karena untuk mendapatkan suplai dari perusahaan listrik mereka harus mengeluarkan uang. Yang juga lucu adalah eksekutif IKEA sendiri mengharapkan imbal jasa atas usahanya untuk menyewa genset tersebut.

Cerita ini mentrigger memori atas pengalaman yang saya alami dulu dan saat ini saya sedang dengarkan dari teman-teman lain, pada saat itu saya terpaksa harus berpendapat bahwa this is how it works, yang penting adalah saya bekerja sebaik-baiknya. Saya sendiri tidak sadar bahwa apa yang saya lakukan mungkin bisa berakibat lebih luas bagi negara saya. Anda bisa bayangkankah jika itu adalah pekerjaan kita, yang kita baca di majalah internasional ini? bahwa perusahaan internasional komplain, karena ada orang Indonesia yang meminta jatah untuk sesuatu hal yang wajar untuk diberikan karena merupakan tugas kerjanya. Bagaimana nasib negara kita dengan cap seperti itu?

Kita tidak akan pernah tahu dampak dari apa yang kita lakukan seutuhnya, dalam berpikir sistem kita juga terkadang memiliki keterbatasan untuk melihat semua  sisi dampak dari apa yang kita lakukan (atau yang tidak kita lakukan), yang kita bisa lakukan adalah menyiapkan diri untuk segala kemungkinan, karena semua tindakan baik atau buruk pasti memiliki dampak. (expect side effects). Kesadaran baru dengan membaca artikel sepeti ini yang bisa mengingatkan kita untuk berhati-hati terdapat dampak.