Ketika saya mengikuti sebuah acara tentang sosialisasi GCG oleh BPKP, salah seorang penyaji menggambarkan sebuah proses siklus dalam penerapan GCG, dan kemudian memberikan pernyataan yang meng-gelitik telinga saya. Penyaji menggambarkan bahwa siklus tersebut bulat, dan karena bulat berarti sistem.

Bulat berarti Sistem

Sebuah pernyataan yang menarik, karena salah satu cara menguji sebuah “kelompok” adalah sistem, dan bukan hanya kumpulan komponen adalah dengan melihat apakah ada siklus umpan balik. Bentuk penggambaran umpan balik berupa lingkaran . Lingkaran adalah bulat. Cara menggambarkan siklus memang biasanya dengan bulatan. 

Jadi apakah berarti bulat memang sistemik? Secara logika memang bisa diterima bahwa bulat bisa menunjukkan prediksi awal bahwa terjadi kondisi sistemik, terutama pada sistem-sistem sederhana yang hanya memiliki 1 “bulat”an – 1 causal loop, tetapi untuk mengatakan bahwa memang terjadi gejala sistemik perlu ditelaah lebih dalam.

Ha ini karena kata siklus berkonotasi kepada reinforcing loop, yaitu umpan balik yang terus menerus bertambah, bisa bertambah naik atau turun, bertambah tinggi atau rendah. Persepsi siklus biasanya tidak menggambarkan balancing loop, umpan balik yang menyeimbangkan yang menahan sehingga “siklus” tidak terus menerus bertambah. Padahal ciri ini juga penting dalam memahami gejala sistemik dari sebuah sistem. Kita perlu memahami keduanya.