Apa itu teknik industri ?

29 02 2008

Terdapat banyak sekali perdebatan dikalangan institusi pendidikan teknik industri tentang apa itu teknik industri, yang sebenarnya timbul akibat dari keluwesan dari penjabaran keilmuan teknik industri yang sebenarnya merupakan kekuatan dari keilmuan teknik industri. Blog ini mencoba untuk menjelaskan tentang penterjemahan konsep teknik industri di universitas indonesiayang menjadi dasar pengembangan kurikulum di Teknik Industri Universitas Indonesia. Konsep ini dapat secara lengkap anda akses pula di www.ie.ui.ac.id (website resmi Departemen Teknik Industri UI)

Teknik industri merupakan pencabangan keilmuan teknik yang berasal dari Amerika Utara. Itulah sebabnya di negara-negara eropa atau persemakmuran (commonwealth) anda tidak akan menemukan teknik industri, tetapi lebih spesifik lagi menjadi teknik manufaktur (manufacturing engineering) atau teknik manajemen (engineering management). Secara historis, teknik industri merupakan pencabangan dari keilmuan teknik mesin yang pada awalnya berfokus kepada bagaimana mengelola tidak hanya mesin-mesin manufaktur tetapi secara lebih makro: sebuah sistem manufaktur sebagai sebuah sistem terintegrasi. Mengingat pada saat itu memang dibutuhkan seorang ahli yang tidak hanya mengerti konsep dasar permesinan tetapi juga sanggup mengelola aliran produsi, penjadwalan, biaya dan lain sebagainya yang dibutuhkan untuk mengelola sebuah sistem manufaktur.

Secara definisi keilmuan teknik industri adalah

Industrial Engineering concerned with the design, improvement and installation of integrated systems of people, materials, equipment and energy …

… It draws upon specialized knowledge and skill in the mathematical, physical and social sciences together with the principles and methods of engineering ..

.. to specify, predict and evaluate the results to be obtained from such a system

Definisi ini diambil dari asosiasi profesi teknik industri dunia Institute of Industrial Engineering (IIE) – www.iienet.org

Definisi ini saya bagi menjadi tiga bagian utama untuk memudahkan penjelasannya:

Bagian 1: Teknik industri berfokus kepada perancangan, peningkatan dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, peralatan dan energi …

Bagian ini mendeskripsikan 3 peran utama yang harus dilakukan seorang teknik industri yaitu merancang, meningkatkan dan menginstalasi sebuah sistem terintegrasi.

Kita mulai dari sistem terintegrasi.  Dalam definisi ini dijelaskan bahwa sebuah sistem terintegrasi pasti memiliki minimal 4 komponen (sub-sistem) yaitu manusia, material, peralatan dan energi. Ini berarti semua sistem yang memproduksi atau meningkatkan nilai tambah baik berupa barang maupun jasa adalah obyek yang dikelola oleh teknik industri. Ini karena hampir semua sistem pasti memiliki ke-4 unsur tersebut.

Terintegrasi menunjukkan bahwa interaksi yang terjadi dari ke-4 unsur tersebut bermuara kepada sebuah perilaku sistem yang lebih dari hanya penggabungan sederhana ke-4 unsur tersebut. Seorang manusia adalah sebuah sistem terintegrasi yang menjadi manusia karena semua sub-sistemnya berinteraksi sedemikian rupa. tetapi jika dimasa yang akan datang kita bisa mendesain tubuh manusia dari komponennya kemudian menyatukannya apakah akan menjadi manusia?

Variasi yang terjadi dalam pendidikan teknik industri didunia biasanya bersumber dari pendefinisan sub-sistem dalam sebuah sistem (bisa lebih banyak dari 4 sub-sistem) serta perbedaan penekanan terhadap sub-sistem mana yang diperdalam pemahamannya. Tetapi semuanya pasti memiliki minimal 4 sub-sistem ini sebagai dasar. Untuk melihat perbedaan ini silahkan berkunjung ke www.ie.ui.ac.id (dibagian IE @ UI) untuk melihat bagai TIUI membagi sistem industri kemudian menterjemahkannya kedalam kurikulum yang bernuasa “back to basic“.

Merancang menunjukkan kemampuan untuk secara kreatif mengkombinasikan pengetahuan yang telah dimiliki kedalam sebuah rancangan sistem. Sistem yang paling klasik yang dirancang adalah sebuah sistem produksi manufaktur, baik hanya sebuah 1 line produksi atau lengkap 1 buah pabrik. Tetapi pada kenyataannya, sistem disini dapat berupa pula sebuah sistem solusi integratif (integrated solution systems), yaitu rancangan solusi yang “khas TI”: rancangan yang multi-perspective, multi-disiplin, multi-approach dan multi-dimensi. Solusi yang multi inilah yang menjadi kekuatan TI. Disinilah letak kemampuan integratif, yang membuat banyak lulusan teknik industri bekerja pada bidang konsultasi.

Meningkatkan dapat diterjemahkan sebagai manajemen. Pakar manajemen mengatakan bahwa ada beda antara administrasi dan manajemen. Administrasi berorientasi untuk mengerjakan hal yang sama terus menerus secara tepat aturan, sedangkan manajemen bermakna ada peningkatan yang harus dilakukan. Berdasarkan definisi ini tentunya manajemen menunjukkan kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah, karena inti dari peningkatan adalah kemampuan memecahkan masalah. Ini mencakup kepekaan mengidentifikasikan masalah, kemampuan analisa dengan berbasis data menggunakan ilmu statistik, berfikir sistem dan lain sebagainya yang berguna dalam memecahkan masalah.

Menginstalasi menunjukkan kemampuan untuk melakukan pendefinisian langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi terhadap rancangan sistem. Menginstalasi membutuhkan ilmu manajemen proyek, walaupun manajemen proyek untuk teknik industri tentu berbeda dengan teknik sipil.

Menginstalasi memaksa seorang teknik industri untuk berfikir jauh kedepan dalam merancang dan meningkatkan sistem. Dalam 7 kebiasaan manusia efektif, konsep ini dikenal sebagai mulailah dari hasil akhir yang diinginkan (Begin With the End in Mind). Penterjemahan konsep ini contohnya adalah design for maintenance, design for manufacture, design for six sigma dsb. yaitu sebuah konsep perancangan yang sudah memasukkan unsur kemudahan pemeliharaan, pembuatannya bahkan pengontrolan kualitasnya sehingga produk dapat lebih cepat diterima oleh pasar dalam kualitas optimal.

Bagian 2: .. untuk ini dibutuhkan pengetahuan dan keahlian dalam bidang matematika, fisika dan ilmu-imu sosial serta prinsip dan metodologi teknik/rekayasa ..

Bagian ini menunjukkan kebutuhan keilmuan dasar untuk mendukung peran seorang teknik industri dan penegasan bahwa teknik industri walaupun erat dengan ilmu sosial masih merupakak bidang teknik. Itulah sebabnya dalam kurikulum teknik industri tahun pertama sarat dengan kuliah-kuliah dasar keteknikan seperti kalkulus, aljabar linear, fisika, kimia dan sebagainya, walaupun muatannya tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dari teknik industri.

Prinsip dan metodologi teknik/rekayasa adalah penekanan pada aspek desain, prototyping dan membangun sistem (develop=engineer) yang merupakan ciri khas bidang ilmu teknik. Jika ahli teknik lain membangun sistem nyata (tangible) seperti jembatan, bangunan, mesin dsb, maka ahli teknik industri memiliki tugas yang lebih berat, yaitu membangun yang nyata (pabrik atau proses produksi) tetapi pada saat yang sama membangun yang tidak nyata (intangible) seperti sistem penilaian kinerja, sistem pengembangan SDMnya, perhitungan activity based costingnya, jadwal pemeliharaanya, dsb. Jadi kerjaannya malah lebih berat.

Bagian 3: .. untuk menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sebuah sistem terintegrasi.

Bagian 3 merupakan sebuah konsekuensi yang logis dari penterjemahan bagian 1 dari definisi teknik industri, yaitu 3 peran utama teknik industri tentunya akan menciptakan sebuah sistem baru atau sistem perbaikan dengan kinerja yang lebih baik. Ini berarti perbaikan atau perancangan harus berorientasi kepada fakta dan data.

Ada 3 permasalahan dalam kinerja, yaitu bagaimana menspesifikasikan kinerja, memprediksi kinerja yang telah dispesifikasikan dan bagaimana mengevaluasinya.

Menspesifikasikan: Kinerja harus dispesifikasikan di awal sebuah perancangan atau peningkatan sistem, karena setiap pihak bisa jadi memiliki perbedaan persepsi terhadap arti kinerja. Seorang ahli keuangan mengatakan kinerja baik dari sebuah sistem adalah penghematan biaya, seorang marketing mengatakan kinerja baik berarti memenuhi kebutuhan pelanggan, seorang manajer produksi mengatakan kinerja baik adalah kesesuaian dengan standard produk. Semua kinerja ini tidak ada yang salah, tetapi semua kinerja ini bisa saling bertentangan dan berakibat sistem tidak akan kemana-mana, sehingga perlu diselaraskan.

Menspesifikasikan, juga berarti seorang teknik industri harus menentukan indikator, cara mendapatkan indikator, merancang cara mencari data, menentukan alat yang digunakan untuk mengukurnya, frekuensi pengukuran dsb.

Memprediksi: setelah dispesifikasikan, tentunya ketika merancang atau meningkatkan sistem kita sudah bisa mendapatkan semacam gambaran bagaimana sistem tadi berfungsi nantinya dan bagaimana kinerjanya. Artinya, kinerjalah yang menjadi patokan anda dalam memperbaiki dan merancang sistemnya, bukan berdasarkan feeling atau malah tidak memiliki dasar sama sekali (hanya karena pengin aja)

Mengevaluasi: tentunya setelah sistem diperbaiki atau dirancang dan diinstalasi, maka kita perlu melakukan evaluasi secara riil terhadap kinerja yang telah dirancang pada saat awal. Jika kinerja telah dispesifikasikan dengan baik pada saat awal, maka pada langkah ini dijalankan pengevaluasian kinerja. Tentunya hasil dari evaluasi akan menjadi umpan balik dalam perbaikan berikutnya.

