Cari

Hidayatno's Weblog

An industrial systems engineer who like to make any system better

Berpikir Sistem: Mari melihat struktur, tidak pada kejadian semata

“tidak bisa move on”, “tagih janji”, “tidak akan sama”, “ini salah itu..”, “mari rasional” adalah hal-hal yang saya sering baca pada berbagai status media sosial teman-teman saya seiring dengan alur drama pilkada DKI Jakarta yang ternyata masih berlanjut kelihatannya )seperti layaknya sinetron yang laris yang mencapai 10 musim).
Namun yang menarik, di harian ternama dan terbesar di negeri ini, berita tentang rancangan perubahan pemilu legislatif menempati halaman ke 3 sedangkan berita tentang pilkada masih mendominasi dihalaman pertama. Padahal apa yang kita dapatkan pada kejadian hari ini adalah berasal dari berbagai struktur yang secara langsung atau tidak langsung kita setujui bersama di masa lalu. Kita kan setuju bahwa kita memilih demokrasi sebagai cara untuk memilih pemimpin. Bahwa ketika ternyata pemimpinnya bukan yang kita inginkan, kita mau ngomong bahwa kita dulu nggak setuju demokrasi, kenapa dulu nggak ngomong waktu reformasi bahwa kita lebih suka orde baru.
Saya sih suka melihat semangat teman-teman saya dari semua kubu untuk mendukung, dan saya berharap semangat ini tetap berlanjut untuk mendorong perubahan yang lebih baik di negara kita. Mari disalurkan semangat anda ke mendorong perubahan struktur, supaya kejadian yang anda rasakan dan menurut anda tidak benar bisa diperbaiki pada akarnya. Apa yang saya maksud dengan struktur? yaitu peraturan perundang-undangan.
Bagaimana regulasi harus diubah supaya pilkada tidak menjadi seperti trah keluarga, bagaimana caranya supaya pemerintahan bisa lebih transparan, sudahkah anda mengirimkan karangan bunga ke DPR yang lagi seru sama KPK, sudahkah anda memberikan pengertian ke masyarakat untuk melihat bahwa hal ini bisa terjadi karena kita tidak mendorong perubahan struktur, bahwa pekerjaan seorang pemimpin yang baik dan pada alurnya perlu dibentengi oleh struktur sehingga tidak terganggu, dst.

Untuk pertama kalinya kan di Indonesia ada gerakan massa yang tidak dimotori mahasiswa, dan bisa terjadi secara spontan dan relatif damai. Jadi jika anda kecewa, gembira, apatis dsb terhadap apa yang terjadi pada kejadian yang lebih sementara dan jangka pendek ini, maka mari kita mulai menggunakan energi kita untuk bergerak obyektif untuk membenahi struktur yang lebih permanen dan jangka panjang.
Kejadian yang terjadi saat ini adalah merupakan hal yang kita setujui di masa lalu, dan kejadian masa depan yang masih bisa berubah bisa kita mulai saat ini.

Catatan kecil:

Sebenarnya saya sempat berjanji kepada diri sendiri untuk menghindari berkomentar dan berartikel tentang pikada DKI Jakarta, karena melihat kok semuanya susah yaa melepaskan diri dari pelabelan cepat bahwa ini pendukung situ, itu pendukung sini dst., lalu dari label itu kita seperti tidak ada habisnya harus berdiskusi tanpa kedua belah pihak mau untuk mengubah pandangannya dari apa yang didapatkan dari diskusi tersebut. Ketika sebuah diskusi menjadi seperti ini, yaa bangsa kita punya istilah unik soal ini, namanya debat kusir. Saya sih masih mencari kenapa kok istilahnya debat kusir… apakah pernah terjadi debat antar 2 kusir delman, antara kusir dan penumpang, antara kusir dan penyeberang jalan atau bagaimana asal muasal istilah “debat kusir”. Ada yang tahu?

Iklan

Mengapa ada Sistem dalam Teknik Industri

Beberapa waktu yang lalu saya diminta untuk memberikan kuliah umum tentang rekayasa sistem, sehingga saya akhirnya menyusun materi ini.

Satu hal yang penting adalah pergantian nama Teknik Industri menjadi Teknik Industri dan Sistem bukan berarti adalah akan ada program studi baru rekayasa sistem dalam Teknik Industri. Ini bisa saja dilakukan, namun yang lebih penting adalah Perekayasa Industri harus menyadari peranan kesisteman di dalam pekerjaan mereka saat ini. Beberapa kampus di dunia tetap hanya memiliki Sarjana Teknik Industri walaupun nama program mereka adalah Teknik Industri dan Sistem. Hal ini lah yang mendasari slideshare diatas.

