Sistem selalu memiliki batas (boundaries). Ada batas yang secara fisik mudah dilihat dan ada batas non-fisik yang tidak terlihat atau tidak bisa kita rasakan keberadaannya. Ruangan anda memiliki batas fisik: tembok, jendela, pintu, lantai, atap. Pikiran anda memiliki batas non-fisik: batas antara apa yang anda tahu dan anda tidak ketahui, batas antara apa yang anda ingin tahu dan anda tidak ingin tahu.

Di organisasi juga ada batas mirip dengan batas pribadi anda diatas. Kantor adalah batas fisik. Pelanggan yang dilayani organisasi ada didalam batas pelayanan organisasi.

Permasalahan bisa timbul karena terjadi perbedaan persepsi akan batas. Apakah anda bisa mendefinisikan batas dari permasalahan anda? Apakah sama dengan klien anda? Pernah dengar istilah “scope of work”? dalam pekerjaan konsultasi ini adalah bagian yang ditulis secara detail dan membutuhkan persetujuan dari klien. Scope of work yang jelas menjadi kunci dalam mencari solusi perdebatan yang biasanya terjadi akibat perbedaan persepsi tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh konsultan.

Batas juga bisa menjadi sumber penyelesaian masalah. Terkadang dengan melebarkan batas anda memiliki informasi lebih atau variabel lebih, sehingga masalah dapat diselesaikan. Dengan membuat batas yang tadinya solid menjadi semi-permeabel, yang secara selektif menyeleksi informasi atau menarik informasi, maka kita bisa memastikan informasi mengalir dan berharap semuanya memiliki pemahaman yang sama.

Bagaimana 2 entitas yang dibatasi oleh batas saling berkomunikasi? Jalur apa yang digunakan, apakah cukup jalur tersebut? Seberapa sering komunikasi terjalin, dan lain sebagainya.

Jadi cari batas dan pahami, karena itu bisa menjadi sumber masalah sekaligus solusi.