Engineer_vs_IE

(image from www.iienet.org)


Tindakan

Information

92 tanggapan

20 08 2008
yudhisti

nice artikel mas, salam kenal saya dhisti TI UNDIP’01

22 02 2009
Kuliah-kuliah Pada Tahun Pertama di Teknik Industri UI « Hidayatno’s Weblog

[...] anda ketahui bahwa perancangan kurikulum Teknik Industri UI bergantung kepada penterjemahan tentang Apa itu Teknik Industri dan Persepsi Bidang Kerja sesuai dengan studi alumni yang dilakukan [...]

3 07 2009
wibisono

terima kasih.. pak atas artikelnya…
aku juga teknik industri UNS ..

Memang pada awal kuliah masih bingung.. Teknik industri itu ngapain??
tapi ya baru akhir akhir kuliah kepingan puzzle itu sudah terlengkapi..
thanks pak..

9 09 2011
Erwin Irawan

assalamualaikum
ka saya mau tanya knpa kaka mau masuk teknik indutri & dan pa tujuan kaka masuk TI ???

20 09 2011
hidayatno

Sejak saya SMA, saya sudah melihat banyak sekali kelemahan ketika memecahkan masalah hanya dari satu sisi. Jadi ketika saya memilih untuk kuliah saya punya 2 orientasi sederhana: harus teknik tapi tidak spesialisasi. Kenapa teknik? Ada semacam kebanggaan tersendiri yang saya lihat ketika seorang engineer melakukan pekerjaannya yang membutuhkan kemampuan yang tinggi. Di negara kita sama dengan “penyakit” di negara maju, engineer memang semakin tidak populer, karena dianggap pekerjaan yang melelahkan. Di masa kini dimana kemampuan “berbicara” lebih dihargai dibanding kemampuan “bekerja”, maka profesi engineer akan semakin terpojokkan.
Padahal semua yang kita kerjakan saat ini tidak ada yang tidak berhubungan dengan teknik, dari HP, pompa air, mesin cuci, AC, bus, sepeda dll dirancang dan dibuat oleh engineer. Antrian kamu yang teratur, pola lalu lintas, pola kerja, juga dirancang oleh engineer.

4 08 2009
kiki

ada gg artikel mengenai fenomena ti

5 08 2009
hidayatno

Maksud anda dengan fenomena TI itu apa yaa?

2 11 2009
T.Qims

artikel’a menarik……!!
tapi saya pusing bingung di TI….
banyak tugas gini…

salam kenal ya mas,..(T.Industri ‘UNAND’)

4 11 2009
Leony

aku baru akan berencana kuliah TI
saya berdomisili di Jakarta
tapi kebetulan aku sudah bekerja dan lulusan SMA tahun 2004
bidang yang ku geluti sekarang adalah sekretaris
tapi sangat berminat untuk kuliah TI
dan lagi2 background yang kurang mendukung yaitu saya dari jurusan IPS yang notabene tidak bersentuhan dengan Fisika Kimia Matematika
apakah ada kemungkinan untuk ku bisa kuliah di TI?? cuma modal niat nih..
dan lagi agak repot mencari kampus untuk program kelas karyawan dengan jurusan TI
adakah informasi yg saya dapatkan, keinginan nya sih Universitas Negri dan kalo bisa tidak semahal UI
terima kasih

14 11 2009
hidayatno

Menurut saya, karena bidang TI tetap merupakan bidang teknik, maka akan sulit bagi Anda untuk mengikuti perkuliahan di Teknik Industri.
Di berbagai jurusan TI sendiri memang bisa dikatakan terbagi menjadi 2 tipe, yaitu tipe soft yang lebih banyak berbobot kepada manajemen non-kuantitatif, dan tipe hard, yang berbobot kepada aspek kuantitatif (optimasi, statistik dsb). Tetapi keduanya tetap membutuhkan dasar matematika dan fisika yang lumayan kuat.

Untuk informasi program karyawan di sekitar jakarta, maaf, saya tidak mengikutinya. Untuk UI, program seperti ini hanya berupa program ekstensi, yang tetap mensyaratkan anda telah melewati Program D3 terlebih dahulu.

17 11 2009
13 12 2009
Bocah Kuncung

Aslm. Pak
Sungguh sebuah tulisan yang mantabh :thumbup:
saya mohon izin untuk promosi TI menggunakan tulisan Bapak

18 12 2009
rama delibel

pak,saya bingung bangat loe,belajar tentang teknik indusrti ini..
jd,motivasi ny,biar saya tetap semangat untuk menjalankan kuliah TI ni,apa ya pak?

23 12 2009
hidayatno

Saya bingung yang menurut anda bingung itu apa yaa?
Bingung bisa karena nggak cocok, nggak cocok itu bisa nggak cocok ama banyangan kamu atau nggak cocok ama minat kamu. Kalau soal yang ini harusnya sih gampang nyari motivasinya karena ilmu TI jika dipakai sebagai cara pandang, bisa dipakai dimana saja, tinggal kamu secara kreatif mencari aplikasi dari ilmu TI aja, seperti yang telah saya jelaskan dalam blog ini tentang aplikasi TI.

Bingung juga bisa karena nggak ngerti, nggak ngerti itu bisa karena dosennya yang tidak bisa menerangkan dengan baik atau bukunya yang nggak gampang. Saran saya cari buku yang gampang.

5 01 2010
sofyan

artikel bpk sangat bagus…mudah di mengerti
kini saya masih kuliah di TI Undip, sekarang saya semester V, kini saya baru mengerti kalo kul di TI itu mengenai tentang sistem berpikir. bagaimana kita bisa mengintegrasikan ilmu-ilmu yang kita peroleh dari matakuliah yang telah diberikan. tapi sayangnya mengapa saya baru mulai mengerti sekarang(baru2 ini setelah ada praktikum terintegrasi). pada awal kuliah dari semester 1-4, saya tu masih bingung apa maksud yang diajarkan di TI, rasanya kok kurang cocok dan ga ngerti sebenarnya untuk apa. mungkin yang saya rasakan ini sebagai kesalahan sistem pengajaran di kampus saya. kenapa tidak dari awal konsep kuliah di TI tidak diajarkan sejak jadi Mahasiswa baru? agar mahasiswa bisa blajar sungguh2 dan tidak menyepelekan mata kuliah2 yang dianggap ringan tapi sebenarnya penting, dan sebenarnya ilmunya masi dipakai untuk semester2 selanjutnya, bahkan sampai nanti kita meniti karir. sungguh saya menyesal mengapa pada saat awal kuliah semester 1-4 sering menyepelekan atau menganggap beberapa mata kuliah itu kurang penting dan sulit dimengerti. padahal kalo mengerti konsepnya lebih dulu, akan lebih mudah dipahami.
menurut bapak keluh saya bagaimana? apakah saya sudah terlambat menjadi lulusan TI yang berkompeten?
tolong dong beri tahu perusahaan2 mana saja yang banyak membutuhkan lulusan TI? terima kasih ya…

5 01 2010
hidayatno

Saya kira apa yang anda rasakan juga dialami oleh sebagian besar mahasiswa Teknik Industri di Indonesia, saya sendiri baru memaknai lebih dalam tentang Teknik Industri setelah menjadi dosen dan menjadi konsultan. Jadi apakah itu terlambat?

Menurut saya, yang penting terlambat bukan tidak pernah.

Jika kompetensi yang anda maksud sebagai lulusan TI adalah kemampuan integratif anda, maka belum terlambat, bahkan sekaranglah saatnya, karena untuk mendapatkan kemampuan integrasi, anda paling tidak telah mengetahui setiap komponennya. Anda bisa melihat dunia Teknik Industri dengan “mata baru yang segar” (Fresh New Eyes) sebagai hasil dari pemahaman anda nantinya.

Yang perlu anda kembangkan adalah kemampuan untuk cepat belajar (learn to learn), sehingga “ketinggalan” anda pada kuliah-kuliah awal bisa anda kejar atau dalami kembali jika menjadi bagian yang penting dalam solusi anda.

Prediksi saya dalam 2 tahun kedepan sektor consumer goods masih akan berkembang, akibat local demand yang membuat ekonomi kita relatif kuat terhadap resesi global. Untuk manufaktur, terus terang saya tidak bisa memprediksi secara akurat dengan telah disahkannya pasar bebas ASEAN-China. Sudah barang tentu, sektor manufaktur kita akan mendapatkan tekanan yang kuat akibat kapasitas “ekstra” china, yang bahkan bisa menjual “rugi” (tanpa mengambil keuntungan) karena barang yang dikirimkan ke sini adalah “excess” capacity dari produk domestik mereka.

11 01 2010
tommy

wah maaf saya baru cari” karena saya baru ingin masuk kuliah saya ingin bertanya apakah di teknik industri UI ada pencabangan setelah masuk? kalau ada apa aja ya makasih

12 01 2010
hidayatno

Tommy, kita memberikan nama yang berbeda pada istilah “pencabangan” yaitu peminatan yang biasanya juga dilambangkan dari laboratorium-laboratorium yang tersedia pada departemen tersebut. Laboratorium memang merupakan hal yang mendasar dalam pendidikan eksakta (teknik, MIPA, kedokteran dsb).

Secara umum di Teknik Industri di Indonesia, peminatan dibuat dari tiang-tiang ilmu dasar yang membangun keilmuan teknik industri, yaitu optimalisasi (operations research), faktor manusia (analisa perancangan kerja), perancangan (dari produk hingga ke pabrik), dan statistik industri. Adalagi peminatan yang berkembang berdasarkan pengembangan dari keilmuan dasar seperti peminatan rekayasa sistem, kebijakan teknologi atau lainnya.

