Kuliah-kuliah Pada Tahun Pertama di Teknik Industri UI

Perhatian: Penjelasan ini adalah untuk membantu anda memahami bagaimana kuliah-kuliah yang dirancang di teknik industri berketerkaitan sedemikian rupa untuk membangun kompetensi sebagai seorang Sarjana Teknik Industri. Secara khusus, bagian ini merefleksikan kurikulum yang berjalan di Teknik Industri Universitas Indonesia, yang sangat mungkin berbeda dengan kurikulum yang akan anda jalani di Perguruan Tinggi Anda. Perlu juga anda ketahui bahwa perancangan kurikulum Teknik Industri UI bergantung kepada penterjemahan tentang dan Persepsi Bidang Kerja sesuai dengan studi alumni yang dilakukan TIUI.

Bagi mahasiswa bimbingan akademis saya, pasti sudah mendapatkan email penjelasan berikut ini, jadi anggap saja sebuah pengulangan yaa, biar nggak lupa.

Semester 1&2 masih merupakan tahun dasar keteknikan (Kalkulus, Aljabar Linear, Dasar Komputer, Fisika Mekanika dan Panas) dan Universitas (seperti MPK, Bahasa Inggris, Seni Olahraga, Agama dll) yang kebanyakan dikelola oleh Fakultas, dasar dasar teknik industri sudah mulai diajarkan(Pengantar Teknik Industri, Statistik dan Probabilitas, Menggambar Teknik, Pengantar Ilmu Ekonomi & Bisnis, Pengetahuan Bahan).

Baca lebih lanjut

Tentang Kompetensi Soft-skills Lulusan Teknik Industri (Apa itu Soft Skills?)

Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan sebuah hal yang sedang diketengahkan dewasa ini sebagai akibat UU Sistem Pendidikan Nasional yang mensyaratkan bahwa sebuah program pendidikan harus mengacu kepada standar ini.

SKL secara tidak langsung meminta pendidikan tinggi untuk market-oriented, karena konsep kompetensi merupakan sesuatu hal yang sebenarnya didorong oleh kebutuhan industri di lapangan. Sehingga dalam tulisan ini kita tidak akan melakukan perdebatan klasik tentang apakah pendidikan tinggi market-oriented atau research-oriented atau jika kedua-duanya mungkin.

Yang menarik mengikuti proses penentuan SKL ini untuk teknik industri adalah ketika ada tahapan untuk melakukan visitasi ke Industri untuk mendapatkan masukan tentang lulusan teknik industri yang telah bekerja, permasalahan yang klasik muncul kembali, yaitu soft-skills.

Seluruh industri secara relatif memandang untuk perguruan tinggi (terutama di Jawa) mereka tidak memiliki masalah dalam kompetensi teknis, tetapi dari sisi kompetensi non-teknis mereka tetap mendapatkan masih banyak kelemahan yang sering disebut sebagai soft-skills.

Apa sebenarnya soft-skills? Di Teknik Industri UI ada sebuah mata kuliah pilihan Keterampilan Interpersonal, yang ketika disusun konten dari perkuliahan ini, timbul pertanyaan ini. Akhirnya kita membagi 2 softskills, yaitu personal skills dan interpersonal skills.

Personal Skills merupakan kemampuan seseorang untuk mengembangkan dirinya sendiri menjadi lebih baik. Ini lebih ke arah self development yang mencakup personal time management, problem solving skills, research skills, kreativitas, learning capability (learn to learn … effectively), Team Thinks (kemampuan untuk berpikir sebagai bagian dari tim)

Interpersonal Skills merupakan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan dengan orang lain, baik orang lain secara individu (one to one) atau sebagai audiens (one to many). Ini yang mencakup negosiasi, interview, sikap dan penampilan yang sesuai dengan situasi, listening skills, public speaking and presentation, effective meetings, writing reports and proposals, project management, working with teams, and etc.

Apa itu Kompetensi?

Tulisan ini merupakan serangkaian tulisan, dalam rangka mendefinisikan Standard Kompetensi Lulusan Teknik Industri, yang diamanatkan oleh UU Sistem Pendidikan Nasional.

Dulu ada senior saya yang menterjemahkan kompetensi menjadi ke”bisa”an. Penterjemahan ini menarik, karena “bisa” melakukan suatu tugas memang merupakan salah satu bukti bahwa anda memiliki kompetensi dalam melakukan tugas tersebut. Tetapi “bisa” merupakan sebenarnya merupakan penilaian dari kompetensi, bukan kompetensi itu sendiri.

Untuk bisa melakukan sesuatu di dalam dunia pendidikan kita mengenal yang disebut kombinasi dari KSA (Knowledge Skills dan Attitude) – PKS (Pengetahuan Keterampilan dan Sikap). Kemampuan untuk meramu KSA sehingga bisa diimplementasikan untuk melaksanakan tugas merupakan kompetensi. Saya pribadi lebih menyukai istilah KSB (Knowledge Skill Behavior) atau PKP (Pengetahuan Ketrampilan Perilaku) karena perilaku merupakan perwujudan nyata dari attitude atau sikap.

