Apa itu teknik industri ?

Terdapat banyak sekali perdebatan dikalangan institusi pendidikan teknik industri tentang apa itu teknik industri, yang sebenarnya timbul akibat dari keluwesan dari penjabaran keilmuan teknik industri yang sebenarnya merupakan kekuatan dari keilmuan teknik industri. Blog ini mencoba untuk menjelaskan tentang penterjemahan konsep teknik industri di universitas indonesiayang menjadi dasar pengembangan kurikulum di Teknik Industri Universitas Indonesia. Konsep ini dapat secara lengkap anda akses pula di www.ie.ui.ac.id (website resmi Departemen Teknik Industri UI)

Teknik industri merupakan pencabangan keilmuan teknik yang berasal dari Amerika Utara. Itulah sebabnya di negara-negara eropa atau persemakmuran (commonwealth) anda tidak akan menemukan teknik industri, tetapi lebih spesifik lagi menjadi teknik manufaktur (manufacturing engineering) atau teknik manajemen (engineering management). Secara historis, teknik industri merupakan pencabangan dari keilmuan teknik mesin yang pada awalnya berfokus kepada bagaimana mengelola tidak hanya mesin-mesin manufaktur tetapi secara lebih makro: sebuah sistem manufaktur sebagai sebuah sistem terintegrasi. Mengingat pada saat itu memang dibutuhkan seorang ahli yang tidak hanya mengerti konsep dasar permesinan tetapi juga sanggup mengelola aliran produsi, penjadwalan, biaya dan lain sebagainya yang dibutuhkan untuk mengelola sebuah sistem manufaktur.

Secara definisi keilmuan teknik industri adalah

Industrial Engineering concerned with the design, improvement and installation of integrated systems of people, materials, equipment and energy …

… It draws upon specialized knowledge and skill in the mathematical, physical and social sciences together with the principles and methods of engineering ..

.. to specify, predict and evaluate the results to be obtained from such a system

Definisi ini diambil dari asosiasi profesi teknik industri dunia Institute of Industrial Engineering (IIE) – www.iienet.org

Definisi ini saya bagi menjadi tiga bagian utama untuk memudahkan penjelasannya:

Bagian 1: Teknik industri berfokus kepada perancangan, peningkatan dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, peralatan dan energi …

Bagian ini mendeskripsikan 3 peran utama yang harus dilakukan seorang teknik industri yaitu merancang, meningkatkan dan menginstalasi sebuah sistem terintegrasi.

Kita mulai dari sistem terintegrasi.  Dalam definisi ini dijelaskan bahwa sebuah sistem terintegrasi pasti memiliki minimal 4 komponen (sub-sistem) yaitu manusia, material, peralatan dan energi. Ini berarti semua sistem yang memproduksi atau meningkatkan nilai tambah baik berupa barang maupun jasa adalah obyek yang dikelola oleh teknik industri. Ini karena hampir semua sistem pasti memiliki ke-4 unsur tersebut.

Terintegrasi menunjukkan bahwa interaksi yang terjadi dari ke-4 unsur tersebut bermuara kepada sebuah perilaku sistem yang lebih dari hanya penggabungan sederhana ke-4 unsur tersebut. Seorang manusia adalah sebuah sistem terintegrasi yang menjadi manusia karena semua sub-sistemnya berinteraksi sedemikian rupa. tetapi jika dimasa yang akan datang kita bisa mendesain tubuh manusia dari komponennya kemudian menyatukannya apakah akan menjadi manusia?

Variasi yang terjadi dalam pendidikan teknik industri didunia biasanya bersumber dari pendefinisan sub-sistem dalam sebuah sistem (bisa lebih banyak dari 4 sub-sistem) serta perbedaan penekanan terhadap sub-sistem mana yang diperdalam pemahamannya. Tetapi semuanya pasti memiliki minimal 4 sub-sistem ini sebagai dasar. Untuk melihat perbedaan ini silahkan berkunjung ke www.ie.ui.ac.id (dibagian IE @ UI) untuk melihat bagai TIUI membagi sistem industri kemudian menterjemahkannya kedalam kurikulum yang bernuasa “back to basic“.

Merancang menunjukkan kemampuan untuk secara kreatif mengkombinasikan pengetahuan yang telah dimiliki kedalam sebuah rancangan sistem. Sistem yang paling klasik yang dirancang adalah sebuah sistem produksi manufaktur, baik hanya sebuah 1 line produksi atau lengkap 1 buah pabrik. Tetapi pada kenyataannya, sistem disini dapat berupa pula sebuah sistem solusi integratif (integrated solution systems), yaitu rancangan solusi yang “khas TI”: rancangan yang multi-perspective, multi-disiplin, multi-approach dan multi-dimensi. Solusi yang multi inilah yang menjadi kekuatan TI. Disinilah letak kemampuan integratif, yang membuat banyak lulusan teknik industri bekerja pada bidang konsultasi.

Meningkatkan dapat diterjemahkan sebagai manajemen. Pakar manajemen mengatakan bahwa ada beda antara administrasi dan manajemen. Administrasi berorientasi untuk mengerjakan hal yang sama terus menerus secara tepat aturan, sedangkan manajemen bermakna ada peningkatan yang harus dilakukan. Berdasarkan definisi ini tentunya manajemen menunjukkan kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah, karena inti dari peningkatan adalah kemampuan memecahkan masalah. Ini mencakup kepekaan mengidentifikasikan masalah, kemampuan analisa dengan berbasis data menggunakan ilmu statistik, berfikir sistem dan lain sebagainya yang berguna dalam memecahkan masalah.

Menginstalasi menunjukkan kemampuan untuk melakukan pendefinisian langkah-langkah yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi terhadap rancangan sistem. Menginstalasi membutuhkan ilmu manajemen proyek, walaupun manajemen proyek untuk teknik industri tentu berbeda dengan teknik sipil.

Menginstalasi memaksa seorang teknik industri untuk berfikir jauh kedepan dalam merancang dan meningkatkan sistem. Dalam 7 kebiasaan manusia efektif, konsep ini dikenal sebagai mulailah dari hasil akhir yang diinginkan (Begin With the End in Mind). Penterjemahan konsep ini contohnya adalah design for maintenance, design for manufacture, design for six sigma dsb. yaitu sebuah konsep perancangan yang sudah memasukkan unsur kemudahan pemeliharaan, pembuatannya bahkan pengontrolan kualitasnya sehingga produk dapat lebih cepat diterima oleh pasar dalam kualitas optimal.

Bagian 2: .. untuk ini dibutuhkan pengetahuan dan keahlian dalam bidang matematika, fisika dan ilmu-imu sosial serta prinsip dan metodologi teknik/rekayasa ..

Bagian ini menunjukkan kebutuhan keilmuan dasar untuk mendukung peran seorang teknik industri dan penegasan bahwa teknik industri walaupun erat dengan ilmu sosial masih merupakak bidang teknik. Itulah sebabnya dalam kurikulum teknik industri tahun pertama sarat dengan kuliah-kuliah dasar keteknikan seperti kalkulus, aljabar linear, fisika, kimia dan sebagainya, walaupun muatannya tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dari teknik industri.

Prinsip dan metodologi teknik/rekayasa adalah penekanan pada aspek desain, prototyping dan membangun sistem (develop=engineer) yang merupakan ciri khas bidang ilmu teknik. Jika ahli teknik lain membangun sistem nyata (tangible) seperti jembatan, bangunan, mesin dsb, maka ahli teknik industri memiliki tugas yang lebih berat, yaitu membangun yang nyata (pabrik atau proses produksi) tetapi pada saat yang sama membangun yang tidak nyata (intangible) seperti sistem penilaian kinerja, sistem pengembangan SDMnya, perhitungan activity based costingnya, jadwal pemeliharaanya, dsb. Jadi kerjaannya malah lebih berat.

Bagian 3: .. untuk menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sebuah sistem terintegrasi.

Bagian 3 merupakan sebuah konsekuensi yang logis dari penterjemahan bagian 1 dari definisi teknik industri, yaitu 3 peran utama teknik industri tentunya akan menciptakan sebuah sistem baru atau sistem perbaikan dengan kinerja yang lebih baik. Ini berarti perbaikan atau perancangan harus berorientasi kepada fakta dan data.

Ada 3 permasalahan dalam kinerja, yaitu bagaimana menspesifikasikan kinerja, memprediksi kinerja yang telah dispesifikasikan dan bagaimana mengevaluasinya.

Menspesifikasikan: Kinerja harus dispesifikasikan di awal sebuah perancangan atau peningkatan sistem, karena setiap pihak bisa jadi memiliki perbedaan persepsi terhadap arti kinerja. Seorang ahli keuangan mengatakan kinerja baik dari sebuah sistem adalah penghematan biaya, seorang marketing mengatakan kinerja baik berarti memenuhi kebutuhan pelanggan, seorang manajer produksi mengatakan kinerja baik adalah kesesuaian dengan standard produk. Semua kinerja ini tidak ada yang salah, tetapi semua kinerja ini bisa saling bertentangan dan berakibat sistem tidak akan kemana-mana, sehingga perlu diselaraskan.

Menspesifikasikan, juga berarti seorang teknik industri harus menentukan indikator, cara mendapatkan indikator, merancang cara mencari data, menentukan alat yang digunakan untuk mengukurnya, frekuensi pengukuran dsb.

Memprediksi: setelah dispesifikasikan, tentunya ketika merancang atau meningkatkan sistem kita sudah bisa mendapatkan semacam gambaran bagaimana sistem tadi berfungsi nantinya dan bagaimana kinerjanya. Artinya, kinerjalah yang menjadi patokan anda dalam memperbaiki dan merancang sistemnya, bukan berdasarkan feeling atau malah tidak memiliki dasar sama sekali (hanya karena pengin aja)

Mengevaluasi: tentunya setelah sistem diperbaiki atau dirancang dan diinstalasi, maka kita perlu melakukan evaluasi secara riil terhadap kinerja yang telah dirancang pada saat awal. Jika kinerja telah dispesifikasikan dengan baik pada saat awal, maka pada langkah ini dijalankan pengevaluasian kinerja. Tentunya hasil dari evaluasi akan menjadi umpan balik dalam perbaikan berikutnya.

 

Engineer_vs_IE

(image from www.iienet.org)

248 thoughts on “Apa itu teknik industri ?

  1. alfitroh akbar berkata:

    selamat siang pak..
    terima kasih atas artikelnya pak, sangat berguna sekali bagi saya, terutama saya baru tau bahwa arsitek dan teknik industri ada persamaannya. heeheh
    kebetulan saya mahasiswa jurusan teknik industri semester akhir, dan sedang proses pengajuan skripsi, tetapi saya bingung pak untuk pengakukan skripsi karena saya bekerja di konsultan arsitek , yang dimana sangat berbeda manajemennya dengan perusahaan manufaktur.
    kira” metode apa saja yang bisa saya ambil untuk meneliti perusahaan konsultan pak?
    mohon pencerahaannya pak.
    terima kasih.

    alfitroh akbar

    • Perusahaan konsultan memang memiliki karakteristik berbeda karena sangat berbasis manusia, sehingga permasalahan seperti recruitment, retention, development and reposition human resources menjadi isu. Coba pelajari tentang hal ini. Lalu ada bidang knowledge management, MIS, atau organization analysis dan strategy yang bisa kamu gunakan

  2. Angga berkata:

    Pak, saya menyukai bidang Finance, dan saya ingin sekali bekerja di perusahaan keuangan sebagai analis keuangan dan investasi, manajemen keuangan, praktisi keuangan dsb (Bank, Sekuritas, Private Equity dsb),, apakah T Industri cocok untuk saya? dan biasanya lulusan TI klo kerja di perusahaan keuangan jadi apa ya? Makasih sebelumnya pak,, :)

    • Saya punya banyak sekali alumnus yang bekerja di sektor finansial, karena inti kemampuan ini adalah analisa, dan Teknik Industri memberikan bekal yang cukup untuk ini. Tentang pekerjaannya memang pada jenjang awal akan berbau analisa, seperti analisa kredit, analisa proses bisnis dll.

