Katakan TIDAK untuk YA yang lebih besar

Salah satu kesulitan yang sering saya hadapi adalah untuk menolak ketika ada kawan atau tamu yang meminta waktu untuk bertemu atau bantuan, padahal saya sedang memiliki banyak hal yang penting yang harus saya lakukan.

Mengucapkan “tidak” menjadi sulit bagi saya pribadi karena ada semacam dorongan untuk menjadi orang baik dengan persepsi bahwa kita harus selalu membantu teman atau menerima tamu. Walaupun ini sebenarnya tidak tepat. Karena jika memang teman adalah teman dan tamu adalah tamu yang sopan, tentunya dia tidak perlu marah atau menganggap kita adalah orang yang tidak baik jika kita tolak setelah kita berikan alasannya. Kita juga bisa minta waktu lain yang lebih longgar nantinya. Dia akan mengerti dan seharusnya tidak menganggap kita orang yang tidak baik karena menolak. Karena jika itu yang terjadi maka sebaiknya anda tidak berteman dengan dia.

Ada sebuah kalimat mutiara yang saya pakai dalam situasi semacam ini yaitu kita harus bisa berkata tidak untuk mendapatkan ya yang lebih besar. YA yang lebih besar adalah hasil dari pekerjaan yang memang harus kita lakukan untuk kepentingan kita sendiri. Buat apa kita mengiyakan banyak hal tapi akhirnya untuk hal hal yang penting kita TIDAK bisa meraihnya.

Prinsip ini juga diterapkan dibidang keilmuan teknik industri yaitu lean operations atau lean management. Sebuah prinsip manajemen operasi yang berfokus untuk melakukan proses penting dan berhubungan erat kepada pembuatan nilai tambah bagi pelanggan . Segala macam hal yang tidak berhubungan erat dikatakan tidak supaya YA yang dihasilkan bagi pelanggan menjadi optimal dengan cara yang paling efisien.

Prinsip budaya 5S merupakan perwujudan dari tidak untuk hal hal kecil supaya dapat hasil YA yang lebih besar. 5S: seiri, seiton, seiso, seiketsu, and shitsuke diterjemahkan ke bhs inggris menjadi Sort, Straighten, Sweep, Standardise and Sustain, lalu sering diindonesiakan menjadi 5R: Ringkas, Rapi, Rawat, Resik dan Rajin. Budaya disiplin melakukan 5S menjadi landasan budaya dalam melakukan perbaikan terus menerus ala lean management.

Ilustrasinya adalah jika meja kerja kita menggunakan 5S maka karena semua rapi dan ada pada tempatnya maka kita bisa bekerja diatas meja dengan lebih efisien. Jika berantakan dan kita butuh gunting maka waktu akan terbuang untuk mencari gunting. Atau  yang lebih parah lagi  kita baru sadar bahwa kita tidak punya gunting. Ini membuat 5S juga bisa menunjukkan kepada organisasi untuk melakukan identifikasi inti masalah yang lebih penting karena tidak terbebani oleh masalah rutin akibat ketidakdisiplinan.

Sudahkan anda katakan Tidak untuk Ya yang lebih besar?

Apa kompetensi puncak seorang teknik industri?

Kompetensi Puncak merupakan terjemahan dari capstone competency. Capstone merupakan singkatan dari “captain stone”, yaitu ada batu kapten. Seorang kapten biasanya berada di depan atau diujung paling atas dalam sebuah rantai komando di lapangan, sehingga istilah ini artinya adalah kompetensi yang merupakan gabungan kombinasi dari berbagai kompetensi sebelumnya atau dasarnya.

Istilah ini penting dipahami bagi perekayasa industri, karena bisa menjelaskan mengapa struktur perkuliahan di TI dirancang seperti sekarang. Namun penjelasannya tidak mudah jika tidak mengerti peran dan pentingnya Captain Stone.