Problem Solving dengan Prinsip Rekayasa Industri dan Sistem

Artikel ini untuk memberikan penjelasan bagi mahasiswa yang akan mengikuti kompetisi ISEEC UI (d/h LKTI UI) untuk memberikan gambaran ekspektasi dari solusi yang diberikan ketika memasuki tahap studi kasus atau permasalahan. Solusi yang diberikan diharapkan memiliki prinsip dan perspektif sistem yang memiliki kekhasan tertentu seperti yang diuraikan dalam slide berikut ini.

Kompleksitas Baru akibat Media Sosial: Hentikan Aliran Informasi Negatif

Ketidakpastian adalah sebuah kondisi yang tidak menyenangkan. Ketidakpastian juga membuat permasalahan menjadi kompleks dan sulit dalam mengambil sebuah keputusan.

Biaanya, sesuatu hal menjadi tidak pasti karena terbatasnya informasi yang kita miliki. Namun yang menarik dalam dewasa ini ketidakpastian malah timbul dengan semakin banyaknya informasi yang mengalir melalui saluran media sosial.

Artikel ini merupakan bagian dari 3 artikel yang mencoba melihat bagaimana prinsip sistem bisa digunakan untuk mengatasi hal ini. Pemerintah telah menuju arah yang tepat, namun sayangnya metode dan cara yang dilakukan terlalu berorientasi pada jangka pendek, padahal permasalahan kompleks membutuhkan solusi jangka panjang.

Menggunakan prinsip dan pemahaman tentang sistem, maka beberapa hal yang dapat anda lakukan dalam kacamata berpikir sistem:

  1. Pahami konteks
  2. Hentikan Aliran  Informasi Negatif
  3. Perkuat Struktur yang Baik

 

Putuskan arus informasi yang membuat siklus melingkar

Jika anda melipat dua bagian dari sebuah kertas A4, menurut anda mungkinkah anda melipat lebih dari 10 kali kertas yang sama secara terus menerus?*

Dengan jumlah penduduk yang besar, maka seorang Indonesia pasti akan memiliki jumlah “Teman” yang banyak. Jika anda programmer dari facebook, bagaimana jika 50 teman media sosial anda posting secara bersamaan? Apakah berarti di page anda dalam detik tersebut akan ada 50 post yang ditampilkan. Bayangkan betapa tidak menyenangkan hal ini. Sehingga mereka bekerja keras untuk menyempurnakan Facebook Secret Formula untuk menampilkan postingan yang menurut mereka anda perlu baca. Salah satunya adalah dengan meranking teman anda, karena secara natural, kita secara tidak sadar juga meranking teman kita. Itu mengapa facebook akan mengambil data anda tentang siapa pasangan, keluarga, close friend teman SMA, teman SMP dst, lalu mengumpulkan juga topik apa yang anda sukai dan tidak sukai, mana berita yang anda click untuk baca, berapa lama anda berhenti dalam sebuah postingan dst. Tentunya anda tidak perlu merasa tersanjung karena kok ada orang yang baik hati dan mengamati anda secara pribadi. Proses ini dilakukan secara otomatis dengan menggunakan machine learning di berbagai fasilitas komputasi facebook yang luar biasa kapasitasnya.

Namun apa artinya? Artinya apa yang anda baca di facebook telah difilter sedemikian rupa sehingga seolah-olah semua orang setuju dengan anda, seolah-olah kelompok anda paling benar karena kan ternyata postingan yang senada sering saya baca, kelompok lain salah dst. Wawasan anda sebenarnya menyempit karena seolah-olah semua pendapat berbeda tidak ada, dan anda merasa benar sendiri. Lha kalau anda merasa benar, bukankah yang disebelah sana juga berhak untuk merasa benar?

Apa yang dilakukan pemerintah dengan mengejar hoax dan sebagainya telah mendapatkan dukungan dan tantangan karena dianggap pintu masuk untuk tindakan yang lebih represif. Namun jika yang ingin dikejar adalah membuat dan mengingatkan masyarakat berpikir sebelum meneruskan sebuah berita yang tidak tahu keasliannya, maka sebenarnya cukup efektif. Namun masih banyak cara yang tidak bisa dikontrol, facebook bisa hanya closed friends, WhatsApp group masih memungkinkan, dst.