  3. ghina berkata:

    mas, saya sekarang kuliah di teknik sipil trs mau ndobel di teknik industri. saya ambil industri soalnya taunya banyak manajemennya. tolong kasih masukan mas. 1. cocok kan ya sipil sama industri?
    2. di industri berat ga ya? soalnya temenku banyak yg bilang berat, saya jd ragu2 mau ndobel.
    Terimakasih banyak sebelumnya

    • 1. Saya tidak tahu definisi “cocok” seperti apa, namun untuk melengkapi saya yakin iya, karena di TI juga memiliki project management walaupun spesifik untuk industri
      2. Biasanya kalimat berat ditujukan dengan tugas-tugas yang diberika pada semester 5 dan 6 di TI yang banyak sekali mengandung perancangan, namun ini akan berbeda untuk setiap kampus. Jadi coba tanyakan teman kamu, berat itu maksudnya apa “susah” atau “banyak”

  4. adila naimi berkata:

    Terima kasih Pak,.artikel nya sangat menarik..
    Saya mau bertanya, jurusan teknk industri dimiliki oleh sejumlah prguruan tinggi, mnurut Bapak apa konsntrasi utama/trend yg dimiliki Teknik industri yg ada di UI ITB UGM ITS..saya memerlukan informasi ini untuk prsiapan S2, saya berminat ttg rantai pasok.

    • Keunikan yang dimiliki oleh setiap 4 kampus yang kamu sebutkan memang berbeda-beda. Namun pada intinya semuanya memiliki struktur kompetensi inti yang sama, seperti yang diamanatkan oleh BKSTI. UI karena berada di Ibukota Negara, berfokus ke Service Systems Engineering, ITB saat ini memiliki 2 program studi: manufaktur dan manajemen rekayasa, dan akan bertambah 1 lagi untuk S2 yaitu rekayasa logistik terapan, ITS dikenal memiliki kekuatan manufaktur dan rantai suplai karena posisi strategisnya untuk Indonesia Timur, UGM karena keunikannya masih berada di departemen yang sama dengan program studi mesin memeiliki kekuatan pada product design.

  5. Pa, saya baru mau masuk kuliah , saya ingin ambil jurusan Teknik Industri tapi saya masih belum tau materi apa saja yang akan di pelajari di perkuliahan nanti. peluang untuk kerja nya di bagian apa saja yaa pa ?

  6. Mas saya mau tanya.
    saya kenal tekinik industri sekitar kelas 2 MAN,dan waktu itu saya masih sekedar mengetahui,ketika kls 3 saya mulai memahami teknik industri,sekarang alhamdulillah saya lulus di TI UIN SUSUKA RIAU,tapi matematika saya boleh di bilang cukup,apakah nanti waktu kuliah akan bermasalah.???
    Terimakasih :)

    • Kamu harus membangun kemampuan matematika kamu. Tidak menjadi masalah, karena biasanya prosesnya akan diulang bukan dikembangkan dari pengetahuan SMA kamu. Semoga saja kamu tidak “alergi” sama matematika ya

      • adit berkata:

        selamat pagi pak apakah saya boleh tau pertanyaan2 apa yang biasanya sering ditanyakan mengenai Analisa teknis perencanaan dan pengukuran aliran bahan, terimakasih..

  7. selamat malam sebelumnya Pak, maaf saya mau bertanya tentang perbedaan dari FT sama FTI pak? soalnya saya bingung perbedaan dua fakultas tersebut, mohon di jawab pak, terimakasih

    • Fakultas Teknik/Teknologi lebih luas dari Fakultas Teknologi Industri. Sebuah fakultas ada kumpulan dari bidang-bidang ilmu sejenis atau serumpun. Awalnya semua bidang ilmu teknik berada pada satu rumpun saja yaitu bidang ilmu teknik. Namun ternyata sub-sub bidang ilmu teknik terus berkembang, sehingga berevolosi menjadi 2 rumpun, yaitu Fakultas Teknologi Industri (berfokus ke proses produksi industri) dan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan FTSP atau sejenisnya. Di luar negeri dikenal pula faculty of built environment. FTI biasanya terdiri atas mesin, elektro, industri, kimia, metalurgi dll, semua bidang ilmu yang dibutuhkan untuk membangun dan memanage teknologi yang digunakan dalam berabgai industri. FTSP biasanya mencakup arsitektur, planologi, lingkunga, sipil dsb.

  8. assalamualaikum pak saya nunu
    zy sdh daftar universitas jurusan TI,tp gak ad dsr peljr berbasis IPA,karna mata pelajaran SMA Zy dlu jurusan ips lulusan 2013
    Jdii,,,,Zy minta bantuan sarannya untuk bagaimana melanjutkanx agar zy gak bigung nantinya untuk memulai perkuliahan………..
    terimakasih

  9. Great Article Pak, terimakasih atas pencerahannya.

    Izinkan saya memperkenalkan diri Saya, Saya Mohammad Arif Harfianto, sekarang saya sedang melanjutkan pendidikan Saya di Magister Teknik Industri Universitas Parahyangan-Bandung.

    S1 Saya dahulu, berasal dari Teknik Telekomunikasi, Telkom University. Saya melanjutkan S2 di TI lebih dikarenakan kebutuhan bidang pekerjaan Saya sekarang, yaitu di Manajemen Program.

    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Perbedaan apa yang ada jika ada S1 non-TI, belajar di S2 TI, jika dibandingkan dengan mahasiswa yang basis S1 nya TI? Effort apa yang dibutuhkan untuk mengurangi gap tersebut bagi mahasiswa yang S1 nya non-TI?
    2. Karena latar belakang saya telekomunikasi (elektro arus lemah), di tempat kerja Saya sekarang, Saya lebih banyak me-manage dari segi aspek teknis – technical management/integration management, yang juga saya lihat sebagai sistem. Apakah ada perbedaan mendasar antara industrial engineering dan systems engineering?

    Testimoni Saya adalah artikel ini sangat membantu untuk pemahaman basic mengenai Teknik Indsutri itu sendiri. Sekali lagi terimakasih atas pengertiannya.

    Salam hangat.

    • 1. Biasanya memang dibutuhkan semacam pengetahuan dasar khusus untuk memberikan landasan bagi yang non-TI untuk belajar di S2 TI. Landasan itu mencakup dasar 5M dalam teknik industri, yaitu kemampuan matematika terapan (untuk persiapan optimasi dan simulasi), pemahaman aspek manusia, pemahaman aspek keuangan dan pengantar teknik industri. Biasanya ini menjadi bagian dari matrikulasi, atau di embed kedalam pekuliahan awal. Saya kira jika anda memang telah melalui ini seharusnya tidak menjadi masalah. Namun memang terkadang yang asing adalah “singkatan-singkatan” anak TI yang mungkin anda belum familiar, namun dalam masa 2 tahun perkuliahan biasanya ini juga tidak menjadi masalah. Rajin bertanya saja kepada dosen atau teman ada dengan latar belakang TI.

      2. Perbedaaan utama Teknik Industri dan Teknik kesisteman adalah kompleksitas obyek. TI banyak menggunakan obyek produk sebagai basis pendidikannya. Produk ini biasanya relatif sederhana, dan bisa dikerjakan dalam sebuah rantai proses produksi terbatas. Dalam sistem, produk ini menjadi kompleks, sehingga “menarik” pula berbagai disiplin ilmu lainnya. Untuk itu dibutuhkan pendekatan TI yang lebih kompleks dan saling berkoneksi pula.

  10. selamat bulan ramadhan pak,

    perbanding paktek sama teori di TI berapa2 ya pak ? banyakan praktek atau teori ?

    kalau misalkan ditanya mau jadi apa dari teknik indusri ? jawabannya apa ya pak ? kan TI tdk spesifik seperti teknik yg lain

    • Jika dilihat dari struktur kurikulum, maka masih lebih banyak teori dibandingkan praktek (dengan asumsi bahwa praktek adalah praktikum dan kerja praktek).
      Tentang jawaban mau jadi apa dari teknik industri, yaa jadi perekayasa industri, yang bisa memiliki berbagai peran: perkayasa kualitas, perekayasa produksi, atau perekayasa produktivitas (bisa lebih tergantung anda). Memang tidak ada jawaban singkat yang enak seperti anak sipil bikin jembatan, karena jawabannya yang setara bagi TI adalah anak TI bikin sistem. Jawaban yang mungkin akan membingungkan orang awam.

  11. Rizki berkata:

    Assalamu’alaikum pak. Saya Rizki, saya rencana mau kuliah tahun ini di jurusan TI, tapi saya kurang menguasai mata pelajaran Matematika dan Fisika. Pertanyaan saya, apakah saya akan sulit mengikuti pelajaran di jurusan TI ini?

    Terimakasih pak sebelumnya.

    • Saya sudah pernah menjawab pertanyaan serupa dengan lebih panjang. Intinya adalah tetap ada muatan math dan fisika namun memang tidak sebanyak teknik lainnya

      • Saya tidak mengamati tentang hal ini secara detail, namun tentunya semua lapangan kerja pasti akan membesar dan mengecil tergantung dari kondisi ekonomi negara. Dan setahu saya, ekonomi kita masih tumbuh dengan baik dan optimismenya juga positif.

  12. faryd kurniawan berkata:

    Assalamu’alaikum. pak mau tanya, klo lulusan seperti Madrasah ‘Aliyah. bisa masuk gak ke TI. syukron

    • Saya tidak menguasai apakah syarat administratif ujian masuk yang bisa saja berbeda-beda tergantung dari PT yang kamu tuju. Tapi di TIUI bahkan ada seorang dosen muda yang saat ini sedang melanjutkan studi S3nya di Belgia yang lulusan Madrasah Aliyah

  13. Novy Sulisdiyanto berkata:

    Permisi pak, saya mau tanya soal TI…
    bagaimana perbandingan prospek kerja D3 TI dan S1 TI dalam dunia kerja…

    soalnya saya bingung, melihat di berbagai web lowongan kerja buat TI di pertambangan, dan yg saya dapatkan prospek kerja D3 TI sedikit informasinya….

  14. Assalamualaikum…
    Pak saya Roni dari Palembang,
    Pak saya mau tanya saya lulusan SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) rencananya saya mau masuk Prodi Teknik Industri yang mau saya tanyakan apakah didalam kurikulum/matakuliah teknik industri terdapat kosentrasi ilmu yang membahas tentang teknologi informasi atau yang mengenai dengan sistem informasi.
    dan apa bedanya Teknik Industri dengan Teknologi Industri terima kasih atas jawabannya

    • Biasanya kata teknologi industri merupakan gabungan dari berbagai imu teknik yg berorientasi pada industri, misalnya fakultas teknologi industri didalamnya ada teknik mesin, teknik kimia, teknik industri, teknik elektro dll. Sedangkan teknik industri adlah program studi dibawahnya. Untuk sistem informasi di teknik industri berbeda karwna kita biasanya tidak membahas hardware tapi lebih ke arah aliran informasi sebagai sebuah sistem yang mengintegrasi semua komponen di teknik industri.