Captain Stone sangat penting karena tanpanya, struktur dibawah akan berantakan. Sama dengan sebuah regu tentara, tanpa pimpinan yang menyelaraskan maka regu akan tidak mencapai produktivitas maksimum bahkan bisa tercerai berai.
image

Jadi di Teknik Industri, capstone memiliki 2 makna utama.

Baca lebih lanjut

Tips Tanya Jawab Skripsi

Berikut ini adalah beberapa tips menjawab pertanyaan ujian skripsi atau seminar. Saya akan coba selalu update seandainya ada temuan baru.
image

 

Tanya jawab yang dimaksud di artikel ini adalah yang secara umum, bukan ke topik tertentu.

Jangan meminta diulang pertanyaan penguji, karena menunjukkan anda tidak menyimak pertanyaan. Terkadang memang penguji tidak jelas dalam menyampaikan pertanyaan, sehingga cara elegan untuk meminta diperjelas adalah dengan mengkonfirmasikan pemahaman kamu terhadap pertanyaannya. Tanyakan: “Maaf Pak, yang saya tangkap dari pertanyaan bapak adalah, mengapa…” Penguji akan mengklarifikasi jika memang bukan itu yang ditanyakan.

Menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Intinya sih jujur saja tidak bisa menjawab, kemudian jelaskan kenapa tidak bisa menjawab. Relakan nilai jika memang seharusnya kamu bisa menjawab, namun tidak bisa menjawab. Tentu berbeda jika tidak bisa menjawab karena (1) diluar ruang lingkup (2) tidak ada hubungannya dengan topik skripsi secara langsung (3) tidak terpikirkan ketika menyusun skripsi. Ketiga hal ini adalah penjelasan yang bisa kamu berikan jika menjawab.

Baca lebih lanjut

Tips Slide Presentasi Skripsi

Dalam merancang slide presentasi, terutama untuk sidang seminar atau skripsi, saya sering mendapatkan rancangan slide yang memiliki banyak kelemahan sehingga terkadang menimbulkan kekesalan penguji sidang ujian. Tentunya sudah kesal dari awal, tidak akan baik buat mahasiswa yang bersangkutan.
image

Berikut ini kumpulan tips mengenai rancangan slide presentasi yang akan saya coba selalu update setiap kali saya menemukan kesalahan baru. Semoga membantu.

  • Perhatikan pada semua gambar yang mengandung teks, biasanya berupa flowchart (terutama flowchart metodologi penelitian), untuk dipastikan teksnya mudah dibaca. Jangan copy paste langsung gambar dari aplikasi lain karena biasanya akan mengecil dan akibatnya  sulit untuk dibaca tulisannya. Dosen anda tidak semuanya masih muda, banyak yang sudah senior, sehingga pastikan anda menggunakan huruf besar dalam materi presentasi. Saran saya selalu buat ulang gambar grafik di slide presentasi.
  • Huruf slide adalah simple, jenis huruf yang jelasukuran huruf yang bisa dibaca dari jarak 10 m dari dinding. Memang ada perbedaan minimum size font untuk ruangan kecil (min 18 pt ) dan ruangan besar (min 24 pt ) untuk font body. Baca lebih lanjut

Tips Presentasi Skripsi

Berikut ini beberapa tips ketika melakukan presentasi, yang bisa anda gunakan untuk menyiapkan diri sebelumnya

  • Hati-hati dengan laser pointer. Jika anda tegang, maka laser pointer akan bergetar ketika anda gunakan dan itu mengganggu. Laser pointer juga berbahaya jika kena mata langsung, bisa mengakibatkan merusak retina mata. Jadi pastikan anda tidak mengarahkan laser pointer sembarangan, apalagi ke arah audiens.
  • Perhatikan jangkauan wireless presenter mouse, terutama jika antara komputer dan proyeksi slide agak jauh atau ruangan yang cukup luas. Supaya anda tidak panik mengclick-click mouse anda. Baca lebih lanjut