Setiap universitas memiliki peminatan yang berbeda tergantung dari kompetensi dan fasilitas yang dimilikinya. Artinya setiap universitas berbeda-beda. Untuk UI misalnya, baru saja mendapatkan bantuan dari Pemerintah untuk mendevelop Ergonomic Center dengan fasilitas kelas dunia seperti motion capture, eye tracking, 3D body scanner, climate room dan accoustic room. Fasilitas ini tentunya akan membuat peminatan faktor manusia menjadi bisa berkembang.

Singkatnya, anda bisa melihat peminatan dari setiap program teknik industri dari kurikulumnya (yang mencantumkan peminatan) atau berdasarkan laboratorium yang mereka miliki.

15 01 2010
tommy

oh gitu ya. wah terimakasih banyak atas infonya pak sangat berguna sekali ini.

27 02 2010
ryan

saya ryan..,saya ini baru kelas 3 sma .dan kepingin masuk TI.saya mau tanya pak ,maksudnya perdagangan bebas cina-ASEAN itu gmana pak.dan dampaknya apa buwat indonesia .kususnya teknik industri.apa ada hubungannya??
Makasih pak mohon dibalas

27 02 2010
hidayatno

Perdagangan bebas itu maksudnya adalah tidak adanya pajak impor atau bea masuk kepada barang yang diimpor dari negara lain, sehingga harga yang kamu bayar disini seolah sama dengan harga yang dibayar kalau kamu beli langsung di negara asal. Tentunya pada kenyataannya tidak benar-benar sama.

Bisa lebih mahal karena memang ada ongkos kirim, kamu beli rendang di restoran padang 1kg disini kemudian kamu kirim ke Belanda misalnya, bisa jadi ongkos kirimnya 5-10 kali lipat lebih mahal dari harga rendangnya. Jadi kalau teman/saudara yg kamu kirimkan disana mau jual yaa berarti harus memasukkan ongkos kirim plus komisi yang dia ingin dapatkan.

Tetapi bisa saja lebih murah, loh kok bisa? Karena mungkin saja produsen sama sekali tidak ingin mendapatkan margin, yang penting barangnya kejual sesuai dengan ongkos produksi. Bisa saja mungkin strategi dagang: nggak apa-apa rugi yang penting masuk dulu kepasar, nanti setelah semua kompetitor mati, harga bisa gue naikin, toh udah nggak ada saingan (monopoli).

Nah hal yang kedua ini yang ditakutkan oleh industriawan Indonesia. Kamu harus ingat bahwa China memiliki jumlah penduduk yang sangat besar (> dari 1 milyar orang), sehingga konsumsi lokalnya sudah cukup tinggi untuk membuat barang dalam volume besar. Dan kamu pasti ngerti logika bahwa semakin banyak barang dibuat, maka biaya produksi bisa lebih kecil. Jadi jika produsen china punya barang lebihan, daripada menuhin gudang mendingan dikirim ke Indonesia, dg penduduk lebih dari 200jt orang maka kita hanya 1/5 dari china, tapi masih lumayan untuk nutupin ongkos produksi, toh udah untung. Ini karena setiap barang yang tidak laku menjadi inventaris yang menyimpannya saja butuh uang (untuk sewa gudang).

Dengan selera yang sama dan sebagian besar masyarakat kita lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas, maka tentu saja barang murah bisa membanjiri pasar dan laku. Dulu masih ada proteksi bea masuk sehingga barang tersebut tidak terasa lebih murah, tetapi sekarang? Memang tidak semua barang lolos dari bea masuk, beberapa yang dianggap strategis, tetap diproteksi, tapi menurut para pengamat, kita terkesan tidak jelas memiliki strategi industrialisasi sehingga nggak jelas industri mana yang akan diproteksi.

Semoga membantu

4 03 2010
doni

saya doni,,sya msih klas 3 sma,,pak saya ingin tau apa bila ingin menjadi wirausaha menguasai,menjalankan sistem bisnis perusahaan produksi dan non produksi,, apa teknik industri cocok untuk saya,,,tlong informasinya…

4 03 2010
hidayatno

Halo Doni,
Menurut saya sih Teknik Industri sangat tepat akan membantu anda, karena anda akan dibekali berbagai macam ilmu yang jika dikombinasikan akan membantu anda merancang dan menjalankan usaha anda lebih efisien, karena ada sisi keuangan, operasi, SDM, pemeliharaan, perencanaan, quality dsb.

Walaupun sebenarnya terkadang mengetahui terlalu banyak akan membuat kita berhenti sebelum mencoba, sedangkan wira usaha membutuhkan keberanian mengambil resiko yang bisa kita dapatkan karena kita tidak tahu. Jika anda ingin melewati sebuah gang yang gelap, bisa akan berbeda keputusan anda untuk melewati gang tersebut jika anda saya beritahu bahwa saya pernah melihat hantu dalam gang tersebut (padahal mungkin saya berbohong).

Saya sih percaya bahwa semakin kita banyak tahu, bukan untuk membuat kita berhenti melangkah, tetapi untuk lebih berhati-hati dalam melangkah.

26 03 2010
Fahmi

Nice articel,,thenx pak,cukup jelas juga…
saya alumni TI Undip pak,Alhamdulillah saya sekarang bekerja didunia pertambangan sebagai Engineer,dan saya bangga menjadi seorang Industrial Engineer. Yang saya sesalkan (sebelum membaca artikel ini),didunia saya ini ada beberapa yang meremehkan seorang teknik industri dan dipandang sebelah mata. Ditambang anak TI mau ngapain,TI tu kerjaannya apa seh,apalagi di Engineering yang notabene merupakan soul dari tambang itu sendiri,ko TI bisa masuk tambang?,ko’ anak TI dimasukkan ke Engineer. Mendengar hal terebut,jujur hati saya sakit sekali,karena sangat sulit sekali bagi saya untuk menjelaskan hal itu (mungkin karena saya memang orang yang kurang suka membaca,hehe). Di dunia pertambangan dan perminyakan seorang TI banyak yang diplot kan di HRD, jarang sekali yang ditempatkan di Engineering (jadi harus pintar” meyakinkan bos” saat interview pekerjaan,hehe). Jadi menurut saya didunia tambang seorang TI memang sangat dibutuhkan, disini kita menjadi seorang project evaluator yang nantinya akan melakukan pengukuran terhadap kinerja penambangan & mengontrol kemajuan tambang (kontrol kemajuan tambang,pengukuran dan pengambilan data situasi tambang,fasilitator dalam pengendalian kontrol produktivitas alat, inventori dan estimasi bahan peledak,& pencatatan data performance operasi,produktivitas, dan utilisasi). Jadi benar apa yang diuraikan bapak bahwa seorang TI lah yang mempunyai analisis kuat terhadap suatu permasalahan, bagaimana kita harus bisa mengintegrasikan sistem” yang ada,mendefinisikan memprediksikan suatu permasalahan dan kemudian mengevaluasinya sehingga diharapkan dapat memberikan suatu continous improvement. Teknik Industri sangat luas dan fleksibel,kita bisa bekerja dibidang apa saja yang kita mau.

itu pendapat saya pak.mohon dikomentari dan mohon ditambahkan pencerahannya untuk dapat menambah wawasn saya pak.terima kasih.

oh iya pak satu lagi, saya dulu sangat sulit menembus industri perminyakan pak yang disebabkan keilmuan saya.Mohon pencerahanyya bapak.karena saya juga masih terobsesi dengan perminyakan,hehehe terimakasih sebelumnya pak.

26 03 2010
hidayatno

Terima kasih karena sudah memberikan pengalaman anda bekerja di bidang perminyakan dan tetap membawa semangat serta cara pandang TI. Saya sangat mengapresiasi tulisan anda yang seperti ini, karena memberikan wawasan terhadap luasnya ruang lingkup kontribusi keilmuan TI di masyarakat.
Stigma yang melekat erat pada TI sebagai sebuah bidang ilmu yang dianggap “kurang” tekniknya, yang biasanya dengan naifnya diukur dari banyaknya kaum hawa yang memilih TI, jadi kurang “laki”, tidak lain menjadi tanggung jawab kita semua sebagai “duta” keilmuan TI dengan menunjukkan kemampuan kita yang memang aslinya sudah integratif.

Pembidangan sebuah bidang ilmu teknik memang kebanyakan berasal dari pekerjaan teknik yang ada di masyarakat, teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, tumbuh didalam kebutuhan akan tenaga spesialis tersebut dalam sebuah proses rekayasa teknik. Proses spesialisasi dalam proses rekayasa ini menjadi sangat dominan, sehingga terasa ada kekosongan dalam beberapa hal. Jadi ketika TI tumbuh akibat kekosongan ini, memang menimbulkan pertanyaan, kok bisa ada sebuah program studi di teknik yang tidak ngomong spesialisasi teknik, tetapi langsung ngomong ngurusin hal yang lebih makro yaitu sebuah industri.

Itulah kenapa orang-orang TI sering merasa “sendirian” (lone warrior), tidak dimengerti oleh kelompok kerjanya dsb, karena memang dalam beberapa sektor industri berbasis penggolongan diatas, tidak boleh banyak-banyak orang TI disitu. Kalau pertambangan, kalau orang TI kebanyakan disitu, nggak ada yang eksplorasi dan eksploitasinya dong. Tetapi disisi lain tanpa orang TI sama sekali dilapangan, yang memiliki cara pandang integratif dan problem solving yang kuat, produktivitasnya akan segitu-gitu saja. Dulu ada profesor TI yang mengillustrasikan TI sebagai “perekat”, tentunya untuk menjadi perekat yaa harus ada bahan yang direkatkan. Semen butuh bata, pasir, besi beton dan batu untuk menjadi kuat, kalau semen saja khan kekuatannya tidak ada. Tetapi tanpa semen ke 4 yang lainnya juga tidak menjadi lebih kuat.
Sudah tidak jamannya lagi seorang menjadi super-individual, yang dibutuhkan adalah super-team, yaitu kumpulan individual dari berbagai disiplin, untuk saling mengisi dan bersinergi untuk mendapatkan lebih dari sekedar kelompok biasa. Saya yakin anda sebagai TIUI akan berkontribusi terhadap proses tim ini.