    • Kalau perkapalan teknis tentunya tidak bisa. Namun manajemen perkapalan bisa, misalnya jadwal pelayaran, pemeliharaan kapal, logistik dan rantai suplai dsb.

  15. Assalamualaikum pak,saya mau tanya. TI di Universitas Trunojoyo Madura itu bagus gak pak?dan saya minat disitu,mata pelajaran apa saja yang mesti dikuasai di TI ini ya pak? saat lulus dapat bekerja di perusahaan mana saja yang termasuk dalam bidang TI ini? makasih pak

    • Saya tidak memiliki data tentang Universitas yang anda maksud, jadi maaf tidak bisa menjawabnya. Tentang mata pelajaran anda bisa mendownload buku kurikulum dari berbagai kampus di Indonesia, karena akan memiliki kekhasan masing-masing.

  16. saiful nurmansyah berkata:

    maaf pak.saya mau tanya .salah ga ya pak kalo saya kuliah ambil jurusan TI .karna pas saya smk saya ambil jurusan IT….salam saiful

    • Selama anda yakin bisa mengikuti kuliah dasar keteknikan saya kira tidak menjadi halangan. IT sendiri merupakan salah satu bagian sub-sistem yang dipelajari di Teknik Industri.

  17. ramdhan yanuar berkata:

    saya mau tnya pak, jurusan TI dan TE apa bedaya? dan bagusan mana pak, untuk peluang mencari kerja< sdangkan saya tamatan smk ototronika pak. terima kasih.

    • rohmad hidayat berkata:

      asalamualaikum Pak. Saya sbenarnya tdk tau tentang teknik industri, tpi ak mau mncoba untk ambil fakultas teknik industri. Pertama karena ak ingin mencoba hal baru. Kedua ak search sani sini tentang fkultas” yg ad, ak lbih trtarik di teknik industri. Ketiga karena peluang usaha di teknik industri sangat besar. Gimana pendapat anda Pak ? Tolong kerja samanya. Dan saya ucapkan terimakasih sebelumnya.

      • Saya agak bingung menjawabnya, karena anda tidak memiliki pertanyaan secara spesifik. Coba formulasikan apa sebenarnya yang anda ingin tahu.
        Di Teknik Industri, pendefinisian masalah dalam sebuah format pertanyaan, merupakan sebuah hal penting yang harus dilakukan sebelum melakukan perbaikan. Jadi pertanyaannya apa?

  18. askuM pK. sya ank SMK jurasan TEKNIK otomotif sepeda motor,
    dan sya ingin mneruskan ke, Teknik Idustri. sya bingung memilih antara
    #kerja + kuliah dgn perbandingan (50-50)
    #kuliah dgn 100% (kelemhan tdk px pembeklan dlm bekerja)
    brg klie Bpk punya solusie trbaik ……?

    wasalam

    • Sebaiknya jika memang kamu berasal dari SMK maka gunakan jalur vokasi profesional, apalagi saat ini pemerintah telah mengakui adanya penjenjangan dan kesetaraan antara jalur vokasi dengan jalur akademis.

    • “Jabatan” Project Engineer biasanya mengacu kepada profesional yang bertanggung jawab atas kelancaran pekerjaan sebuah project. Artinya ini aspek non-teknis sepertoi mencakup SDM, Logistik, Keuangan, Penjadwalan dan sebagainya, selain aspek teknis yang tergantung dari proyeknya. Sehingga bisa saja seorang Teknik Industri menjadi seorang Project Engineer.

  19. Assalamualaikum pak,perkenalkan saya Alief siswa Kelas 12 MAN 1 Kendari.Saya ingin berkonsultasi dengan bapak mengenai TI karena belum lama ini saya lulus di FTI jurusan TI disalah satu PTS di Kota Jogja melalui jalur berprestasi, salah satu alasan saya memilih TI karena sesuai dengan hasil DMI saya yang menyarankan mengambil jurusan TI yang memerlukan kemampuan manajemen. Olehnya itu saya ingin bertanya lebih banya kepada bapak mengenai beberapa hal,
    1.Apakah alumni TI bisa masuk didalam sektor perminyakan?
    2.Setelah bekerja nanti, posisi alumni TI didalam pekerjaan seperti apa?
    3. Kisaran gaji alumni TI yang fresh greduate itu berapa pak?
    saya kira itu saja pak. terimakasih

    • Cukup banyak, dan kebanyakan memang berada pada support untuk operations yang menyangkut SDM, Logistics, Operations Excellence. Tentunya jarang TI yang berada pada bagian teknikalnya. Posisi yang ada biasanya akan tergantung dari jenis industri yang kamu tuju. Kalau Oil, biasanya akan global kedalam posisi management trainee atau spesifik dalam bagian support. Tentunya ini juga berpengaruh kepada Gaji, setiap tipe industri akan memberikan kompensasi yang berbeda-beda untuk fresh graduatenya. Kemudian tentunya setiap daerah di Indonesia juga memiliki standar yang berbeda-beda pula, kan ada yang namanya UMR (Upah Minimum Regional). Walaupun tentunya kamu seharusnya tidak digaji secara UMR, namun indexnya menunjukkan memang Gaji yang kamu anggap besar di suatu kota, mungkin tidak cukup untuk bekerja di Jakarta.

  20. Halo Pak, Salam kenal saya Brury, menarik meaca artikel Bpk ini, saya ingi bertanya, Jika saya lulusan S1 T.informatika pakah saya dapat melanjukan dengn S2 T. Industri? untuk pekerjaan yang cocok dengan saya dibagian apa ?

    Kuliah Magister yang bagus selain UI,ITB,ITS dan UGM (Mahal) dimna saja pak ? lokasi di jakarta.

    Salam

    • Saya tidak mengetahui secara detail informasi yang ada tanyakan, jadi saya tidak bisa menjawab sepenuhnya. Untuk Magister TI di UI masih boleh untuk Teknik Informatika, untuk kampus lain saya tidak tahu.

  21. Assalamualaikum Pak Hidayatno,
    Bagaimana dengan ranah teknik industri di bidang kesehatan?
    Kebetulan saya mahasiswa S1 Kedokteran ugm. Seorang sahabat saya mahasiswa teknik industri pernah bertanya tentang rancang bangun rumah sakit yang ingin dijadikannya topik pada skripsinya nanti. Saya bingung mw memberi saran apa,, krn terus terang saya juga baru tau kalau TI bisa menjangkau bidang kesehatan.
    Terimakasih

    • Jika mengacu kepada profesi TI di negara asalnya Amerika makan memang ada satu sub-keahlian sistem layanan kesehatan di Teknik Industri, hal ini terjadi karena kompleksitas layanan kesehatan (mis rumah sakit) mirip dengan kompleksitas operasional di Industri. Ada pemeliharaan, persediaan, optimasi pengaturan jadwal layanan atau SDM, dan tata letak untuk memudahkan layanan atau aliran pasien. Namun memang untuk Indonesia, kondisi kolaborasi semacam ini sulit dilakukan, karena sektor kesehatan hanya didominasi oleh lulusan kesehatan.

      Saya sendiri pernah membantu perancangan 2 rumah sakit, dari aliran layanan, sistem dokumentasi medical record dan lainnya. Bahkan sebuah model komputer disusun untuk memeriksa apakah aliran rancangan lebih baik dari sisi kecepatan dibandingkan dengan rancangan awal.

      Saran saya berikan masukan tentang proses rumah sakit, ajak dia mengoservasi sebuah rumah sakit dan jelaskan apa saja yang dilakukan di setiap proses. Proses ini bukan hanya proses pemeriksaan atau tindakan kesehatan saja namun proses pendukung dibelakangnya (farmasi, SDM, uang dan informasi). Jelaskan mengapa dokter mata membutuhkan form medical records yang berbeda dengan dokter jantung dan seterusnya.

  22. jaeky berkata:

    aku ingin menanyakan sesuatu hal mengenai teknik industri,
    ap keunggulan dari jurusan ini dan ap saja yg dibutuhkan untuk mengambil jurusan ini (mis : Harus pande Matematika dan lain sebagai nya)

    • Coba kamu jelajahi bloh ini termasuk komentar dan jawaban komentar yang ada di bagian bawah setiap artikel, sehingga kamu bisa membaca diskusi yang isinya mirip dengan pertanyaan kamu ini.

  23. Tommy aji styawan berkata:

    maaf pak, saya ingin bertanya ,, saya tahun ini lulus dari sma ,dan jurusan saya adalah ipa ? apakah jurusan ipa bisa masuk TI dan setelah saya lulus kuliah nanti pekerjaan apakah yang cocok untuk saya ? tolong di jelaskan lebih rinci pak, terimakasih

    • Jurusan IPA tentu bisa karena memang TI kan di bidang teknik yang notabene adalah IPA. Tentunya tentang bidang kerja, silahkan baca artikel tentang hal itu di blog ini (termasuk diskusi didalamnya)

  24. syifaanr berkata:

    Pak, saya berminat mengambil TI khususnya di UI, tapi saya masih ragu karena orang tua saya juga kurang setuju dengan pilihan saya ini. Mereka bilang sarjana TI nanti akan bekerja di pabrik. Apakah benar? Dan lagi adakah peluang sarjana TI untuk bekerja di bidang pemerintahan? Tolong di jawab, terima kasih

    • Untuj lulusan TIUI sendiri secara umum lebih dari 70 persen bekerja di sektor Jasa, jadi cukup kecil yang bekerja langsung di pabrik.

      Untuk pemerintahan sendiri jika kamu cermati banyak yang sudah meminta secara spesifik lulusan Teknik Industri, bukan hanya secara umum lulusan Teknik. Lulusan tahun lalu bahkan yang bekerja di sektor keuangan termasuk bank sentral mencapai lebih dari 20 orang

      • Rizal berkata:

        Assalamu’alaykum. Pak saya ingin masuk teknik industri dan saya sangat suka dengan manajemen. Apa hubungan antara TI dan Manajemen? Apakah ada Sub-Bab TI yang membahas khusus manajemen?

      • Manajemen secara makna adalah berbagai konsep, cara dan alat untuk meningkatkan kinerja suatu organisasi. Ini beda dengan administrasi yang cenderung hanya melakukan hal yang sama secara a terus menerus. Jadi bedakan manajemen dengan jurusan manajemen. Teknik Industri juga sebenarnya adalah manajemen di dalam lingkup industri.

    • Saya tidak bisa melakukan generalisasi soal hal ini, karena saya tidak memiliki datanya. Namun untuk TIUI sendiri rata-rata adalah kurang dari 3 bulan untuk mendapatkan pekerjaan.

  25. Ilham Rijal berkata:

    Assalamualaikum Pak, blog yang sangat menginspirasi. Saya mau minta saran dari keadaan saya. Saya skrg kelas 12 dan penyuka fisika, matematika, dan ekonomi, jadi saya berencana mengambil antara 2 jurusan teknik yang berhubungan ke3nya, yaitu teknik sipil jurusan manajemen konstruksi atau teknik industri ini sendiri. Tetapi, saya lebih suka fisika konstruksi. Kalau dilihat dari blog bapak, bisa dibilang TI adalah generalisasi teknik lainnya. Saya lebih suka hal yang spesifik, jadi menurut bapak saya lebih cocok di teknik sipil jurusan manajemen konstruksi atau teknik industri? Kalau dari mencari lapangan pekerjaan di bidang konstruksi, manakah ilmu kuliah yang lebih terpakai serta lebih dicari lulusan yang mana untuk lapangan pekerjaannya? Terima kasih pak

    • Kalau dari deskripsi kamu sendiri kelihatannya kamu lebih cenderung ke sipil, dan saya kira itu suatu hal yang bagus. Untuk lapangan pekerjaan saya tidak memiliki data tentang bagaimana peluang pekerjaan manajemen konstruksi.