*Ini adalah kasus klasik untuk menjelaskan konsep exponential growth:
Suppose that you start with an standard A4 sheet of paper – about 300 mm long, and about 0.05 mm thick.
The first time you fold it in half, it becomes 150 mm long and 0.1 mm thick. The second fold takes it to 75 mm long and 0.2 mm thick. By the 8th fold (if you can get there), you have a blob of paper 1.25 mm long, but 12.8 mm thick. It’s now thicker than it is long, and, if you’re trying to bend it, seems to have the structural integrity of steel.

However, there are some successful attempt on this:

  1. Folding Paper in Half 12 Times: http://pomonahistorical.org/12times.htm
  2. Mythbuster TV Series: https://youtu.be/kRAEBbotuIE

In fact, if you had a sheet of paper, and folded it in half 50 times, how thick would it be?

The answer is about 100 million kilometres, which is about two thirds of the distance between the Sun and the Earth.

Kompleksitas Baru akibat Media Sosial: Perkuat Struktur Baik

Ketidakpastian adalah sebuah kondisi yang tidak menyenangkan. Ketidakpastian juga membuat permasalahan menjadi kompleks dan sulit dalam mengambil sebuah keputusan.

Biasanya, sesuatu hal menjadi tidak pasti karena terbatasnya informasi yang kita miliki. Namun yang menarik dalam dewasa ini ketidakpastian malah timbul dengan semakin banyaknya informasi yang mengalir melalui saluran media sosial.

Artikel ini merupakan bagian dari 3 artikel yang mencoba melihat bagaimana prinsip sistem bisa digunakan untuk mengatasi hal ini. Pemerintah telah menuju arah yang tepat, namun sayangnya metode dan cara yang dilakukan terlalu berorientasi pada jangka pendek, padahal permasalahan kompleks membutuhkan solusi jangka panjang.

Menggunakan prinsip dan pemahaman tentang sistem, maka beberapa hal yang dapat anda lakukan dalam kacamata berpikir sistem:

  1. Pahami konteks
  2. Hentikan Aliran  Informasi Negatif
  3. Perkuat Struktur yang Baik
Perkuat Struktur yang Baik

Ada sebuah cerita menarik tentang bagaimana kita disarankan untuk mengatasi sebuah emosi negatif yang terkadang bisa menguasai diri kita. Ceritanya tentang seorang anak yang diajak orang tuanya berwisata keluar kota menjadi ngambek dan sebel karena pengin main game dirumah saja. Selama perjalanan, si anak ngomel dan ngedumel untuk meneror sehingga orang tuanya menyerah dan kembali pulang, dan dia bisa meneruskan bermain game di rumah. Bahkan ketika sampai ditujuan, sang anak tidak mau turun untuk memprotes keputusan untuk bermalam di sebuah villa terpencil di luar kota. Tidak ada bujukan orang tua yang mempan untuk membuatnya turun.

Namun tiba-tiba si anak mendengar seekor kucing kecil yang mengeong minta perhatian. Dia melihat ada sebuah kucing kecil kurus yang kelihatannya dibuang didaerah tersebut. Merasa kasihan, dia segera meloncat turun dari mobil, mengambil si kucing masuk kedalam rumah, dan merawatnya tanpa ingat bahwa sebenarnya dia “seharusnya” marah karena diajak keluar kota.

Struktur permasalahan kompleks memiliki berbagai sub-struktur yang saling berhubungan. Struktur yang dimaksud adalah hubungan interaksi antar faktor penyebab dan dampaknya, sehingga timbul hasil yang saling menguatkan dan melemahkan. Artinya ada struktur yang menguatkan dan ada pula struktur yang melemahkan, namun berbagai struktur ini memiliki kekuatan yang dinamis naik dan turun.

Dalam pemahaman sistem, ada fenomena yang disebut limits to growth, yaitu suatu kondisi ketika hasil yang didapatkan ternyata menurun padahal usaha yang dilakukan ditingkatkan. Seolah-olah terdapat batasan sehingga tidak bisa tumbuh kembali (limits to growth). Salah satu kemungkinan hal ini terjadi adalah adanya sebuah struktur laten yang aktif pada suatu kondisi tertentu yang mendorong negatif semua usaha keras kita. Berusaha lebih keras hanya sukses di saat awal, namun seiring dengan menguatnya struktur negatif ini, maka usaha lebih keras tidak ada gunanya. Dalam struktur permasalahan semacam ini, bekerja lebih pintar lebih baik daripada bekerja lebih keras.