Pindah profesi memang membutuhkan suatu persiapan. Susunlah modal dasar anda untuk bernegosiasi kepindahan anda, buatlah prestasi-prestasi individu yang menurut anda bisa anda jual ke profesi anda selanjutnya. Saya kira karena anda sudah berada didalam resources industry, dan tujuan anda masih pada satu group of industry, maka anda punya kesempatan yang besar. Key aspects dalam industri ini memang productivity (efficiency dan effectivity), secara sederhana bisa dari reduce cost atau increase output. Identifikasi kesamaan antara 2 industri ini, dan fokuskan prestasi anda disitu. Tunjukkan pula kemampuan anda untuk beradaptasi terhadap tantangan baru.

Semoga membantu

1 05 2010
bagus

saya suka sama artikel bapak.
tapi saya masih membutuhkan yang cara buat ngejelasin sama ortu saya.
saat mreka nanya mau jadi apa seseorang llusan t.industri..
dan mau kerja dimna..?
prospek kdpannya gak terlalu cerah seperti jurusan laen yang tujuannya jelas..
dan d saat mereka ngomong bgtu wah semngat saya hilang buat kulia djurusan t.industri.
padahal saya sudah keterima d salah satu perguruan tinggi..
tolong bantu saya..??
makasih pak.

2 05 2010
hidayatno

Thanks karena suka artikel saya yaa.

Posisi orang tua memang selalu melindungi anaknya. Pahamilah mereka. Pahami dalam arti bahwa mungkin didalam generasi mereka, yang namanya spesialisasi masih merupakan titik utama dalam mencari pekerjaan. Jadi teknik industri itu spesialisasinya apa? Pasti itu yang ada dalam benak mereka. Itulah kenapa, jaman dulu TI dikenal sebagai “ekonomi”-nya teknik. Kalau mau masuk ke institut teknik (ITB, ITS, ITN, ISTN, dst) tapi nggak pengin teknik banget, yaa masuklah TI. Sehingga timbullah salah kaprah yang memandang TI sebagai ekonominya teknik.

Saat ini juga harus diakui masih banyak yang berpendapat spesialisasi menentukan pekerjaan, dan untuk beberapa hal memang benar. Nggak mungkin khan, seorang TI merancang jembatan (tp kalau TI terlibat dalam membangun jembatan, yaa banyak, emang jembatan nggak butuh uang, SDM, atau lainnya?).

Yang menarik dalam “tujuan jelas” itu adalah, yaa kalau tujuannya jelas berarti kalau tujuannya tidak berkembang (prospeknya sedang tidak cerah), bukannya juga sulit dapet pekerjaan yaa? bukannya karena TI bisa dengan fleksibel masuk ke industri apapun, merupakan prospek yang lebih jelas?

Tapi aya tidak ingin anda berdebat dengan orang tua dengan terlalu keras atau tajam, mereka menjadi mereka karena apa yang biasa mereka alami dan tahu, jadi jawaban ini hanya sebagai ajakan buat anda untuk memahami mereka, dan menyusun argumentasi dan semangat anda kembali untuk membuktikan bahwa menjadi TI memang lebih baik.

Mari saya tuliskan pekerjaan-pekerjaan yang saya tahu menjadi “tujuan” utama anak TI
1. Ngurusin Operasional Pabrik – Udah deh, ini pasti urusan TI, dan yang namanya pabrik, pasti akan berkembang, hanya tinggal sedang tinggi atau rendah (nggak enaknya, sekarang sedang rendah)
2. Departemen/Dinas Perindustrian – ini yang mau bercita-cita jadi PNS, ini udah pasti harus anak TI lah, jangan terus menerus dipinjam ama anak ekonomi seperti sekarang, tapi sekarang udah lumayan kok, banyak anak TI di departemen atau dinas ini

Tujuan “fleksibel”,
1. Bank – operasional atau marketing, banyak sekali lulusan TIUI di sektor perbankan
2. Rumah Sakit – operasional non-medis
3. Konsultan Manajemen
4. IT – ERP – Teknologi Informasi bagian – Enterprise Resource Planning
5. Supply Chain Provider – perusahaan seperti DHL, Caraka dsb
6. LSM/NGO
dan masih banyak lagi..

3 05 2010
bahrudin

Terimakasih pak atas artikelnya..
saya mahasiswa TI unnur bandung…
saya cukup bangga dengan artikelnya bapak yang secara umum bisa membangun karakter dan kepercayaan diri orang2 TI yang selama ini cukup bingung dengan pengertian dari teknik industri itu sendiri.karna sebagian orang yang asalnya bukan dari TI memahami TI itu secara subyektif bahkan ada yang mengatakan tidak ada unsur keteknikanya sehingga mereka menganggap bahwa TI itu sama dengan ilmu ekonomi atai menejemen dan disiplin ilmu sejenisnya..bagaimana menurut bapak tentang pernyataan saya ini..? saya sebenarnya sudah semester akhir di jurusan TI namun belum sepenuhnya memahami apa sebenarnya yang menjadi ciri khas dari teknik industri itu karna bahasannya cukup luas dan bahkan mempelajari hampir semua disiplin ilmu.dengan kompleksnya bahasa ilmu TI hasil akhirnya adalah peningkatan produktifitas,efisiensi dan efektifitas..bagaimana menurut bapak tentang pengertian saya mengenai TI ini…
selanjutnya saya minta pendapat bapak..apakah judul skripsi yang akan saya ajukan ini cocok untuk anak TI:(” PENGARUH RANCANGAN LAPANGAN TERBANG TERHADAP PENINGKATAN PEMBANGUNAN DAERAH PADA BIDANG PARIWISATA DI BANDAR UDARA SELAPARANG”).. mohon penjelasanya pak,,trimakasih.

4 05 2010
hidayatno

Yang anda jabarkan dan nyatakan memang merupakan fenomena umum yang dirasakan oleh mahasiswa TI. Salah satunya kebingungan; akibat memulai cara pandangnya selalu dari luasnya disiplin ilmu yang dipelajari, yang seharusnya dibalik, ilmu apa yang harus saya pelajari supaya saya bisa menjadi seorang perekayasa yang baik. Ini penting karena sebuah hasil rekayasa yang baik, harus mempertimbangkan keseluruhan aspek yang terkait.

Mengenai topik skripsi anda, jika masih merupakan topik awal, saya kira masih bisa sebagai judul. Anda tetap harus klarifikasi kepada calon pembimbing anda nantinya tentang metodologi dan output yang diharapkan, dan setiap perguruan tinggi TI memiliki ciri khas skripsi yang diperbolehkan atau tidak, dan itu sah-sah saja selama memang rancangan kurikulumnya menyesuaikan dengan ciri khas tersebut (tulisan saya disini ada yang mengenai skripsi TI, silahkan dibaca).

26 05 2010
underscore

Pa, saya bingung.. Menurut bapak, apa keunggulan TIUI dari TI ITB (katakanlah perbedaan) ,misalnya, dari sisi cara belajar, cakupan ilmu yg dipelajari, dsb… Terimakasih, pa…

25 05 2010
hidayatno

Saya belum pernah kuliah di TI ITB jadi saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda. Memang seharusnya ada perbedaan pendekatan dan mungkin suasana antara universitas dan pada institut, karena universitas memiliki jenis dan cakupan ilmu yg lebih luas (sastra, psikologi, hukum dll). Tidak hanya UI dan ITB; mungkin ITS atau UGM juga memiliki ciri khasnya masing2.

30 05 2010
underscore

Mungkin pertanyaan saya sebaiknya, apa yang menjadi keunggulan TIUI dari universitas lain yang bapa rasakan? Kebetulan teman lama saya diterima di simak ui jurusan TI tahun ini… Terimakasih, pa…

29 05 2010
hidayatno

Sewaktu kami merancang kurikulum TIUI, kami mendapatkan bahwa di program studi (PS) TI patokan (benchmark) di amerika selalu mengadaptasi terhadap kebutuhan dr komunitas sekitarnya. Sehingga PS TI di setiap negara bagian (provinsi) memiliki keunggulan sesuai dg karakteristik pada negara bagian itu. Hal yg sama kita dasarkan pada saat merancang pola pikir (school of thought) dr TIUI.

TIUI berada di ‘universitas’ di ‘ibukota negara’ yg menjadi tidak hanya ‘sentra jasa’ di ibukota tetapi dikelilingi pula oleh ‘sentra manufaktur’ yg juga kuat (bodetabek).

Berarti kami harus seimbang menyiapkan anak didik kita, dg cara mengidentifikasi komposisi keilmuan (body of knowledge) yg menjadi core pada kedua bidang tersebut. Istilah ‘kuno’nya, back to basic. Kuliah bs sama atau mirip judulnya, tetapi cara, studi kasus, penekanan bisa berbeda. Walaupun akhirnya kami menyadari bahwa lebih dari 70% lulusan kami malah bekerja pada sektor jasa, tetapi itu adalah impact terhadap perkembangan sektor jasa yg lebih berkembang dr manufaktur utk kawasan/komunitas jabodetabek.

TIUI juga mengacu kepada perkembangan keilmuan TI di dunia, yg ‘inklusif’ bukan ‘eksklusif’, kita bersedia mengadopsi methods atau tools dr mana saja yg memang berorientasi pada peningkatan efisiensi dan efektivitas. Sesuatu hal yg sulit terjadi pada bidang ilmu teknik, tetapi karena kita di universitas, hal ini lebih dimungkinkan. We are always learning new things, when we open our minds.