  26. Y.A berkata:

    om bbrp hari yg lalu, saya tanya” sm agen kuliah, katanya jurusan TI ini kasarnya “cr*p” yah? karena Ti belajarnya cman stengah” (fsika sdkit, manajemen sdkit, ekonomi sdkit). Jadi nnti cari kerjanya susah katanya Apakah statement itu benar pak??

    • Ada 3 kesalahan utama dalam pendapat ini:
      1. Teknik Industri memiliki bidang pekerjaan spesifik yang merupakan jati dirinya, yaitu minimal 3: PPIC (Production Planning and Inventory Control), Distribution and Logistik to Supply Chain Manager, dan Work Evaluation Methods. Jadi jangan dilihat bahwa Teknik Industri tidak punya spesifik bidang pekerjaan. Namun ternyata apa yang dimiliki oleh perekayasa industri dimanfaatkan pula di industri jasa dan peran lainnya.
      2. Untuk menjalankan tugasnya secara efektif, Perekayasa Industri memang dibekali oleh kemampuan di bidang pengelolaan 5M (Man, Money, Machine, Material and Methods) secara cukup (bukan kurang tinggi dan bukan sedikit-sedikit) … secukupnya. Karena inti dari tugas-tugas utama Teknik Industri bukan pada pemahaman mendalam dari setiap komponen, tapi bagaimana mengelola semua komponen sekaligus (Silahkan baca artikel ini)
      3. Di Teknik Industri UI sendiri, rata-rata employment adalah 3 bulan sejak lulus, jadi saya bingung ada pernyataan kok sulit yaa cari pekerjaan. Malah lebih sulit cari pasangan hidup daripada pekerjaan setelah lulus (sepertinya rata-rata menikah setelah lulus adalah lebih dari 1 tahun)
      Memang sulit bagi masyarakat untuk menerima bahwa Teknik Industri sebagai spesialis generalis, yaitu perekayasa yang bidang spesialisasinya adalah menjadi generalis. Mereka terbiasa melihat bahwa di program teknik, harus spesialis. Mungkin perlu diganti namanya menjadi Teknik Bisnis atau Teknik Manajemen, karena masyarakat lebih menerima jika kalau kuliah diajarkan “sedikit-sedikit” ini.
      Soal si Agen, saya sih menyarankan anda untuk tidak bertemu lagi dengan agen tersebut, karena ketika seorang agen melakukan penilaian buruk atau tidaknya yang bersifat pribadi tentang sebuah program tanpa mengerti tentang program tersebut, maka bagaimana dia bisa membimbing anda. Dan bagaimana anda bisa percaya bahwa dia bisa membimbing anda. Seorang agen harusnya netral dan mampu melihat potensi dan keinginan dari calon mahasiswa, dan memiliki data faktual tentang setiap program studi yang menjadi minat si mahasiswa

  27. Malam pak nama saya naufal kelas 3 ipa dari kota malang.
    Untuk kuliah nanti saya berminat diantara ti, fmipa, atau bisnis manajemen. Tapi untuk pelajaran sendiri saya cenderung “lebih bisa” dan berminat di matematika.

    Jurusan apa ya pak yg sekiranya cocok dgn saya? karena untuk ti sendiri saya berfikir akan banyak fisika dan teknik” lainnya yg didapat, dimana saya kurang menyukainya.

    Dan pada jurusan teknik yg “katanya” diwajibkan untuk bisa menggambar, bisa dibilang saya tidak bisa menggambar. Jadi mana yg harus saya pilih? Terimakasih atas pencerahan nya pak

    • Di teknik memang tetap diajarkan fisika dan kimia, karena sifat dasar ilmu teknik adalah mengeksploitasi kekuatan alam yang dilambangkan oleh fenomena fisika dan kimia dengan didukung oleh kemampuan matematika yang mumpuni. Namun biasanya jika seseorang menyenangi matematika maka fisika atau kimia tidak menjadi halangan. Muatan fisika dan kimia di Teknik Industri memang lebih sedikit sebagai dasar dibandingkan teknik lainnya atau fmipa, namun bukan berarti sedikit atau tidak ada.

      Untuk menggambar, saya tidak tahu apakah kamu mengerti perbedaan menggambar dengan melukis. Menggambar adalah melukis namun dengan aturan. Menggambar teknik adalah melukis suatu rancangan teknik dengan aturan teknik. Rancangan ini bisa berupa produk, jembatan, dan lain sebagainya. Hampir semua mahasiswa teknik ketika masuk kuliah pasti tidak bisa “menggambar”, karena memang tidak ada yang mengajarkan “menggambar teknik” di SLTA. Namun semua akhirnya mampu menguasainya, jadi seharusnya tidaklah sulit.

  28. rahm8 berkata:

    Assalamualaikum pak. Saya berminat mengambil FTI di jalur snmptn pada thn ini. Khususnya di UI adakah nilai2 mata pelajaran tertentu seperti kimia, fisika, matematika yg diprioritaskan menjadi bahan pertimbangan?
    Selain itu Pak, mengenai isu gender, apakah perempuan sama berpeluangnya dgn laki laki dlm dunia kerja lulusan teknik industri? Terima kasih pak

    • Hingga saat ini, saya tidak pernah ikut dan tidak tahu bagaimana proses pemilihan kandidat dari jalur undangan atau snmptn di UI, karena hal ini memang menjadi kewenangan dari tim Universitas. Secara logika dalam satu rumpun, yaitu eksakta, maka penekanan terhadap nilai-nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan di rumpun humaniora, seperti sosial dan ekonomi.

      Untuk gender, di TIUI sendiri, secara umum pada setiap angkatan wanita lebih banyak dibandingkan pria, dan dalam pengalaman saya, peluang kerja tidak pernah terdapat perbedaan. Bahkan terkadang para wanita memiliki keunggulan, karena ada industri spesifik yang membutuhkan “sentuhan” wanita seperti retail atau fashion.

  29. oktiawan berkata:

    maaf pak, saya ingin bertanya ,, saya tahun ini lulus dari sma ,dan jurusan saya adalah ips ? apakah jurusan ips bisa masuk TI dan setelah saya lulus kuliah nanti pekerjaan apakah yang cocok untuk saya ? tolong di jelaskan lebih rinci pak, terimakasih

    • Saya pernah menjawab pertanyaan yang sama, namun saya lupa artikel yang mana.

      singkatnya memungkinkan bagi ips untuk kuliah di Teknik namun harus menyadari bahwa tetap dibutuhkan matematika fisika dan kimia.

      Untuk pekerjaan yang lebih detail coba lihat artikel dan diskusi saya di bidang kerja teknik industri

  30. apit berkata:

    perkenalkan saya Apit, skrng lagi bingung2nya ngambil jurusan buat kuliah. Sya bercita-cita menjadi pengusaha kya gtu. Apakah TI adalah pilihan yg tepat? Selain dari fakultas bisnis dan manajemen?

    • Saya pernah menjawab pertanyaan serupa namun lupa di artikel yang mana.

      Intinya sih setelah berdiskusi dengan para studentpreneur yang juga kuliah di TIUI, mereka menyatakan cocok dan membantu mereka mengelola usahanya, namun pengetahuan saja tidak cukup membentuk wirausaha, dibutuhkan dukungan lingkungan dan kekuatan mental pribadi uang kuat.

      • BESTARI NINGRUM berkata:

        ass.. pak maaf sebelumnya .saya pengen bertanya mengenai peran ekonomi teknik dalam pengembangan produk industri ? mohon dijelaskan

      • Ini bukan tugas kuliah kamu ya? Intinya sih semua hal pada akhirnya akan bermuara ke apa yang disebut “bottom line” yaitu keuntungan. Nah untuk menghitung ini dengan mempertimbangkan “time value of money” maka ekonomi teknik dibutuhkan. Produk yang kamu rancang harus menguntungkan, tidak hanya disaat ini namun juga disaat yang akan datang.

  31. dimitri erlangga berkata:

    assalamualaikum
    saya mau minta saran/sekedar sharing,saya sudah kelas 3 SMA dan setelah itu kuliah,sebenarnya saya berminat sekali di prodi manajemen,tp saya juga mempertimbangkan sekali prodi teknik industri.Yang saya tanyakan adalah apakah seorang mahasiswa teknik industri itu terfokus kepada perancangan mesin/sistem atau ke arah mengatur suatu manajemen produksi perusahaan?saya terlalu takut apabila teknik industri itu trlalu fokus ke arah mesin,teknik merancang,menggambar. karena sebenarnya saya ingin ke arah manajemennya.
    Mohon bantuan dan sarannya :)

    • Teknik industri berfokus ke mengatur manajemen produksi dan operasi dari sebuah perusahaan. Ini mencakup pengelolaan uang, orang, barang, cara kerja dan alat produksi atau operasi

  32. Om, saya mau tanya. Untuk Teknik Industri diwajibkan mampu men-design rancang kerja sebuah mesin ya? Atau ini tergantung pada subjurusan yang kita pilih?
    Selain itu, secara garis besar aplikasi ilmu TI cenderung ke design mesin untuk produksi produk pabrik, atau bagaimana? Saya belum mendapat gambaran yang jelas.
    Menurut om, uni negeri mana yang TI nya paling oke? Saya tertarik dengan UGM, tapi katanya TI di UGM terbaik nomor 5 dan ini membuat saya bimbang.

    • Betul. Memang tergantung dengan kekhasan TI masing-masing. Ketika awal sekali di tahun 70 an dan TI masih menjadi bagian dari Jurusan Mesin, maka salah satu tugas besar adalah merancang komponen mesin. Namun sebagian besar TI yang saya tahu sudah tidak melakukan ini.

      Untuk PTN ada baiknya kamu mencermati kekhasan ini. Seperti TIUI memiliki ciri khas Service Systems Engineering, yang berarti fokus ke industri jasa.
      Kamu juga Perhatikan fasilitas, jaringan akademis, persepsi publik dan lain sebagainya. Saya kira the big 5 PTN memenuhi persyaratan ini. Jadi tinggal kamu minatnya di bidang apa? dan kamu membayangkan akan bekerja di bidang apa?

  33. mehindra luluk berkata:

    pak maaf mau tanya
    apakah nanti waktu kuliah dan ambil teknik industri di mana waktu sma belum mendapat pelajaran ekonomi dan manajemen apakah akan mengalami kesulitan di mata kuliah tersebut?
    terimakasih

  34. Salsa berkata:

    Pak saya mau tanya, saya baru lulus SMA tahun kemarin, setelah setahun menganggur ternyata saya menemukan passion saya di finance and investment,, apakah jika masuk teknik industri akan menunjang? Atau saya lebih cocok masuk manajemen saja dengan konsentrasi manajemen keuangan? Terimakasih pak

    • Dua kata, finance dan investment, setiap katanya telah menjadi spesialisasi tersendiri di dunia manajemen keuangan. Namun pertanyaan anda adalah apakah TI “menunjang”, maka jawabannya adalah Iya , terutama bahwa dalam dunia investment biasanya pemahaman kepada operasional dari sebuah perusahaan akan membantu keputusan untuk apakah bermain pada perusahaan tersebut. Bahkan TI bisa dianggap kekuatan “berbeda”, karena jika biasanya keputusan finansial atau investasi hanya berbasis kepada data keuangan saja, bisa terjebak dalam berbagai “trik” finansial.