Di Indonesia, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sedang digencarkan kembali maka dapat diartikan pemerintah sedang mencoba menguatkan struktur positif untuk lebih kuat dibandingkan dengan struktur. Namun kembali, bukan berusaha lebih keras yang harus dilakukan, namun berusaha lebih pintar. Di organisasi, perubahan struktur hanya bisa dilakukan melalui perubahan cara pandang manusia dan perubahan peraturan. Menggalakan kembali, mirip dengan asal katanya yaitu galak, bisa jadi efektif, tapi sampai kapan seorang bisa galak terus menerus?

Jadi mulailah diri kita untuk mendukung struktur yang baik. Saya tidak meminta anda untuk ikut demo tandingan, karena namanya juga tandingan, kan setara. Jadi kalau ada demo politik, tandingannya? demo politik juga. Mulailah anda bercerita tentang kebhinnekaan di keluarga, tempat kerja dsb setiap ada kesempatan dan tunjukkan dukungan namun tidak terjebak dalam arus politik.

Kompleksitas Baru akibat Media Sosial: Pahami Konteks

Ketidakpastian adalah sebuah kondisi yang tidak menyenangkan. Ketidakpastian juga membuat permasalahan menjadi kompleks dan sulit dalam mengambil sebuah keputusan.

Biasanya sesuatu hal menjadi tidak pasti karena terbatasnya informasi yang kita miliki. Namun yang menarik dalam dewasa ini ketidakpastian malah timbul dengan semakin banyaknya informasi yang mengalir melalui saluran media sosial.

Artikel ini merupakan bagian dari 3 artikel yang mencoba melihat bagaimana prinsip sistem bisa digunakan untuk mengatasi hal ini. Pemerintah telah menuju arah yang tepat, namun sayangnya metode dan cara yang dilakukan terlalu berorientasi pada jangka pendek, padahal permasalahan kompleks membutuhkan solusi jangka panjang.

Menggunakan prinsip dan pemahaman tentang sistem, maka beberapa hal yang dapat anda lakukan dalam kacamata berpikir sistem:

  1. Pahami konteks
  2. Hentikan Aliran Informasi Negatif
  3. Perkuat Struktur yang Baik

 

Pahami konteks

Konteks dibangun oleh kesementaraan. Kesementaraan dibangun oleh dimensi dimana permasalahan timbul, apakah dimensi geografis ruang permasalahan, dimensi waktu (masa kini, lampau dan depan), dimensi kepentingan (berdasarkan aktor) dan dimensi skala (sedetail apa anda melihat permasalahannya). Setiap permasalahan pasti memiliki konteks yang multi-dimensi.

Seringkali konteks tidak mudah kita pahami karena penyebab bisa berbeda ruang dan waktu terhadap masalahnya. Banjir di Jakarta, akibat hujan lebat di daerah lain dan butuh waktu 3 jam untuk sampai di Jakarta. Genangan di Jakarta, akibat sampah di drainase yang menumpuk akibat buang sampah sembarangan di musim kemarau dan yang membuang berada di Hulu sungai, sedangkan genangan timbul di hilir.

Konteks juga berlaku untuk akibat, apa yang anda putuskan dan lakukan akan mempengaruhi konteks. Ketika kita meneruskan berita yang tidak sepenuhnya kita analisa kebenaran, sumber dan dampaknya, maka kita menciptakan konteks dari permasalahan kepada teman-teman kita. Jika proses ini berulang kepada yang lain, maka teman kita membaca berita tersebut akan berpikir bahwa lho ternyata teman-teman saya kok mikir seperti ini, terciptalah efek bola salju yang bisa berbahaya.

Bagi anda yang perenang, melawan arus lebih melelahkan daripada mengikuti arus. Terkadang anda bahkan hanya perlu mengembangkan saja. Namun mengikuti arus berarti anda melepaskan pilihan, dan berarti pula anda setuju dengan muara arus tersebut. Ketika Anda setuju, yaa berarti jangan protes ketika hasilnya tidak sesuai yang anda harapkan. Tapi saya maunya sebenarnya cuma itu, tapi ada tambahan hal negatif ini itu yang tidak saya mau. Lha ya memangnya ada di dunia ini yang se ideal sorga? Tanggung jawab dari setiap keputusan adalah sebuah kedewasaan berpikir. Mungkin itu mengapa kok Gus Dur pernah bilang Taman Kanak-kanak untuk politisi Indonesia.