29 05 2010
Jason Suteja

Terimakasih Pak atas artikelnya.
Dari yang saya baca, saya melihat ada sedikit kemiripan antara ilmu teknik industri dengan manajemen murni yang dipelajari di pelajaran ekonomi, benarkah seperti itu Pak? Jika berbeda, mohon tolong dijelaskan apa saja perbedan nya antara teknik industri dan manajemen murni dalam bidang ekonomi. (penjabaran bisa dalam materi pelajaran serta sistim pembelajaran)

Terima Kasih

30 05 2010
hidayatno

Semua bidang ilmu pasti memiliki kemiripan, karena jika kembali ke filsafat maka semua ilmu pada dasarnya memiliki pokok pohon yang sama, hanya pencabangannya berbeda. Ini juga berlaku pada ilmu teknik industri dan ilmu manajemen murni (walaupun saya masih perlu tahu juga definisi anda tentang “manajemen murni”, apakah ada yang tidak murni? Jadi saya berasumsi anda adalah manajemen operasi dalam mikro ekonomi). Jadi jawabannya iya dan tidak, iya karena memang ada kemiripan dan tidak karena memang berbeda.

Karena namanya “Ilmu Manajemen” apakah berarti hanya ekonomi yang berhak untuk mengajarkannya? ketika definisi manajemen adalah cukup luas, dan tidak lagi menjadi sebuah “kata” sendiri, tetapi dilekatkan kepada kasus tertentu: kita mengenal manajemen rumah sakit, manajemen proyek, manajemen pabrik, manajemen artis dsb.
Apakah “ekonomi” sama dengan “bisnis dan manajemen”? di berbagai negara maju, school of economics berbeda dengan management school/school of business/school of commerce. Jadi anda ingin menggunakan “ekonomi” yang mana? Economics merupakan ranah sosial, di banyak negara eropa, economics berada dibawah social sciences (FISIP), karena memang ilmu ini dibangun untuk mengurusi perdagangan (trade), dan trade adalah hubungan antara manusia (nggak mungkin dengan makhluk lain khan? – kalau dukun itu nggak termasuk, karena dagangnya dengan makhluk “halus” .. he..he..).

Perbedaan utama manajemen dan teknik industri pada metode dan perkuliahan adalah pada 3 hal utama
1. Bobot kuantitatif, di tahun pertama perkuliahan di teknik, kita mengenal dasar teknik, yang semua mahasiswa mendapatkan bobot ilmu dasar eksakta seperti fisika, matematika, kimia (minus biologi). Memang tidak sebanyak bidang ilmu teknik lainnya (sipil, mesin dsb), tetapi yang termasuk dibangun adalah pola berpikir struktural dan logika matematika dalam memecahkan masalah.
2. Siklus hidup produk yang lengkap (Complete Product Life Cycle – PLC), struktur kuliah dibangun supaya anda bisa mengelola produk, dari desain hingga akhirnya disposal. Itulah kenapa anda mengamati ada kemiripan kuliah diatas, karena untuk bisa melakukan ini anda diajarkan marketing, desain produk, desain process, desain pabrik, pemeliharaan dsb. Bedanya apa? selain detail terhadap kasus disetiap kuliah, maka anda juga akan diminta untuk “merangkai” atau mengintegrasikan kuliah ini menjadi satu kesatuan “solusi” untuk seluruh PLC ini. Istilah sederhananya, tidak hanya “dalam” tetapi juga “luas” (deep and wide).
3. Aspek Rekayasa, teknik memiliki ciri khas pada aspek rekayasa, yang sangat kuat pada aspek desain, prototyping and development. (Ini juga menguatkan kembali point ke 2 diatas) Manajemen memiliki makna mengelola menjadi lebih baik, maka manajemen hanya berfokus kepada apa yang telah ada, kemudian ditingkatkan.

Ketiga aspek diatas yang membuat kemiripan sekaligus perbedaan.

31 05 2010
underscore

Terimakasih, pa… Saya akan coba terangkan ke saudara saya… Hehehe… Nanti kalau ada perntanyaan lagi, saya tanya bapa lagi ya.. Jawabannya padat sih asik..

17 06 2010
MUHAMMAD AMIN

” Pak saya seorang lulusan ALIYAH swasta jurusan IPA thn 2004 ,dari dulu smpe skrng saya sangat kepengen banget Kuliah,tp baru tahun ini terpenuhi itu pun baru daftar sech,kebetulan saya ngambil TEKNIK INDUSTRI ,tp jujur Pak ,saya gak tau sebenarnya TEKNIK INDUSTRI itu apa,cuma dalam tekad saya pokoknya tahun ini harus kuliah,terserah mo ngambil Fakultas apa, jd yg ingi saya tanyakan sama Bapak:
1.apakah tindakan saya salah ngambil Fakultas teknik industri karna gak ada dasar?
2.apa sajakah yang perlu saya persiapkan untuk ke depannya biar hasilnya lebeh memuaskan?? mohon sarannya Pak….Terima kasih banyak sebelumnya.

26 07 2010
hidayatno

Pengambilan program studi untuk kuliah sebaiknya memang memiliki dasar pemikiran yang matang, terutama karena biasanya pendidikan tinggi dihubungkan dengan meningkatnya kesempatan kerja. Perguruan tinggi juga memiliki karakter pendidikan yang berbeda, dengan pendidikan menengah (SMA/Aliyah) karena “nama”nya pun berbeda, sudah bukan siswa lagi tetapi “maha”siswa, dimana maha mengandung makna bahwa beban terbesar dalam belajar di perguruan tinggi terletak kepada siswanya, tidak lagi pada gurunya.

Persiapan yang harus anda lakukan sebagai “maha”siswa terutama adalah persiapan mental untuk mengubah cara belajar, cara berteman dan cara untuk memotivasi diri anda sendiri sehingga siap untuk menghadapi lingkungan belajar di PT yang mandiri dan dewasa.

26 07 2010
Anakpadang

Bapak, kenalkan saya ari.saya dari PAdang..Terima kasih atas artikelnya. membacanya membuka cakrawala saya tentang apa itu TI.
Yang ingin saya tanyakan disini. Saya mempounyai sahabat. Dia kuliah di TI. di perguruan tinggi negeri di Kota Saya.
Sampai saat ini dia bingung tentang penentuan karirnya di masa depan.
Dia hobi membaca dan menulis. bahkan tulisan telah di muat di beberapa media nasional.
Terkait dengan Ilmu yang sedang di pelajarinya di bangku kuliah, karir apa yang sebaiknya dia jalankan nantinya dikaitkan antara ilmu TI dengan hobi dan kesenangannya tersebut. Saya juga bingung pak. Mohon penjelasan.Terima kasih.

26 07 2010
hidayatno

Harus bisa dibedakan antara softskills dan hardskills, kemampuan teman anda yang suka menulis ini merupakan softskills yang akan sangat membantu dia dalam karirnya nanti.
saya mengetahui ada mahasiswa yang dengan hobi menulisnya dia bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah diluar negeri, dengan keaktifanya mengikuti kompetisi tulisan ilmiah secara nasional maupun internasional. saya juga memiliki bekas mahasiswa yang saat ini telah menulis buku sendiri tentang pemasaran, jadi dari softskills itu peluang untuk mengembangkan dirinya masih sangat luas

Dan akhirnya, dia bisa menjadi wartawan, yang menjadi ahli untuk meliput perkembangan industri di Indonesia.

5 08 2010
Handoko

Yth. Pak Hidayatno. Perkenalkan nama saya Sugeng Handoko salah satu mahasiswa Teknik Industri Universitas di Jogjakarta. Setelah membaca blog anda semakin membuka inspirasi saya tentang teknik Industri. Saat ini saya mengembangkan wisata di Desa saya dan rencana akan saya jadikan sebagai Tugas Akhir/Sekripsi. Mohon bimbngannya nanti dan pertimbangan2nya. Mohon berkenan membalas via email. Suwun….

15 09 2010
hidayatno

Handoko, coba cari deh email saya di kampus UI, silahkan email saya disitu yaa.

17 08 2010
eessti

prospek kedepan TI itu apa aja?
saya ditawarin kuliah TI tapi saya ga ngerti mengenai TI
TI itu sulit apa ngga dipelajarin?

17 08 2010
hidayatno

Sulit atau tidak tergantung minat dan kemampuan kamu. Minat menimbulkan motivasi, dan motivasi akan membuat kemampuan kamu akan meningkat dg drastis.
Dan TI menurut saya; sangat menarik, karena menggabungkan yang terbaik dari ilmu eksakta dg dukungan ilmu sosial.

25 08 2010
eno

Pak,. Selamat malam,. Saya eno, mau tanya,. saya ingin sekali kuliah, tapi masih bingung,. saya bekerja di perusahaan farmasi,. sma lulusan IPA tahun 2003, apa mungkin saya bisa Kuliah di TI jika saya sudah 7 tahun tidak belajar?? dan prospek kedepannya apakah bagus buat karir saya?? thanks ya pak

15 09 2010
hidayatno

Memang bagi yang sudah bekerja, biasanya akan mengalami sedikit “shock-culture” ketika kembali di kampus. Keketatan akademis, tugas-tugas yang menumpuk, waktu yang semakin sedikit dsb, tetapi banyak orang yang berhasil melakukannya. Singkatnya, bisa tetapi memang tidak mudah.

Saya termasuk berhati-hati mengatakan prospek, karena menurut saya memprediksi prospek suatu bidang ilmu merupakan rumus yang sulit untuk diformulasikan. Ada unsur anda sendiri sebagai kandidat, unsur kualitas dari PT tempat anda kuliah nanti, unsur perkembangan perekonomian Indonesia nantinya, dan lain-lain. Kalau anda menanyakan hal yang sama di Amerika saat ini misalnya, maka jawabannya semua lulusan tidak memiliki prospek, karena ekonomi mereka masih bermasalah.