  35. peyi berkata:

    aslkm mas, salam kenal saya peyi (nama panggilan). saya hendak bertanya. saya lulusan d4 teknik tekstil. Apakah bisa saya melanjutkan studi saya di magister TI ? bagaimanakah peluang kerja di magister TI itu sendiri. karena basic saya tekstil, nah apakah peluang kerjanya kelak di tekstil saja atau setelah magister TI bisa keluar bidang tersebut (ex : minyak atau otomotif). terima kasih mas

    • Anda harus melihat persyaratan di setiap program S2, apakah memungkinkan, karena berbeda-beda di setiap institusi. Lalu ada pula institusi yang meminta anda untuk melakukan matrikulasi terlebih dahulu karena dianggap belum memiliki bekal yang cukup untuk belajar teknik industri.
      Untuk peluang kerja, saya tidak bisa menjawab secara pasti, namun Saya menduga bahwa perusahaan masih melihat apa background S1 anda, karena S2 dianggap memperkaya atau menspesialisasikan kemampuan anda.

  36. adit berkata:

    Tulisan anda sangat menarik,,, :)
    perkenalkan saya adit saat ini masih menempuh S1 jurusan teknik.
    sudah 4 tahun menjalani perkuliahan Teknik dan ada satu hal yang saya tahu dari teknik “TEKNIK = MATEMATIKA”, tiada semester tanpa matematika dan logika. sejujurnya saya tidak menyukai matematika,sudah bosan rasanya mendengar INTEGRAL,DIFERENSIAL,DISKRIT,PERSAMAAN dll.
    sekarang menuju kelulusan S1,menunggu gelar S.KOM. semoga cepat lulus

    tahun 2014 saya berencana untuk mencari ilmu kembali , dengan kuliah S2. saat lulus S2 nanti saya berharap tetap dijalur teknik, tetapi tidak lagi menggunakan alat2 macam obeng,solder,bor gergaji dll.
    saya menginginkan dibagian staff bukan seorang engineer. pertanyaan saya apakah jurusan Magister Teknik Industri cocok dengan saya?

    saat ini sangat tidak terbanyang apa itu jurusan Teknik Industri (walaupun sudah search sana-sini,mungkin masih belum banyak informasi yang saya dapat)

    terimakasih banyak atas perhatian anda :)

    • Untuk merekomendasikan kecocokan tidaklah mudah. Jika basis ketidakcocokan adalah ketidaksukaan terhadap sesuatu, maka segala hal yang berbeda dari sesuatu itu pastilah cocok. Jadi menurut saya jika anda “benar-benar” tidak suka matematika, maka seluruh ilmu eksakta sebaiknya anda hindari. Walaupun di ilmu sosial sekalipun sebenarnya pada beberapa kekhususan memiliki “muatan” matematika (ekonometri, analisa statistik di ilmu sosial, dsb).
      Magister Teknik Industri masih memiliki muatan matematika yang cukup tinggi sebagai dasarnya, namun pada saat masuk ke “jalur” peminatan, muatan ini akan bervariasi. Jika anda ingin mendapatkan solusi kuantitatif terbaik, maka tetap ada riset operasional yang menggunakan persamaan matematika.

      • selamat malam pak .
        perkenalkan nama saya feriardi prasonggo
        saya masih duduk di kelas 12 SMA jurusan IPA

        saya ingin tnya lngsung ke bpak .
        dibanding fisika kimia dan matemamtika saya lebih suka fisika

        saya dilema dengan 3 jurusan
        1) jurusan teknik mesin
        2) jurusan teknik elektromika
        3) jurusan teknik industri

        menurut bpak, kira2 jurusan apa yg tepat untuk saya diantara ketiga jurusan tersebut ?
        tlong berikan pnjelasannya, mohon bntuannya pak .
        terimakasih

      • Saya dulu juga sangat menggemari fisika, menyenangkan bisa menjelaskan sebuah fenomena alam kemudian menggunakannya untuk menciptakan berbagai macam alat yang membantu kehidupan manusia.
        Teknik Mesin, teknik elektro, teknik industri dnanjalur teknik lainnya merupakan perjalanan selanjutnya dari fisika ketika kita menggunakan ilmu alam dasar untuk diwujudkan ke berbahai desain, konstruksi dan solusi. Jadi keilmuan teknik secara umum pasti cocok buat kamu.

        Nah di fisika sendiri sebenarnya ada berbagai kelompok pula, misalnua fisika kalor, fisika mekanika, fisika listrik dsb. Nah kamu lebih suka yang mana, jadi secara natural akan bisa memilih bidang tekniknya.

        Teknik Industri sendiri hanyalah membutuhkan fisika untuk menjadi dasar pengetahuan ketika akan merancang sebuah produk dan proses. Kita perlu tahu ada material yang tahan panas namun lemah secara mekanis. Apakah sebuah material bisa disimpan diluar ruangan atau harus didalam gudang. Ada proses produksi yang membutuhkan las namun juga ada yang bisa di lem misalnya.

  37. S Budi R berkata:

    Pak saya mau sharing, ilmu apa saja yang paling penting dan wajib dipelajari dalam TI untuk prospek dunia pekerjaan.
    pertanyaan ini saya tanyakan dikarekanakan persaingan untuk memperoleh pekerjaan itu semakin ketat disertai lulusan dari TI semakin banyak.
    trimakasih

    • Kekuatan Teknik Industri adalah meramu apa yang dipelajari menjadi sebuah solusi sistem yang terintegrasi. Tidak masalah TI menerima kritik bahwa kita hanya tahu sedikit-sedikit, karena selama yang sedikit itu bisa diintegrasikan sebagai sebuah solusi yang efektif, maka dampaknya akan lebih dahsyat dari hanya tahu banyak tentang sedikit hal. Jadi saran saya yang penting dipelajari dalah bagaimana meramu, dan biasanya ini ada di beberapa kuliah desain atau rekayasa di kurikulum TI.

  38. maxell berkata:

    maxell di bandung

    saya keterima PMDK di PTS di bdg. saya ingin bertanya apa persamaan teknik pertanian IPB dgn teknik industri yang bapak maksud di jawaban sebelumnya?

  39. luthfi berkata:

    pak artikel tentang definisi teknik industri dan ada poin poin yang harus terpenuhi seperti rancangan sistem kerja, stasistika industri, sistem produksi, proses manufaktur, dan perencanaan tataletak fasilitas pabrik. maksudnya gmana

    • Coba latihan lagi kemampuan untuk bertanya, karena saya mengalami kesulitan untuk menebak apa pertanyaan kamu. Bahkan statementnya pun membingungkan. Oke. Yang terlintas di pikiran saya ketik baca “pertanyaan” kamu adalah di teknik industri, ciri khas utama solusi yang diberikan adalah solusi multi dimensi, yaitu tidak hanya memberikan satu aspek saja tetapi berbagai aspek yang memang berkaitan erat.

  40. Terimakasih atas info menggenai Ti pak, maaf sebelumnya pak saya baru lulusan SMK administrasi perkantoran yang ingin saya pertanyakan adalah apa cocok kalau saya ambil fakultas TI? Karna saya suka akan matematika dan logika,.
    terimakasih

    • Ada beda fakultas teknologi industri dengan departemen atau program studi teknik industri. kalau fakultas merupakan rumpun dari berbagai program studi yang membahas penggunaan teknologi di industri, yang berarti mesin, elektro, TI, metalurgi dan teknik kimia.

      Saya tidaka mengetahui apa saja mata ajaran yang kamu dapatkan, namun karena TI tetap berada di Teknik, tentu tetap membutuhkan tingkat pemahaman matematika yang tinggi, fisika dan kimia

  41. Faisal Adi Nugroho berkata:

    Artikel yang sangat baik mas.
    Saya mahasiswa Teknik Industri angkatan 2011 dan sekarang sedang akan mengambil peminatan. Yang ingin saya tanyakan, di dunia kerja nanti, bidang peminatan apa yang lebih memiliki peluang ya mas? Apakah Supply Chain Management, Quality System, atau Human Integrated System ya mas? Terima Kasih

    • Terima kasih.

      Peminatan di teknik industri sebenarnya masih sangat luas dan berbeda dengan peminatan di bidang teknik lainnya. Menurut saya kembalikan ke minat kamu sendiri dan di bidang apa kamu ingin bekerja nantinya. Misalnya SCM membuka peluang kamu untuk berkerja di sektor logistik, diluat dari bidang tradisional pekerjaan teknik industri sendiri. Quality ke bidang survey seperti nielsen dll. Faktor manusia ke bidang safety and health.

  42. victor berkata:

    Nice blog..mau nanya Pak…sya lulusan D3 teknik mesin…seperti apa sih mata kuliah mekanika teknik dan elemen mesin di TI…thz…

    • Saya tidak mengajarkan keduanya, namun dalam bayangan saya lebih bersifat pengantar dan umum karena fungsi kedua kuliah tersebut untuk membuat Anak TI mampu mengenali karakteristik elemen-elemen mesin yang didukung oleh pemahaman mekanikanya sehingga ketika berprofesi dibidang SCM, purchasing atau rancangan produk mereka mampu merancang sistem dalam keterbatasan dan kemampuan elemen tersebut. Misalanya mengapa ada 1 ring piston untuk sebuah mesin bisa bervariasi harganya sebagai akibat kualitas dari ring tersebut dan kira-kira dampaknya apa jika salah order dan akhirnya 1 mesin rusak.

  43. Mehindra Luluk Baskoro berkata:

    saya mehindra sekarang kelas 3 sma,mau tanya pak,saya berminat masuk teknik industri ugm,tapi saya lihat komentar diatas teknik industri berhubungan dengan t.mesin,maksudnya sendiri bagaimana pak?di sini saya agak tidak suka dengan mesin

    maaf pak saya mau tanya apa dampak yang akan di rasakan kalau tidak bisa /kurang dalam memahami ataupun menggambar gambar teknik??
    terimaksih

    maaf pak saya mau tanya lagi apakah setelah diterima di teknik industri,apa akan ada sub-sub program studi lagi?kalau ada saya minta penjelasannya
    terimakasih

    • Pertanyaannya saya gabung, ketiganya di jawab di sini semuanya.

      Sebaiknya sih kamu langsung tanyakan ke UGM tentang hal ini karena jawaban saya mungkin tidak pas dengan maksud mereka. Namun dulu ketika Teknik Industri UI masih dibawah jurusan mesin, ada teman saya yang menyatakan bahwa dia memilih UI karena memang masih ingin mendapatkan porsi keilmuan mesin yang besar yang berguna ketika memang bidang teknik industri yang dia ingin geluti sangat dekat dengan manufaktur. Kedekatan dengan teknik mesin juga berguna utk bidang desain produk misalnya yang erat dengan permesinan.

      Untuk menggambar mesin, itu merupakan dasar yang wajib di teknik industri karena itulah cara untuk berkomunikasi di dalam dunia teknik. Ide harus bisa diterjemahkan dalam sebuah rancangan dan biasanya ini dalam bentuk gambar, namun gambarnya ndak boleh kacau dan semaunya sendiri karena yang baca akan bingung.

      Untuk sub bidang keilmuan ini akan berbeda beda untuk setiap program studi dan bisa mencakup beberapa atau salah satu dari perancangan produk, rekayasa sistem jasa, manajemen rantai suplai, sistem manufaktur, rekayasa sistem, dsb. Kamu sebaiknya melihat website atau menghubungi kampus yang kamu tuju

  44. yuniar berkata:

    pak saya baru lulus SMA awalnya saya mau mengambil jurusan perminyakan karena saya ingin sekali kerja di perusahan minyak .
    tapi ternyata saya tidak lulus di PTN dan saya lulus di PTS dengan jurusan TI .
    apakah nanti saya bisa bekerja di perminyakan pak ?

    satu lagi pak , saya tidak bisa pelajaran fisika , apakah di jurusan ini fisikanya sangat kuat ? lebihmempelajari manajemen nya atau teknik nya ya pak ?