Jadi Pahami Konteks, Putuskan apakah anda ingin terbawa arus atau tidak, SADARI semua keputusan anda memiliki dampak walaupun kecil terdapat sistem yang lebih besar

Perekayasa Industri: Bunglon Dunia Teknik

IE Skills makes them versatile in any situation

 

Dalam artikelnya yang dipublikasikan di Majalah ISE (Industrial and Systems Engineering at Work), Rona Howenstine secara tidak langsung membuka “luka lama” atas ketidakjelasan keilmuan teknik industri di kacamata orang awam jika dibandingkan dengan bidang ilmu teknik lainnya. Kenapa saya tuliskan “jika dibandingkan” karena sebenarnya jika kita memandang teknik industri terlepas dari bidang ilmu teknik lainnya maka sebenarnya posisinya memang berbeda namun tidak aneh. Saya bahkan pernah membandingkan teknik industri dengan arsitektur misalnya, dan tidak ada yang melihat bahwa Arsitektur aneh bukan.

Namun bukan luka lama yang saya mau buka kembali, namun saya ingin menceritakan kembali bahwa kurikulum, pola pendidikan dan tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa teknik industri dalam perkuliahannya ternyata telah berhasil membentuk berbagai softskills penting yang menjadi ciri unik dari perekayasa industri, mereka adalah (saya kutip langsung dari artikelnya):

Consider how IEs approach and accomplish their work, and therein lies the secret sauce to their versatility. Here are some examples of what makes IEs unique:

  1. How they think: IEs consider the entire system. They examine processes from end to end and can immediately identify waste and variation. 
  2. How they influence: IEs enable and convince individuals and teams to make positive change with every engagement, which requires great communication skills, the ability to facilitate, high energy and, in challenging cases, a large investment of emotional capital. 
  3. How they approach situations: IEs can affect improvement in incremental or monumental undertakings. Their approach is always scalable, and they choose tools that are fit for a purpose. IEs will take the time to teach and explain in order to bring a team along and to ensure their fingerprints are on the final solution. Proliferation of knowledge, facilitating through challenging situations and dispelling fear are an IE’s specialty. 
  4. How they plan: IEs have all taken a project management course and adapted their knowledge and style to the situation. They are well-versed in the quote attributed to both Benjamin Franklin and Winston Churchill, “If you fail to plan, then plan to fail.” 
  5. How they measure: IEs need to know what is being measured, why, what success looks like and if the team is winning. They are hooked on operational definitions and scorekeepers, sometimes to a fault. IEs understand that what gets measured gets managed and that inappropriate measures drive bad behavior. 
  6. How they analyze: IEs begin with the notion that there has to be a story that can be told from the data (if there is data). Then, they dig for the information and have been known to torture data sets until they scream for mercy. An IE’s best friend is usually Microsoft Excel, Minitab or any program that allows them to codify, stratify, classify, evaluate and visually display their data in a meaningful manner that is easily explainable. IEs enjoy interpreting and simplifying information and never suffer from analysis paralysis. Oh, and Visio might be their second best friend. 
  7. How they solve problems: IEs seek to find and prove root cause and to implement a permanent fix, without exception. It is never enough to fix a process for the short term, and the worst thing for an IE is to revisit the same issue a second time or, gasp, a third time. 
  8. How they make decisions: IEs have clear and concise methods they use for decision-making. It doesn’t matter whether they are buying a house, choosing a daycare, or transforming an entire operation, IEs know what factors matter in each situation. They can always calculate a weighted average of all the factors so their team (or family) can narrow the field and make the best choice in a timely manner. 
  9. How they consider risk: IEs actually consider risk and quantify it without fearing it, both at work and home. Have you ever alerted someone to a risk that was very likely to happen? Then when they ignored you and it actually occurred, you didn’t even say “I told you so.” An IE would take this as an opportunity to help them resolve the issue by assembling a full FMEA (failure mode and effects analysis). 

Ke-9 keunikan ini membuat Perekayasa Industri menjadi sangat adaptif dimanapun mereka bekerja sehingga dianggap sebagai bunglonnya bidang teknik seperti judul dalam artikelnya. Saya pernah memberikan judul spesialisasi unik Teknik Industri sebagai Spesialis Generalis, yaitu spesialisasi yang berfokus kepada kemampuan generalis, untuk tidak lupa melihat secara utuh sistem yang dirancang walaupun sedang bekerja secara detail pada komponen sistemnya.

Akhirnya kita semua perlu menyadari bahwa bukan hanya muatan hardskills kurikulumnya saja yang penting namun bagaimana kurikulum tersebut juga mampu membangun kemampuan softskills dari lulusannya. Sesuatu hal yang perlu dijaga dan dilestarikan dalam keilmuan teknik industri

Blog di WordPress.com.

Atas ↑