18 09 2010
Roy

Pak, selamat malam,, Saya Roy,, saya sekarang kelas 3 SMA di jurusan IPA.. Begini,, saya ingin kuliah,, tetapi ingin kuliah di jurusan TEKNIK.. Kakak saya menyarankan untuk di jurusan manajemen,, tp saya kurang “sreg” pak.. Nah,, saya tertarik dengan salah satu jurusan teknik,, yaitu Teknik Industri.. Namun saya masih bingung dan ragu,, apakan saya mampu ato nggak ntar kalo udah kuliah nya.. Karena kata temen2 saya,, TI itu harus kuat di mata pelajaran Fisika dan Matematika.. Sedangkan saya gak istimewa2 amat di kedua pelajaran tersebut… Saya tidak berani hanya modal nekat saja pak.. Takutnya ntar pas udah di pertengahan kuliah akan mengalami kesulitan dan ingin pindah jurusan,, padahal saya berasal dri kelaurga yg biasa2 saja… Mohon saran dan bimbingannya pakk,… Terima kasih ya pak.. ^^

21 09 2010
hidayatno

tidak bisa dipungkiri bahwa karena teknik industri, tetap merupakan bidang ilmu teknik maka akan tetap dibutuhkan kemampuan fisika dan matematika yang sesuai dengan kebutuhannya. Tentunya fisika dan matematika untuk teknik industri berbeda dengan kebutuhan teknik sipil, mesin atau bahkan planologi, atau arsitektur misalnya. Saya tidak bisa mengatakan bahwa jika anda “biasa” saja maka anda tidak akan mendapatkan kesulitan atau mungkin tidak akan bermasalah, mengambil teknik industri, karena tentunya saya tidak mengenal anda secara detail. Belum lagi kita harus sama-sama mendefinisikan statement “istimewa” anda. Tentunya yang saya tahu pasti, anda tidak harus pernah mengikuti olimpiade matematika untuk mendaftar ke TI.

Kekuatan fisika dan matematika juga tergantung dari “gaya” institusinya. Biasanya pada institusi yang bersifat institut, dan bukan universitas, keketatan untuk kebutuhan matematika, fisika dan kimianya menjadi tinggi.

Kebutuhan matematika TI sebenarnya adalah matematika dasar, terapan dan statistika. Matematika dasar, karena memang dibutuhkan kemampuan aritmatika, persamaan dll. Terapan karena sebagai seorang TI anda perlu bisa mengetahui apa arti kekuatan sambungan las untuk sebuah produk kursi, dan apakah sambungan tersebut cukup kuat. Statistika karena merupakan core keilmuan TI, yang sangat berguna dalam memecahkan masalah.

20 09 2010
fali

pak saya mau tanya, sebenarnya pekerjaan/tugas pokok dari anak TI itu apa . . ? lalu bidang kerja apa yang mnjadi keahlian utama anak TI ? dan jga kita dapat kerja di apa saja ( menjadai apa, seorang marketing atau apa)

21 09 2010
hidayatno

Saya kira sih cukup jelas dalam artikel ini yaa, mengingat luasnya bidang kerja yang akhirnya bisa dikontribusikan oleh anak TI, saya jadi suka lupa apa saja bidang kerjanya. Terutama dengan semakin banyaknya organisasi/perusahaan yang sebenarnya tidak bergerak pada bidang manufaktur, yang semakin membuka diri terhadap peranan anak TI.

Tentang Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi), menurut saya pada dasarnya adalah “Tukang” pembuat sistem yang efisien dan efektif.

23 09 2010
liya maulidianti

pak,, saya liya hendak mencari jurusan,,
sya mau bertanya,, apakah teknik industri ini membrikan peluang kerja yang bagus apabila tidak berwiraswasta (menjadi PNS)? kalau boleh, bisakah dijelaskan/disebutkan tentang prospek kedepan untuk TI?

24 09 2010
hidayatno

Saya rasa dengan semakin lebih luasnya bidang dimana lulusan TI diterima atau berwiraswasta, maka prospeknya masih terbuka, tergantung dari anda sendiri yaa.

Saya baru saja menulis tentang PNS TI, silahkan dibaca.

24 10 2010
adit

ass.
saya mau tanya,apa persamaan dan perbedaan teknik industri dengan teknik lainya? terima kasih banyak atas jawabanya

27 10 2010
hidayatno

Jawaban sederhananya adalah persamaannya adalah sama-sama bidang ilmu teknik.

Teknik mengaplikasikan pengetahuan manusia tentang ilmu sains untuk merekayasa lingkungan manusia sehingga manusia dapat meningkat kualitas hidupnya.

Dalam tugasnya yang luas itu, maka dibutuhkan spesialisi. Jika mencakup perubahan struktur fisik lingkungan: sipil, metalurgi dll. Jika membantu manusia untuk bekerja lebih baik dan sehat: mesin, elektro, kimia dan industri dll.

Jadi untuk bisa melakukan rekayasa tetap dibutuhkan kemampuan sains terapan yg kuat, dimana dikurikulum dikenal sebagai kelompok kuliah dasar ilmu teknik, yg mencakup math, physics, dll.

Perbedaannya tentunya pada ruang lingkup spesialisasi yg berdasarkan obyek. Teknik industri obyeknya ada industri, sebuah entitas terorganisir yg meningkatkan nilai tambah dr yg diolah, baik jasa maupun manufaktur.

19 11 2010
nurhayaty azis

tulisan yg bagus.. Cukup memberikan info yg jelas ttg teknik industri.. ^_^

24 02 2011
fetrin

Pak, mau tanya, apa beda yang mendasar antara teknik mesin dan teknik industri. Saudara saya saat ini sudah diterima di 2 jurusan tersebut, tapi masih bingung untuk memilih. Untuk gambaran, dia paling senang dengan yang berbau otomotif dan mesin2, pokoknya otak atik mesin. Jadi sebaiknya ambil jurusan apa yang mendekati dengan minatnya ?. Terima kasih.

25 02 2011
hidayatno

Menurut saya ada 2 tipe orang dalam hal menghubungkan pekerjaan dan hobi, orang pertama adalah yang ingin pekerjaannya sesuai dengan hobinya dengan keyakinan bahwa jika kita mengerjakan apa yang kita suka maka kita akan bekerja dengan baik. Orang kedua adalah yang tidak mau menggabungkan keduanya, menurut dia hobi adalah tempat dimana dia bisa mendapatkan “ketenangan” atau “kesenangan”, karena bekerja biasanya identik dengan “terpaksa” jadi tidak menyenangkan. Anda perlu eksplorasi hal ini dengan dia.

Perbedaan mendasar yang membuat teknik industri lahir dari teknik mesin (Secara historis, sebagian besar program studi teknik industri dilahirkan dari program studi teknik mesin) adalah memasukkan unsur manusia kedalam peningkatan efisiensi pada skala yang lebih luas dari hanya efisiensi mesin, tetapi bukan dalam perspektif manusianya, tetapi dalam perspektif efisiensinya. Karena jika khusus pada perspektif manusia, psikologi jawabannya. Itulah mengapa beberapa perkuliahan akan diklaim mirip dengan manajemen, tetapi sebenarnya tidak sama karena perspektif dan tujuannya berbeda.

25 02 2011
fetrin

Terima kasih pak penjelasannya. Utk mata kuliah math dan fisika lbh berat di t.mesin atau t. industri ?. Bila tdk terlalu menonjol dlm math dan fisika apakah akan mampu kuliah di teknik mesin nantinya ?.
Saudara saya takut salah ambil pilihan Pak. Ke depan utk gambaran mencari pekerjaan, lebih fleksibel/lebih luas mana lahan pekerjaan lulusan teknik mesin atau teknik industri ?.
Terima kasih Pak sebelumnya.

4 03 2011
hidayatno

Saya tidak bisa berbicara antar masing universitas karena memang ada perbedaan. Secara garis besar kebutuhan dasar matematikan dan fisika antara teknik mesin dan teknik industri adalah sama, terkadang bahkan untuk keseluruhan program studi teknik adalah sama. Ini karena yang namanya teknik, pasti ada matematika dan fisikanya. Memang kebutuhan lanjutannya berbeda, jadi besar sekali kemungkinan di teknik mesin lebih banyak dari teknik industri.

Saya kira soal fleksibilitas juga sama. Secara bidang besar, memang hanya TI yang memiliki kesempatan untuk bekerja pada 2 bidang, yaitu jasa dan manufaktur. Tetapi sebenarnya setiap bidang memiliki peluang yang besar pula. Manufaktur bergerak dari pembuatan barang, perusahaan minyak dan lain sebagainya. Tetapi ini juga tergantung dari tujuan tempat kuliah anda, karena pengaruh nama perguruan tinggi juga besar.
Cara sederhana yang saya sarankan buat semua calon mahasiswa adalah mencari yang lebih baik atau terbaik dari setiap universitas/institut yang dituju, jika pada tujuan lebih baik program studi A secara ranking maupun penerimaan masyarakat maka ambillah PS tersebut.

17 04 2011
tamam

nama saya tamam.salam hangat dri saya Pak. saya lulusan teknik mesin dan saya dulu paling benci sama pelajaran fisika kimia. namun sekarang saya mau ngelanjutin kuliah msuk jurusan TI. pertanyaan Saya. Apakah saya mampu memahami TI dan apakah saya mampu tuk bisa mempelajari TI tu. sedangkan saya tak mempunyai dasar tentang ilmu TI itu sendiri. tolong di jwab PAK. dan saya mengucapkan banyak2 terima kasih.

4 05 2011
hidayatno

Kalau anda “dulu” benci, sekarang berarti tidak lagi? :)
Kalau menurut saya sih seharusnya tidak menjadi masalah, cuma itu semua tergantung kamu. Memotivasi diri merupakan suatu hal yang harus anda pelajari sendiri.