    • Banyak alumni TI yang juga bekerja di minyak atau dikenal dengan sektor energi, nmaun memang bukan di lapangan seperti sarjana perminyakan atau kimia. Biasanya di bagian pendukung seperti SDM, logistik, safety atau keuangan.

      Secara umum bobot antara manajemen dan teknik bisa saya katakan seimbang namun ini juga tergantung pada kekhasan dari masing-masing kampus. Kamu bisa browsing tentang kurikulum dari program yang kamu tuju untuk melihat bebannya.

  45. Assalamualaikum wr wrb
    perkenalkan pak saya MABA TI 2013, Luqman Abdul Hakim.
    Ingin bertanya, singkat saja : Apa sih yg membedakan TI di PTS dengan PTN? apakah ada perbedaan sangat spesifik atau sama saja? Apa SKS pelajaran d PTN sama dengan SKS di PTS khususnya dalam T.Industri?

    Terimakasiih bnyak pak , Wassalam

    • Saya lebih memandang perbedaan antara program studi teknik industri bukan pada status negeri atau swasta namun terbagi antara faktor internal dan eksternal.

      Secara eksternal negeri memiliki persepsi kuat akan kualitas lulusannya akibat proses seleksi yang ketat dan atmosfer mahasiswa yang cenderung berorientasi kepada nilai idealisme.

      Secara internal maka perbedaan yang terjadi adalah pada kekuatan dari fasilitas, SDM, desain kurikulum dan jaringan antar perguruan tinggi dengan industri atau PT luar negeri. Secara sks yg berarti kurikulum hampir seluruh PS TI masih berorientasi pada desain yg dibuat oleh konsorsium pendidikan teknik industri, jadi pasti ada kemiripan.

  46. yudha aji suryana berkata:

    pak , sya ingin sekali mengambil teknik industri .. tapi sya lemah dalam matematika dan fisika , apakah cocok ?

    • Coba telusuri diskusi yang ada di artikel ini atau artikel lain, karena pertanyaan ini pernah saya jawab. Intinya sih teknik industri sebagai bagian dari bidang ilmu teknik masih membutuhkan kemampuan fisika dan matematika walaupun tidak sekuat teknik lainnya

  47. fuzna syahniar mahdida berkata:

    terimakasih atas tulisan di atasnya pak , saya sudah sedikit mengerti apa itu teknik industri , yang saya ingin tanyakan , apakah jurusan SMK PERTANIAN itu cocok untuk mengambil mata kuliah TI di unversitas yang berada di indonesia ! maklum saya baru lulus dan mau meneruskan kuliah dengan mengambil jurusan TI pak ,trimakasih pak

    • Saya tidak tahu tentang apa yang kamu pelajari di SMK Pertanian. Yang saya tahu di IPB juga ada teknologi pertanian yang sebenarnya mirip dengan teknik industri yang mungkin cocok buat kamu.

      Secara umum sih selama kamu masih dalam kategori ilmu eksakta di tingkat SMU atau SMS, seharusnya tidak masalah

  48. Kalo Lulusan Teknik INdustri mau bkerja di lembaga Pemerintahan…
    Kerjanya akan diarahkan dimana….? atau Kerjanya Bagian apa……?
    Thankz Mahasiswa Univ.Kristen Maranatha Bandung

    • Di pemerintahan memang sangat spesialisasi, terkadang memang membuat kontribusi ti menjadi terbatas. Di daerah misalnya lulusan TI di arahkan ke dinas Perindustrian dan atau pengembangan IKM/Ukm, di pusat juga berfokus di Perindustrian dan perdagangan. Walaupun sebenarnya sektor perhubungan (logistik) juga menerima TI. Sektor keuangan juga menerima.

  49. c.seunhye berkata:

    terimakasih pak atas artikelnya..
    salam kenal, saya Eka mahasiswa TI di UPN Yog tahun ini. Jadi, ceritanya saya sudah diterima disini tapi belum menicipi satupun SKS yang ada di TI

    Ceritanya pak, orientasi saya masuk UPN itu buat ambil tek.geo. Tapi karena disuruh untuk memilih pilihan ke dua dan saya dianjurkan untuk tidak memilih dari fakultas teknologi mineral maka saya memilih tek industri. Dulunya saya juga tidak pernah terpikir sama sekali untuk melanjutkan kuliah di TI karena saat SMA saya sering mengikuti perlombaan yang ada unsur ‘geo’-nya. Namun sayangnya di UPN saya diterima di tek industri. Dan saat saya melihat sistem kurikulumnya, bahkan ada belajar mesin yang seperti diketahui bahwa 100% Fisika ada di elemen mesin.

    Tapi kalau dilihat dari peluang, TI akan tetap dibutuhkan sepanjang masa selama negara masih harus membutuhkan robotika atau alat-alat dan menjadikan pabrik sebagai sarana pengembangan negara. Sedangkan geo, sy pernah membaca berita kalau sudah banyak pekerja geo di pabrik2 di Amerika sudah ditutup karena persediaan minyak yang semakin tipis. Tapi rasanya memang feel saya belum sama sekali ada di TI karena belum pernah belajar sma sekali. Belum lagi kalau lulusan geo jarang ketemu keluarga padahal saya sendiri anak tunggal.

    Pertanyaan saya :
    apakah tepat kalau saya tetap di TI karena peluangnya dan kalau masih di industri saya masih dapat bertemu dengan keluarga? Lalu setelah saya mulai belajari di TI, apakah lama-lama perasaan saya jadi berubah dan akhirnya menjadi sangat senang di bidang ini? terimakasih pak atas respon bapak dan waktu untuk membaca curcol saya.hahaha

    • Panjangnya curcol kamu. :-)
      Tentunya mempertimbangkan bahwa bidang kerja TI cukup luas maka sebenarnya TI juga ada yang bekerja di sektor energi, terutama di logistik dan HR. Jadi tentang bertemu keluarga memang tergantung dari bidang kerja kamu nanti, memang mayoritas kerja TI adalah berada pada jam kantor bukan field days seperti di oil field.
      Sebenarnya America sedang booming sektor energi karena bekal teknologi mereka sekarang bisa mengeksplorasi cadangan mereka yg tadinya tidak mungkin dan ekonomis untuk digali, sehingga diperkirakan dalam satu dasawarsa nanti mereka bisa menjadi eksportir energi dunia dibawah arab Saudi.

      Saya kira kegalauan kamu ini karena belum mendapatkan sks yang spesifik TI. Namun terlepas dari ini, cobalah untuk selalu mengambil hal yang positif dari apa yang telah kita pilih sebelumnya.

  50. salam kenal pak, saya Andrian, alumni Teknik Mesin salah satu PTN. Rencananya saya ingin melanjutkan magister dan agak bingung dengan pemilihan prodi. Pertanyaannya:

    saya sangat menggemari matematika pak, kira-kira bidang keahlian apa yang harus saya ambil di prodi TI dan tentunya di bidang keahlian tersebut lebih memprioritaskan mahasiswa yang mempunyai matematika memadai??
    terimakasih sebelumnya.

    by: Andrian

    • Saya tidak mengetahui tentang prodi atau sub prodi yang ada di TI untuk magister, biasanya digunakan istilah lab, keahlian atau peminatan.
      Untuk matematika maka saya sarankan anda untuk mengambil jalur optimasi atau operational research yang memungkinkan kita untuk mengeksplorasi penggunaan algoritma dalam memecahkan masalah industri.
      Di sems lab TIUI kemarin ada mahasiswa dg background matematika yang menggunakan optimasi utk memprediksi pergerakan harga saham.

    • Dalam arti ilmu yang dibutuhkan secara ideal utk mengoptimalkan usaha, maka benar.
      Tapi apakah gara gara banyak tahu jadi tidak berani berusaha, tergantung semangat wira usaha awalnya.

  51. ricky berkata:

    Halo Mas Hidayatno, ada pertanyaan yang mau saya ajukan. saya merupakan lulusan ilmu komunikasi tetapi merasa kurang berminat untuk bekerja di media, karena saya menyukai matematika dan berpikir logika, saya merasa telah salah ambil jurusan dan menginginkan untuk menebusnya dengan mengambil magister TI, bagaimana menurut mas Hidayanto? karena dari beberapa penjelasan yang saya dapat mengenai TI, saya akan suka dengan perkuliahannya

    • Sebagian besar program magister TI tidak menerima calon yang memiliki latar belakang ilmu sosial pak, tapi coba anda klarifikasi dahulu ke perguruan tinggi yang anda ingin masuki. Perhatikan pula kurikulumnya dan syarat matrikulasi jika ada. Anda mungkin harus bekerja keras untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan matematikanya.

  52. Damar Wulandari berkata:

    Terima kasih atas penjelasan bapak,sangat sederhana dan mudah dipahami. Saya seorang mahasiswi Teknik Industri semester 5 di UPN”V”Yk, saat SMK saya mengambil jurusan Teknik Elektro Industri, sebelumnya saya mengira Teknik Industri sama dengan Teknik Elektro Industri karena ada kata “industrinya” ^^. Ternyata berbeda, saya “bertanya-tanya” apa itu Teknik Industri. Setelah membaca artikel dari bapak saya mengerti dan paham.
    Terima kasih ^_^

  53. vengeance berkata:

    bagi kaka-kaka lulusan teknik industri lebih bagus yang sudah bekerja, saya mau bertanya nih, apakah profesi anda sekarang menuntut peningkatan pengetahuan keteknik-industrian secara continue?mengapa?
    tolong jawab ya kaka :)

  54. gunawan berkata:

    pak sy maw nanya yg bgtu dsr bgt.,. krna sy org desa jd gk tau lbih jauh ttng teknik idustri., prtnyaan sya,,,, pak nt klo sdh lulus kuliah, kerjanya tek indusri d bgian apa., n spesifikasinya gmn.,

    • Pertanyaan kamu sebenarnya sudah dijawab pada artikel ini. Namun jika harus disederhanakan maka pekerjaan klasik seorang teknik industri adalah mengurus produksi sebuah barang, dari jadwal, perhitungan uang, orang dan barang akibat jadwal tersebut.

    • Saya kira akan tergantung dari peminatan yang kamu ingin dalami. Untuk manufaktur misalnya pemahaman permesinan akan membantu, walaupun ada beda fokus dalam TI dengan mesin, kita lebih berfokus kepada integrasi antar sub-sistem dibandingkan pada permesinannya.

  55. martin berkata:

    Terima kasih penjelasan mengenai TI.
    Lg mau lanjutin kuliah S2 tp masih binggung perbedaan antara konsentrasi manajemen operasi/produksi (gelar MM) dg manajemen teknik industri (gelar MT). Tlg share perbedaannya. Terima kasih.

    • Saya tidak bisa menjawab utk semua program s2 ti, saya akan mencoba menjawab sesuai dengan pengalaman menjadi tim kurikulum. Menurut saya ada 2 pembeda utama: fokus kepada desain dan multi-kinerja. Di teknik aspek desain mendominasi sehingga anda tidak hanya melakukan peningkatan semata (seperti definisi manajemen), namun dibekali kemampuan utk merancang ulang sistem operasi secara integral paling tidak melalui minimal 2 sub sistem. Tujuan perancangan ini tidak hanya aspek finansial saja yg biasanya mendominasi di manajemen operasi saja, namun aspek non finansial yang akan berdampak pada keseluruhan kinerja operasional sistem tersebut

  56. Iman Rasiman berkata:

    Pak, saya lulusan D-3 Teknik Mesin, akan melanjutkan ke jenjang S-1, tetapi saya mempunyai kelemahan dalam Matematika, Fisika dan Kimia, sehingga saya berfikiran akan melanjutkan ke Teknik Industri, pertimbangan lainnya adalah sesuai dengan posisi saya di tempat bekerja sekarang di Manajerial sebagai Kepala Seksi.