Kebutuhan akan sebuah kata kompetensi sebenarnya adalah lahir dari kebutuhan bagian sumber daya manusia untuk mendapatkan sebuah deskripsi abstrak terhadap ramuan KSB dalam kerangka sebuah tugas atau pekerjaan tertentu. Harus diakui, tidak pernah ada sebuah tugas atau pekerjaan yang tidak mengandung unsur KSB. Anda menghitung uang saja misalnya, ada unsur kejujuran disitu yang merupakan sebuah perilaku atau sikap. Baca lebih lanjut

Tentang Kerja Praktek di Teknik Industri UI

Materi blog ini bagi mahasiswa TIUI yang sering bertanya kepada saya tentang Kerja Praktek di Teknik Industri UI. Materi ini adalah pendapat pribadi, bukan merupakan arahan institusi.

Kerja praktek merupakan mata kuliah yang dosennya adalah 2, dosen pembimbing skripsi anda dan lingkungan kerja praktek anda (termasuk didalamnya adalah pembimbing lapangan serta teman2 anda selama disana nantinya). Desain awal dari kerja praktek adalah untuk memberikan gambaran dunia kerja yang diminati oleh mahasiswa sehingga sisa 1 tahun anda kuliah anda bisa mempersiapkan diri untuk terjun ke dunia kerja (baik sebagai pegawai maupun lebih baik lagi sebagai teknopreneur). Tentunya karena anda juga “merepotkan” perusahaan/organisasi dimana anda akan kerja praktek, maka anda juga diminta berkontribusi positif disana sehingga ada batas minimal SKS yang dibutuhkan untuk bekerja praktek. Batas minimal ini untuk memastikan anda memiliki pengetahuan minimal sebelum anda kerja praktek.

Karena fungsi utamanya adalah untuk mengenalkan dunia kerja, maka sebenarnya selama bekerja anda sebaiknya “jalan-jalan” – membuka mata tentang bagaimana dunia bekerja itu sesungguhnya. Mungkin anda ditempatkan dibawah suatu divisi, pelajarilah divisi itu, tetapi dengan status “innocent” sebagai mahasiswa, anda bisa berjalan-jalan mencari pengalaman di divisi/bagian lain. Apa saja yang sebaiknya anda pelajari?

  • Bagaimana etos orang bekerja? Jika anda bekerja disini, apa ilmu TI yang bisa anda terapkan (bukan berarti jika ada di divisi marketing, hanya ilmu marketing loh, bisa ilmu lainnya)? Bagaimana jenjang karir bekerja disini? Bagaimana penilaian kinerja individu dan organisasi ditetapkan dan dievaluasi?
  • Bagaimana sebuah organisasi mencapai tujuannya? Bagaimana mereka membagi divisi kerja? – berdasarkan fungsi atau klien atau yang lain
  • Bagaimana satu divisi dg divisi lainnya saling bekerja sama dan berkoordinasi?
  • serta pertanyaan-pertanyaan TI lainnya yang bisa membuat anda sibuk selama KP (jadi jangan ngelamun aje yeee)

Berdasarkan konsep diatas maka beberapa pertanyaan yang sering diajukan dengan sendirinya bisa dijawab, seperti

  • Apakah jenis perusahaan (jasa/manufaktur, consultant, banking etc.) harus kita perhatikan?

Tentunya karena kamu diharapkan untuk belajar bekerja di organisasi yang kamu inginkan untuk bekerja, maka tentunya jawabannya adalah iya. Paling tidak organisasi tersebut memiliki dasar proses yang sama dengan organisasi yang kamu inginkan. Mengingat bidang kerja Alumni TIUI yg luas maka hampir tidak ada batasan dimana kamu bisa kerja praktek.

Tentunya skala organisasi dan popularitas juga perlu menjadi perhatian, karena tempat kerja praktek anda tentunya akan masuk ke dalam resume anda. Semakin kompleks dan populer organisasi, biasanya juga akan menjadi nilai tambah. Skala organisasi adalah bicara tidak hanya jumlah orang yang bekerja tetapi juga secara geografis (bisa saja pegawai cuma 50 tetapi menggurita ke seluruh indonesia atau dunia), atau omset dsb.

  • Apakah topik proposal dalam skripsi penting?

Tentunya topik menunjukkan keminatan anda ingin ditempatkan seandainya organisasi yang dituju memiliki fungsi yang luas. Di sisi lain, bagian yang akan menempatkan anda (SDM/HRD atau Humas) tentunya perlu mengetahui apa yang anda bisa dan ingin dimana. Kata bisa ini menunjukkan bahwa tidak boleh hanya asal pilih, tetapi tidak ada kemampuan dasar dibidang tujuan, karena pasti kamu diminta untuk berkontribusi. Dengan luasnya bidang kerja TI maka tentunya organisasi perlu tahu kamu bisa apa.

Ada yang berpendapat yang penting perusahaannya dulu baru topik, ada pula sebaliknya.  Saya lebih suka memandangnya 2-2 penting.