20 04 2011
Putra

Background Saya sarjana teknik mesin dan saya hendak meneruskan program master. Saya tertarik dengan bidang teknik Industri di program master saya di eropa. Namun saya tidak tahu (dan menjadi agak ragu karena ketidak tahuan saya) apakah lulusan master teknik industri sangat dibutuhkan disana (amerika/eropa) ? Prospek pekerjaan yang memungkinkan buat master teknik Industri di eropa itu apa ? Karena saya tidak berharap ilmu yang saya pelajari tidak sia2 dan terpakai di dunia kerja. Harap beri masukan pak. Terima kasih pak hadiyatno.

4 05 2011
hidayatno

Saat ini eropa sedang mengalami pula krisis ekonomi sebagai imbas krisis yang melanda Amerika (kecuali Jerman yang masih perkasa akibat ekspor permesinan teknologi tinggi), sehingga anda harus berhati-hati memilih negara mana yang anda akan tuju, karena walaupun namanya Eropa, tapi sebenarnya setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda. Ini termasuk karakteristik dari perguruan tingginya, ada yang masih generalis dan ada yang sudah sangat spesialis. Setahu saya tidak banyak perguruan tinggi eropa yang memiliki program dengan nama “Teknik Industri”. Beberapa program bahkan meletakkan Teknik Industri dibawah Fakultas Bisnis dan Manajemen, ini tantangan anda.

Di TIUI sendiri ada staf dosen yang pernah mengenyam pendidikan di Jerman, dan dia pernah bekerja di konsultan untuk inovasi. Tetapi Jerman memiliki spesialisasi yang dalam pada pendidikan tingginya.

25 04 2011
Spesialisasi Keilmuan dalam Teknik Mesin « Ardi96′s Blog

[...] Artikel ini adalah merupakan kelanjutan dari Artikel: Apa Itu Teknik Industri? [...]

12 07 2011
akbar

pak saa mau tanya,, apakah org penderita buta warna parsial dapat bekerja di jurusan TI ini?

tnx,, :)

18 07 2011
hidayatno

Saya bingung menjawabnya, tergantung pada bidang pekerjaan yang akan ditekuni nanti, mengingat luasnya peluang kerja yang bisa diambil oleh TI. Ketika pekerjaan itu menuntut kemampuan untuk membedakan warna (percetakan, perbankan, dll) maka bidang ini mungkin tidak bisa menerima anda.

15 07 2011
Geri

Nama saya geri , saya baru lulus thn 2011 dari sma . saya mau nanya nih pa , saya keterima di TI Universitas swasta salah satu di bandung . yg saya bingungkan “katanya” TI d universitas tersebut kurang bagus. Apakah saya harus mencari lagi kuliah dan tidak mengambil TI tersebut? atau mengikuti snmptn tahun depan ? Karena tahun ini saya tidak lolos msk FTI ITB . menurut bapak bagaimana ? Apakah lulusan Universitas ternama sangat mempengaruhi kerja nanti dan gampang mencari kerja ? mohon bantuannya

18 07 2011
hidayatno

Tentunya reputasi universitas mempengaruhi pertimbangan dalam penerimaan karyawan, hal ini memang tidak dapat dipungkiri. Ada sesuatu dalam atmosfir akademis universitas ternama yang penuh kompetisi dan orientasi perkuliahan yang tinggi, yang menjadi pertimbangan. Pertimbangan lain dalam merekrut karyawan adalah prestasi individu sang mahasiswa, misalnya universitasnya sih biasa saja, namun prestasi anda luar biasa (nasional bahkan internasional) maka ini juga dijadikan faktor plus.

Keputusan untuk tetap tinggal atau mencoba kembali, sepenuhnya ditangan anda setelah berkonsultasi dengan keluarga. Tidak baik juga bagi anda (menurut saya) jika anda tidak mengambil aktivitas yang memaksa anda belajar sambil menunggu mendaftar kembali, walaupun terkadang kuliahpun terkadang tidak juga akan memaksa anda belajar, misalnya anda akan keasikan berorganisasi atau berteman dengan teman-teman baru di kampus sekarang, sehingga lupa belajar.

18 07 2011
ahmad muhsin

Ulasan yang cerdas, simpel dan mengena..

Saya sepakat dengan uraian dari bapak, memang sebenarnya kegelisahan mahasiswa dan masyarakat tentang teknik industri yang disebut-sebut sebagai ilmu gado-gado atau malah banci karena tidak jelas kelaminnya perlu untuk diberikan kata-kata kunci dalam keilmuan teknik industri, termasuk artikel yang bapak buat.

Saya termasuk orang yang ingin melakukan kolaborasi antara keilmuan teknik industri dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, lebih spesifiknya mengemas sistem industri dalam kemasan DSS (Decision Support System), Mohon masukannya dari bapak ?, saya berencana ini akan saya jadikan topik untuk disertasi studi lanjut..

terimakasih.salam…

18 07 2011
hidayatno

Tiga tugas utama perekayasa industri adalah perancangan, peningkatan dan instalasi, yang kesemuanya memiliki unsur pengambilan keputusan, untuk itulah kuliah di TI biasanya juga ada mengenai teori keputusan atau manajemen resiko, atau yang mirip dengan ini, seperti DSS. Kerangka DSS sendiri memang banyak dipengaruhi oleh bidang informatika, sehingga terkadang terlalu berorientasi pada pembuatan software, dashboard, atau digital workflow. Saya tidak tahu anda akan disertasi ke arah mana, cuma memang sebagai perekayasa industri, muatan industrinya harus signifikan, artinya cara pandang software adalah sebagai tools pendukung sebuah proses pengambilan keputusan, bukan yang utama. Artinya Sistem Pengambilan Keputusan, berorientasi pada humannya, pada prosedurnya, dll (misalnya dengan perspektif 5M -man, machine, material, money and methods).

14 08 2011
erham

terimakasih ya pak atas ulasannya?? sehingga saya sudah mempunyai gambaran yang jelas…
kebetulan saya skrg kelas 3 SMA dan bingung memilih jurusan….
dan sekarang saya jadi mengerti apa dan bagaimana teknik industri itu…

8 09 2011
fikar

apakah bidang matematik dan fisika saja yg menjadi dasar kuat tehnik industri?? saya sangat berminat sekali tetapi saya bingung apa yang harus saya kembangkan dan saya mau llus SMA pak

20 09 2011
hidayatno

Kuat adalah bahasa yang sebenarnya relatif, orang berumur tua mungkin tidak lebih kuat dari remaja, tetapi pasti lebih kuat dari bayi.
Matematika dan fisika “penting” karena banyak tugas di teknik industri yang tetap membutuhkan kemampuan matematis dan pemahaman hukum fisika ketika mengerjakannya, tetapi tentunya tidak sampai kamu harus membuat persamaan kompleks matematika (walaupun bidang itu ada juga di TI) atau harus belajar seperti ahli astro-fisika yang bisa memprediksi pergerakan atom jika diberi energi (padahal atomnya nggak kelihatan).
Jadi applied mathematics dan applied physics adalah batasan maksimal pemahaman yang harus kamu miliki, dan ini sebenarnya sudah dicover dalam kurikulum SMA.
Kalau kamu masih SMA, bersiaplah materi ujian masuk PTN atau SNMPTN, perhatikan kebutuhan ujiannya. setahu saya di website simak ui bisa didownload contoh2 soalnya (simak.ui.ac.id), itulah kemampuan yang harus anda kembangkan.

23 09 2011
Marsel

Dear, Pak. Bgaimana Memanfaatkan Fisika dalam Disiplin Teknik Industri?

11 10 2011
hidayatno

Ilmu fisika digunakan dalam teknik industri sebagai ilmu dasar yang diberikan kepada mahasiswa sehingga mereka mampu: (1) menyadari batasan fisika terhadap beberapa komponen 5M (man machine material) yang harus dipertimbangkan untuk perancangan perbaikan (2) memanfaatkan pengetahuan fisika untuk mengungkit (leverage) produktivitas kerja.

Pada aspek 1, batasan terhadap material misalnya berujung kepada apakah sebuah usulan penggantian material untuk komponen bisa dipertimbangkan tidak berdasarkan karakteristik material tersebut
Pada aspek 2, untuk faktor manusia (ergonomi) ada konsep motion economy, yang salah satunya menggunakan gravitasi untuk membantu kerja manusia. Ilustrasi yang saya berikan adalah counter supermarket yang besar dan belum motorized (hero, ranch dll), mereka memiringkan counternya dan meletakkan tas plastik pada gantungan khusus sehingga barang dengan lebih mudah masuk ke plastik bungkusnya.

10 10 2011
M Ridho Anugerah

saya M Ridho Anugerah,,
Saya membaca semua artikel bapak dari awal sampai akhir ,,,
saya sangat termotifasi dan keprcayaan diri saya sangat kuat dalam mempelajari TI,,
Terimakasih banyak pak ,, he

23 11 2011
sandra

pak hidayatno mksh ya penjabarannya yg super jelas. sy jd ngerti bahwa TI itu sbnrnyapkrjaannya luas bgt ya. bgni pak suami sy sdh smester akhir & skrg sdg mnyusun skripsi. tp sy bingung koq baik suami atau teman2nya sptnya krna sdh mengajukan bbrp x judul & tertolak terus sptnya jd mls. apa sbnrnya kesulitannya y pak? mohon advisnya.trims

6 12 2011
hidayatno

Dinamika dalam penyusunan skripsi atau tugas akhir memang salah satunya adalah “hubungan” antara dosen dan bimbingannya. Saya tidak tahu karakterisik dosennya, seharusnya jika ditolak maka suami anda tentu bisa menanyakan kepada dosen yang bersangkutan kenapa ditolak, dan menurut dia apa yang seharusnya diambil.
Bisa jadi pula suami anda tidak cocok dengan tawaran topik yang diminta oleh dosen, namun tentunya harus ada strategi untuk mencari jalan tengah. Tentunya perlu dilihat apa minat dari dosen tersebut yang bisa ditanyakan atau dilihat dari koleksi bimbingan dosen ybs.