    Menurut bapak :
    1. Apakah saya harus tetap mengikuti jalur S1 Teknik Mesin lagi atau S1 Teknik Industri ?
    2. Kira-kira besar mana sisa SKS mata kuliah antara saya melanjutkan ke Teknik Mesin dibandingkan ke Teknik Industri ?

    Terima Kasih atau masukan dari bapak.

    • teknik informatika adalah sebuah program studi keilmuan tersendiri, sehingga tentunya berbeda dengan teknik industri. Di teknik industri sendiri, manajemen sistem informasi merupakan sebuah sub-sistem penting yang perlu dikelola dalam mencapai peningkatan sistem secara keseluruhan. Konsep ini dikenal sebagai ERP (Enterprise Resource Planning). Namun bukan berarti kita akan mendalaman sistem informasi seperti teknik informatika.

    • Bekalnya sih sama dengan memasuki kehidupan perkuliahan teknik pada umumnya. Jika kamu dari SMA/SMU, maka tentunya kamu harus bersiap untuk mandiri dan mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap pengembangan diri kamu sendiri. Karena di kampus, tidak ada yang akan memberitahu kita seperti guru-guru di SMA.

  57. Arie Ramdhani berkata:

    Mau nanya pak.. saya arie lulusan SMK Teknik Informatika tahun 2012. dan sekarang saya sedang mau melanjutkan Kuliah di Teknik Industri Unjani .
    Saya sudah menahun menggeluti dan mempelajari ilmu di bidang IT.. tapi untuk dibagian programmer saya merasa bakat saya bukan di bidang ini… tapi saya merasa lebih berbakat di bagian system analistnya.. dalam membuat suatu aplikasi saya lebih tertarik ke bidang perancangan system dan databasenya.. yg saya mau tanyakan apakah pilihan saya cocok untuk melanjutkan ke teknik industri ?? ohh iia satu lagi saya juga sangat suka mempelajari ilmu2 managerial..

    • Arie Ramdhani berkata:

      maaf pak satu lagi yg saya ingin tanyakan.. Kajian ilmu Teknik Industri kan sangat luas.. di jurusan ini kita belajar berbagai macam hal.. mulai dari Industri Manufaktur, sektor perbankan, Industri makanan dll.. nah untuk profil lulusannya sendiri apabila ingin bekerja apakah tidak akan bingung untuk memilih mau di bidang apa ?? atau lulusan sarjana Teknik Industri sebelum mereka terjun ke dunia kerja apa harus mengikuti lagi kuliah Program Magister ??

      • Sebagai learning model teknik industri menggunakan industri manufaktur sebagai obyek utk menjelaskan berbagai teknik dan pengetahuan yang perlu dimiliki oleh seorang perekayasa industri. Namun pada aplikasinya ternyata teknik dan pengetahuan ini bermanfaat pula di sektor lainnya, jadi selama kamu ikut kuliah jangan khawatir bingung, harusnya tidak. Namun yang perlu diperhatikan adalah untuk selalu ingat bahwa apa yang dipelajari bisa di aplikasikan ke berbagai bidang.

        Sebenarnya tidak perlu harus ke magister utk melakukan spesialisasi, bisa dari kamu join ke lab atau dari skripsi dan kerja praktik kamu nanti.

    • Menurut pengalaman saya sendiri sih cocok, bahkan cocok sekali. Problematika terbesar dalam sebuah proyek implementasi IT bukanlah dari teknologi tetapi dari manusianya. Aspek manusia ini akan lebih mudah diatas melalui kemampuan kita untuk memetakan proses (process mapping) secara detail dan iteratif. Dengan landasan ilmu TI yang multi dimensi kamu akan lebih mudah untuk melakukan pemetaan ini.

      • Arie Ramdhani berkata:

        Terimakasih pak atas jawabannya.. hahaha jadi tambah yakin buat saya untuk menggeluti di dunia Teknik Industri..
        saya sudah mencari informasi mengenai apa teknik industri itu.. kebanyakan dari bacaan referensi TI bnyak membahas tentang ilmu Manajemen dan kemampuan analis .. saya melihat kurikulum awal di TI kebnyakan yg ditakutkan adalah mata kuliah kalkulusnya.. di smk juga saya belajar matematika teknik seperti Limit, Diferensial, dan Integral.. setelah saya melihat silabus kalkulus ternyata di matkul ini bnyak membahas tentang Integral.. apakah emang ilmu ini penting untuk dasar teknik pak ?? dan apa hubungannya dengan Teknik Industri ?

      • Itu akan tergantung dari minat dan bidang kerja kamu nanti sebenarnya, namun secara kurikulum memang harus diajarkan, takutnya dibutuhkan sesuai minat kamu (bidang optimasi, perancangan produk, Pemodelan lanjut dll) dan karena teknik industri masih merupakan bidang ilmu teknik jadi muatan matematika juga masih tinggi walaupun tidak setinggi jurusan teknik tradisional lainnya.

  58. maaf pak saya tentang pengambilan jurusan saat saya nnti mau kuliah…
    saya kan rencanya mau ngambil jurusan teknik industri,,,?tapi saya bnggung mengenai prospek kerja dari teknik industri itu sendiri,,,,?
    bidang kerjanya itu apa aja ya,,,
    trus apakah untuk saat ini masih banyak lowogan kerja yang membutuhkan jurusan teknik industri,,,

    terima kasih saya tunggu jawabnya,,,

    • Jawabannya sebagian besar sudah ada diberbagai tulisan dan komentar dalam blog ini, termasuk bidang pekerjaannya. Tentang apakah banyak atau tidaknya saya tidak memiliki data secara nasional, hanya pengamatan pribadi yang saya lihat di career center fakultas dan universitas, dan berdasarkan pengamatan ini, banyak lowongan yang mencari secara spesifik teknik industri. Selain itu banyak pula yang mencari fresh graduate engineer atau hanya fresh graduate saja, yang berarti TI juga bisa masuk

  59. Arifin berkata:

    Saya Arifin dari Medan Pak,

    Terima kasih wat artikelnya pak, secara umum sbagai pemula saya mulai paham konsep awal dari TI ini sendiri.Tapi pak, saya masih bingung di bagian aplikasi dari TI ini, mohon penejlasannya pak.
    Satu lagi pak, prospek utama dari TI itu sendiri pa ya pak??

    Terima kasih, ditunggu balasannya pak.

    • Pertanyaan anda terlalu umum, jadi saya tidak bisa menebak konteksnya, dan bisa menjawabnya. Coba anda baca artikel-artikel lain dalam weblog ini, seperti bidang kerja, contoh aplikasi TI dll. Semoga itu bisa membantu.

  60. taufan berkata:

    tulisan bapak sangat inspiratif sekali….
    saya ingin menanyakan beberapa pertanyaan pak…
    saya sekarang kuliah di kimia ui dan punya keinginan utk meneruskan program magister di teknik industri,menurut bapak bagaimana?(dr prospek kerja,hubungan ilmu dan tingkat adaptasi materi kuliah)

    ada temen saya yg tertarik dengan jurusan s1 teknik industri tetapi dia buta warna parsial dan keinginan dia untuk masuk TI sangat besar,menurut bapak bagaimana prospek dia ke depan ?

    terimakasih

    • Anda Ilmu Kimia atau Teknik Kimia? Jika Teknik Kimia, maka TI dan TK memiliki kesamaan dalam orientasi obyek yang dipelajari, jika TI orientasinya awalnya industri manufaktur maka TK orientasinya Industri Kimia. Jadi harusnya adaptasinya tidak sulit. Prospek kerja saya tidak tahu untuk magister, karena biasanya mahasiswanya berorientasi untuk meningkatkan karir, tidak untuk mendapatkan pekerjaan pertama.

      Untuk partial buta warna saya tidak tahu apakah di UI atau universitas lain, teknik industrinya mensyaratkan bebas buta warna atau tidak. Namun jika memang tidak ada ketentuan itu, saya kira tidak menjadi masalah, karena bidang kerja TI yang luas, sehingga dia harusnya bisa mencari industri dan bidang kerja yang tidak menuntut kemampuan pembedaan warna.

  61. mohon maaf pak jika pertanyaan saya kurang berkenan, saya masih kelas 12 sma, dn kebetulan ktrima di perguruan tinggi dgn jurusan TI , awalnya saya gak banyak tau mengenai TI ,. hanya tau dari org lain saja , katanya prospek kerjanya itu ,dipabrik gitu, trus ngatur2 sesuatu keg management,, itu yg membuat saya tertarik, tapi stlh mmbaca blog bpk sy bnr2 kaget dn syok mndgr klo di TI ini lbh byk bljr fska dn math ny, sedangkan selama saya di sma ini saya lebih suka pelajaran biologi dn kimia ketimbang fisika, matematika saya jg gak bagus2 banget , apalgi fisika nya.. pertanyaannya apa sy slah memilih jurusan TI ini? haruskah saya memilih jurusan yang lain? atau tetap melangkah ke jurusan TI ? jika memang saya lebih baik tetap memilih TI , motivasi apa yang bakal bener2 ngenak ke saya nya supaya sy semangat buat masuk TI dan menganggap kalo TI itu gak sesusah yang dibayangin?
    atas jawban bapak ,sebelumnya sy ucapkan trimakasih.

    • Semua Teknik memang pasti memiliki basis matematika dan fisika, kemudian kimia dan sedikit biologi. Jika memang kamu sudah memilih teknik, maka memang pasti muatan ini ada, dimanapun tekniknya.
      Apakah sulit? Entahlah, tergantung dari kamu, tetapi setahu saya tidak ada mahasiswa TI di UI yang tidak lulus matematika dan fisika, jadi seharusnya bisa.
      Tentang apakah mengambil jurusan lain: saya tidak tahu, tetapi saya tahu bahwa sebuah pengambilan keputusan pasti memiliki alasan dan proses, terlepas kita sadari atau tidak, sehingga keputusan kamu pasti ada dasarnya. Jika dasar keputusan tidak berubah walaupun ada informasi, harusnya kita tetap kepada keputusan awal.

      Saya coba memotivasi kamu dengan semua yang kamu sebutkan, yang ternyata dipelajari di teknik industri, dan ini menunjukkan bahwa teknik industri memang telah cukup memberikan bekal untuk kamu mengelola operasional industri:
      1. Decision Making, pengambilan keputusan berbasis kepada metode kuantitatif dan semi-kuantitatif, karena pengambilan keputusan memang kompleks dan terkadang membutuhkan sebuah analisa mendalam.
      2. Motivasi, kamu akan mempelajari psikologi industri yang salah satu topiknya adalah tentang motivasi, karena teknik industri berhubungan dengan manusia, maka memahami motivasi menjadi kunci utama untuk mengarahkan dan menaikkan produktivitas manusia.

    • Biasanya kata teknologi digunakan utk suatu hal yg lebih umum dibangingkan teknik. Di inggris: technology and engineering.

      Walaupun sebenarnya tidak tepat menurut saya, ada banyak kampus menggunakan teknologi utk pembagian fakultas sedangkan teknik utk pembagian departemen, terutama yg bersifat institut. Jadi departemen teknik industri akan berada dibawah fakultas teknologi industri, bersama dengan teknik lainnya yg berorientasi pada aplikasi di industri, seperti teknik mesin, elektro dst. Untuk membedakan diri dengan misalnya teknologi pertanian, sipil dan perencanaan, dst.