Dinamika hubungan ini memang hanya satu kuncinya: komunikasi dan lupakan gengsi/ego dll, sederhananya always ask and never take it personally.
Terkadang kita merasa diri kita lebih baik, atau lebih berpengalaman dll, tapi sikap itu malah akan menahan kemajuan usaha kita. Ditolak bukan berarti kita bodoh, atau dosen sombong dll, hentikan berpikir semacam ini, dan cari jalan keluarnya.

27 11 2011
16 01 2012
Meri

Pak,, saya sangat senang membaca blog dari bapak,,
walaupun saya sudah lulus TI ekstensi,,
tapi saat ini saya berencana dan ada kesempatan untuk mengajar jurusan teknik industri, tapi saya belum tau mengajar mata kuliah apa.
Sebenar nya saya juga kurang Pede untuk ngajar, krn saya sendiri lulusan ekstensi sambil bekerja, jadi tidak terlalu mndalami dan fokus kuliah,,
tapi saya benar2 ingin mengajar,,
apakah bapak punya trik2 tertentu bagaimana cara mengajar dengan baik dan bagaimana menguasai mata kuliah yang diajar agar bisa disampaikan dengan baik dan dimengerti dengan baik,,,

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

Meri

24 02 2012
hidayatno

Menurut saya, ada beberapa tipe pengajar, dan setiap tipe memberikan kontribusinya masing-masing dalam pendidikan mahasiswa. IDealnya sih semua tipe ada dalam 1 dosen, tapi itu biasanya sangat langka. Tipe pertama: scholars, yaitu tipe pengajar berbasis teori, yang mengajarkan tentang apa yang baca dan olahan pikirannya. Tipe kedua: research based, yaitu tipe pengajar berbasis pada kumpulan riset yang dia lakukan, ini pengembangan dari scholars, tetapi sudah tidak lagi membaca teori dan menerangkannya, tapi menciptakan teori atau mendebat teori yang dikemukakan lagi, Tipe ketiga: practitioner, yaitu tipe pengajar berbasis pada pengalaman, yaitu menceritakan bagaimana kondisi lapangan saat ini dan tips-tips lapangan.

Setiap tipe pengajar cocok untuk setiap jenis pengajaran maupun tipe audiensnya. Tentunya untuk akademis tipe 1 dan 2 biasanya lebih cocok dan mahasiswanya lebih “pasrah”, tapi yang ketiga biasanya untuk training lapangan dan mahasiswanya memang sudah “pengalaman”.

Tetapi tentunya paling baik adalah yang memiliki unsur ke-3-3-nya. Jadi saran saya, perdalami kembali teori yang anda dapatkan di perkuliahan kemudian perkaya dengan cerita-cerita yang bisa anda dapatkan dilapangan.

28 03 2012
jajangmyun

assalamualaikum pak, saya sedang bingung untuk memilih, kira – kira apa perbedaan TI dan management, karena saya baca sepertinya ada kesamaan dengan cara pembelajaran TI dan management, lalu di dunia kerja sekarang, mana yang banyak di cari, TI dan management itu bagaimana perbandingannya pak.. saya sedang bingung, untuk memilih fakultas apa yang saya akan pilih antara kedua itu setelah lulus sma. terima kasih atas jawaban bapak

28 03 2012
hidayatno

Di cara pandang TI, manajemen hanyalah sebagian tugas dari perekayasa industri, kami masih memiliki tugas mendesain dan instalasi. ni berarti manajemen yang berfokus kepada peningkatan (untuk membedakannya dengan administrasi) merupakan salah satu tugas perekayasa industri. TIUI sendiri memiliki cara pembelajaran yang berbeda dengan manajemen, karena fokus utama kepada desain, tidak hanya desain produk, tetapi juga desain proses, pabrik/operasi, organisasi, rantai suplai dan strategi. Jadi seharusnya berbeda. Kami percaya bahwa kemampuan desain akan memberikan nilai tambah kepada kemampuan manajemen dan instalasi.

Kemampuan desain membutuhkan muatan kuantitatif yang tinggi, itulah mengapa banyak berbagai metode kuantitatif dan statistik industri yang diajarkan, yang tidak diajarkan di manajemen. Itulah mengapa matematika, fisika sebagai dasar keteknikan tetap harus diambil oleh calon perekayasa industri, walaupun tidak seberat program studi teknik lainnya.

Kesamaan antara manajemen dan teknik industri adalah pada skala obyek yang dituju, keduanya berfokus kepada skala mikro, yaitu pada perusahaan, sehingga terkesan memiliki kesamaan karena memang cara mengelola perusahaan pada dasarnya sama. Namun hanya itu saja, tentang apa dan bagaimana, pasti akan berbeda.

11 04 2012
Charly 10 Leonardo

Saya siswa SMA klas 12 yg pingin ngambil jrusan teknik industri tapi pertanyaan saya., kendala apa saja yang biasanya dialami (oleh mahasiswa) dalam jurusan ini??

11 04 2012
hidayatno

Kalau dari sisi pendidikan, saya kira tidak ada kendala yang berbeda yaa antara teknik industri dan bidang ilmu teknik lainnya. Ketika saya tanyakan tadi pagi ke beberapa mahasiswa, malah semuanya menjawab kuliah di TI lebih enak dibandingkan teknik lainnya, karena yang diajarkan sebuah solusi multi-pendekatan dan mereka bisa mengasosiasikan perkuliahan dengan permasalahan di Industri nantinya.

Malah kendala utama yang terpikirkan oleh saya adalah ketidakpercayaan diri mahasiswa teknik industri dalam menjelaskan bidang ilmunya.

16 04 2012
Angga

sangat menarik dan mengena pak artikel dan comment2nya,, jd kesimpulannya sbenernya manajemen itu hanya bagian dari Teknik Industri itu sendiri ya Pak? Teknik Industri lebih luas?
maksud saya, klo digambarkan dengan diagram Venn, berarti Manajemen itu ada di dalam Teknik Industri ya?

17 04 2012
hidayatno

Perspektifnya memang begitu dari sisi Teknik Industri, namun manajemen sendiri karena definisinya tadi, sebenarnya menjadi sangat luas, dan tidak “semua” ilmu manajemen dibutuhkan di teknik industri.

20 04 2012
Charly 10 Leonardo

Saya sbgai orang awam mw nanya nich Pak.. Apakah jurusan teknologi industri dan teknik industri punya perbedaan?

22 04 2012
hidayatno

Biasanya kata teknologi digunakan utk suatu hal yg lebih umum dibangingkan teknik. Di inggris: technology and engineering.

Walaupun sebenarnya tidak tepat menurut saya, ada banyak kampus menggunakan teknologi utk pembagian fakultas sedangkan teknik utk pembagian departemen, terutama yg bersifat institut. Jadi departemen teknik industri akan berada dibawah fakultas teknologi industri, bersama dengan teknik lainnya yg berorientasi pada aplikasi di industri, seperti teknik mesin, elektro dst. Untuk membedakan diri dengan misalnya teknologi pertanian, sipil dan perencanaan, dst.

Definisi teknologi dan teknik memang berbeda jika mengacu dari penterjemahan bhs inggris diatas. Namun saya kira jawaban diatas yg kamu inginkan.

2 05 2012
nil

trima kasih buat informasinya

3 05 2012
saomi

mohon maaf pak jika pertanyaan saya kurang berkenan, saya masih kelas 12 sma, dn kebetulan ktrima di perguruan tinggi dgn jurusan TI , awalnya saya gak banyak tau mengenai TI ,. hanya tau dari org lain saja , katanya prospek kerjanya itu ,dipabrik gitu, trus ngatur2 sesuatu keg management,, itu yg membuat saya tertarik, tapi stlh mmbaca blog bpk sy bnr2 kaget dn syok mndgr klo di TI ini lbh byk bljr fska dn math ny, sedangkan selama saya di sma ini saya lebih suka pelajaran biologi dn kimia ketimbang fisika, matematika saya jg gak bagus2 banget , apalgi fisika nya.. pertanyaannya apa sy slah memilih jurusan TI ini? haruskah saya memilih jurusan yang lain? atau tetap melangkah ke jurusan TI ? jika memang saya lebih baik tetap memilih TI , motivasi apa yang bakal bener2 ngenak ke saya nya supaya sy semangat buat masuk TI dan menganggap kalo TI itu gak sesusah yang dibayangin?
atas jawban bapak ,sebelumnya sy ucapkan trimakasih.

7 05 2012
hidayatno

Semua Teknik memang pasti memiliki basis matematika dan fisika, kemudian kimia dan sedikit biologi. Jika memang kamu sudah memilih teknik, maka memang pasti muatan ini ada, dimanapun tekniknya.
Apakah sulit? Entahlah, tergantung dari kamu, tetapi setahu saya tidak ada mahasiswa TI di UI yang tidak lulus matematika dan fisika, jadi seharusnya bisa.
Tentang apakah mengambil jurusan lain: saya tidak tahu, tetapi saya tahu bahwa sebuah pengambilan keputusan pasti memiliki alasan dan proses, terlepas kita sadari atau tidak, sehingga keputusan kamu pasti ada dasarnya. Jika dasar keputusan tidak berubah walaupun ada informasi, harusnya kita tetap kepada keputusan awal.

Saya coba memotivasi kamu dengan semua yang kamu sebutkan, yang ternyata dipelajari di teknik industri, dan ini menunjukkan bahwa teknik industri memang telah cukup memberikan bekal untuk kamu mengelola operasional industri:
1. Decision Making, pengambilan keputusan berbasis kepada metode kuantitatif dan semi-kuantitatif, karena pengambilan keputusan memang kompleks dan terkadang membutuhkan sebuah analisa mendalam.
2. Motivasi, kamu akan mempelajari psikologi industri yang salah satu topiknya adalah tentang motivasi, karena teknik industri berhubungan dengan manusia, maka memahami motivasi menjadi kunci utama untuk mengarahkan dan menaikkan produktivitas manusia.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 165 pengikut lainnya.