      Definisi teknologi dan teknik memang berbeda jika mengacu dari penterjemahan bhs inggris diatas. Namun saya kira jawaban diatas yg kamu inginkan.

  62. Angga berkata:

    sangat menarik dan mengena pak artikel dan comment2nya,, jd kesimpulannya sbenernya manajemen itu hanya bagian dari Teknik Industri itu sendiri ya Pak? Teknik Industri lebih luas?
    maksud saya, klo digambarkan dengan diagram Venn, berarti Manajemen itu ada di dalam Teknik Industri ya?

    • Perspektifnya memang begitu dari sisi Teknik Industri, namun manajemen sendiri karena definisinya tadi, sebenarnya menjadi sangat luas, dan tidak “semua” ilmu manajemen dibutuhkan di teknik industri.

    • Kalau dari sisi pendidikan, saya kira tidak ada kendala yang berbeda yaa antara teknik industri dan bidang ilmu teknik lainnya. Ketika saya tanyakan tadi pagi ke beberapa mahasiswa, malah semuanya menjawab kuliah di TI lebih enak dibandingkan teknik lainnya, karena yang diajarkan sebuah solusi multi-pendekatan dan mereka bisa mengasosiasikan perkuliahan dengan permasalahan di Industri nantinya.

      Malah kendala utama yang terpikirkan oleh saya adalah ketidakpercayaan diri mahasiswa teknik industri dalam menjelaskan bidang ilmunya.

  63. assalamualaikum pak, saya sedang bingung untuk memilih, kira – kira apa perbedaan TI dan management, karena saya baca sepertinya ada kesamaan dengan cara pembelajaran TI dan management, lalu di dunia kerja sekarang, mana yang banyak di cari, TI dan management itu bagaimana perbandingannya pak.. saya sedang bingung, untuk memilih fakultas apa yang saya akan pilih antara kedua itu setelah lulus sma. terima kasih atas jawaban bapak

    • Di cara pandang TI, manajemen hanyalah sebagian tugas dari perekayasa industri, kami masih memiliki tugas mendesain dan instalasi. ni berarti manajemen yang berfokus kepada peningkatan (untuk membedakannya dengan administrasi) merupakan salah satu tugas perekayasa industri. TIUI sendiri memiliki cara pembelajaran yang berbeda dengan manajemen, karena fokus utama kepada desain, tidak hanya desain produk, tetapi juga desain proses, pabrik/operasi, organisasi, rantai suplai dan strategi. Jadi seharusnya berbeda. Kami percaya bahwa kemampuan desain akan memberikan nilai tambah kepada kemampuan manajemen dan instalasi.

      Kemampuan desain membutuhkan muatan kuantitatif yang tinggi, itulah mengapa banyak berbagai metode kuantitatif dan statistik industri yang diajarkan, yang tidak diajarkan di manajemen. Itulah mengapa matematika, fisika sebagai dasar keteknikan tetap harus diambil oleh calon perekayasa industri, walaupun tidak seberat program studi teknik lainnya.

      Kesamaan antara manajemen dan teknik industri adalah pada skala obyek yang dituju, keduanya berfokus kepada skala mikro, yaitu pada perusahaan, sehingga terkesan memiliki kesamaan karena memang cara mengelola perusahaan pada dasarnya sama. Namun hanya itu saja, tentang apa dan bagaimana, pasti akan berbeda.

  64. Meri berkata:

    Pak,, saya sangat senang membaca blog dari bapak,,
    walaupun saya sudah lulus TI ekstensi,,
    tapi saat ini saya berencana dan ada kesempatan untuk mengajar jurusan teknik industri, tapi saya belum tau mengajar mata kuliah apa.
    Sebenar nya saya juga kurang Pede untuk ngajar, krn saya sendiri lulusan ekstensi sambil bekerja, jadi tidak terlalu mndalami dan fokus kuliah,,
    tapi saya benar2 ingin mengajar,,
    apakah bapak punya trik2 tertentu bagaimana cara mengajar dengan baik dan bagaimana menguasai mata kuliah yang diajar agar bisa disampaikan dengan baik dan dimengerti dengan baik,,,

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

    Meri

    • Menurut saya, ada beberapa tipe pengajar, dan setiap tipe memberikan kontribusinya masing-masing dalam pendidikan mahasiswa. IDealnya sih semua tipe ada dalam 1 dosen, tapi itu biasanya sangat langka. Tipe pertama: scholars, yaitu tipe pengajar berbasis teori, yang mengajarkan tentang apa yang baca dan olahan pikirannya. Tipe kedua: research based, yaitu tipe pengajar berbasis pada kumpulan riset yang dia lakukan, ini pengembangan dari scholars, tetapi sudah tidak lagi membaca teori dan menerangkannya, tapi menciptakan teori atau mendebat teori yang dikemukakan lagi, Tipe ketiga: practitioner, yaitu tipe pengajar berbasis pada pengalaman, yaitu menceritakan bagaimana kondisi lapangan saat ini dan tips-tips lapangan.

      Setiap tipe pengajar cocok untuk setiap jenis pengajaran maupun tipe audiensnya. Tentunya untuk akademis tipe 1 dan 2 biasanya lebih cocok dan mahasiswanya lebih “pasrah”, tapi yang ketiga biasanya untuk training lapangan dan mahasiswanya memang sudah “pengalaman”.

      Tetapi tentunya paling baik adalah yang memiliki unsur ke-3-3-nya. Jadi saran saya, perdalami kembali teori yang anda dapatkan di perkuliahan kemudian perkaya dengan cerita-cerita yang bisa anda dapatkan dilapangan.

  65. sandra berkata:

    pak hidayatno mksh ya penjabarannya yg super jelas. sy jd ngerti bahwa TI itu sbnrnyapkrjaannya luas bgt ya. bgni pak suami sy sdh smester akhir & skrg sdg mnyusun skripsi. tp sy bingung koq baik suami atau teman2nya sptnya krna sdh mengajukan bbrp x judul & tertolak terus sptnya jd mls. apa sbnrnya kesulitannya y pak? mohon advisnya.trims

    • Dinamika dalam penyusunan skripsi atau tugas akhir memang salah satunya adalah “hubungan” antara dosen dan bimbingannya. Saya tidak tahu karakterisik dosennya, seharusnya jika ditolak maka suami anda tentu bisa menanyakan kepada dosen yang bersangkutan kenapa ditolak, dan menurut dia apa yang seharusnya diambil.
      Bisa jadi pula suami anda tidak cocok dengan tawaran topik yang diminta oleh dosen, namun tentunya harus ada strategi untuk mencari jalan tengah. Tentunya perlu dilihat apa minat dari dosen tersebut yang bisa ditanyakan atau dilihat dari koleksi bimbingan dosen ybs.

      Dinamika hubungan ini memang hanya satu kuncinya: komunikasi dan lupakan gengsi/ego dll, sederhananya always ask and never take it personally.
      Terkadang kita merasa diri kita lebih baik, atau lebih berpengalaman dll, tapi sikap itu malah akan menahan kemajuan usaha kita. Ditolak bukan berarti kita bodoh, atau dosen sombong dll, hentikan berpikir semacam ini, dan cari jalan keluarnya.

  66. saya M Ridho Anugerah,,
    Saya membaca semua artikel bapak dari awal sampai akhir ,,,
    saya sangat termotifasi dan keprcayaan diri saya sangat kuat dalam mempelajari TI,,
    Terimakasih banyak pak ,, he

    • Ilmu fisika digunakan dalam teknik industri sebagai ilmu dasar yang diberikan kepada mahasiswa sehingga mereka mampu: (1) menyadari batasan fisika terhadap beberapa komponen 5M (man machine material) yang harus dipertimbangkan untuk perancangan perbaikan (2) memanfaatkan pengetahuan fisika untuk mengungkit (leverage) produktivitas kerja.

      Pada aspek 1, batasan terhadap material misalnya berujung kepada apakah sebuah usulan penggantian material untuk komponen bisa dipertimbangkan tidak berdasarkan karakteristik material tersebut
      Pada aspek 2, untuk faktor manusia (ergonomi) ada konsep motion economy, yang salah satunya menggunakan gravitasi untuk membantu kerja manusia. Ilustrasi yang saya berikan adalah counter supermarket yang besar dan belum motorized (hero, ranch dll), mereka memiringkan counternya dan meletakkan tas plastik pada gantungan khusus sehingga barang dengan lebih mudah masuk ke plastik bungkusnya.

  67. fikar berkata:

    apakah bidang matematik dan fisika saja yg menjadi dasar kuat tehnik industri?? saya sangat berminat sekali tetapi saya bingung apa yang harus saya kembangkan dan saya mau llus SMA pak

    • Kuat adalah bahasa yang sebenarnya relatif, orang berumur tua mungkin tidak lebih kuat dari remaja, tetapi pasti lebih kuat dari bayi.
      Matematika dan fisika “penting” karena banyak tugas di teknik industri yang tetap membutuhkan kemampuan matematis dan pemahaman hukum fisika ketika mengerjakannya, tetapi tentunya tidak sampai kamu harus membuat persamaan kompleks matematika (walaupun bidang itu ada juga di TI) atau harus belajar seperti ahli astro-fisika yang bisa memprediksi pergerakan atom jika diberi energi (padahal atomnya nggak kelihatan).
      Jadi applied mathematics dan applied physics adalah batasan maksimal pemahaman yang harus kamu miliki, dan ini sebenarnya sudah dicover dalam kurikulum SMA.
      Kalau kamu masih SMA, bersiaplah materi ujian masuk PTN atau SNMPTN, perhatikan kebutuhan ujiannya. setahu saya di website simak ui bisa didownload contoh2 soalnya (simak.ui.ac.id), itulah kemampuan yang harus anda kembangkan.

  68. erham berkata:

    terimakasih ya pak atas ulasannya?? sehingga saya sudah mempunyai gambaran yang jelas…
    kebetulan saya skrg kelas 3 SMA dan bingung memilih jurusan….
    dan sekarang saya jadi mengerti apa dan bagaimana teknik industri itu…

  69. Ulasan yang cerdas, simpel dan mengena..

    Saya sepakat dengan uraian dari bapak, memang sebenarnya kegelisahan mahasiswa dan masyarakat tentang teknik industri yang disebut-sebut sebagai ilmu gado-gado atau malah banci karena tidak jelas kelaminnya perlu untuk diberikan kata-kata kunci dalam keilmuan teknik industri, termasuk artikel yang bapak buat.

    Saya termasuk orang yang ingin melakukan kolaborasi antara keilmuan teknik industri dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, lebih spesifiknya mengemas sistem industri dalam kemasan DSS (Decision Support System), Mohon masukannya dari bapak ?, saya berencana ini akan saya jadikan topik untuk disertasi studi lanjut..

    terimakasih.salam…

    • Tiga tugas utama perekayasa industri adalah perancangan, peningkatan dan instalasi, yang kesemuanya memiliki unsur pengambilan keputusan, untuk itulah kuliah di TI biasanya juga ada mengenai teori keputusan atau manajemen resiko, atau yang mirip dengan ini, seperti DSS. Kerangka DSS sendiri memang banyak dipengaruhi oleh bidang informatika, sehingga terkadang terlalu berorientasi pada pembuatan software, dashboard, atau digital workflow. Saya tidak tahu anda akan disertasi ke arah mana, cuma memang sebagai perekayasa industri, muatan industrinya harus signifikan, artinya cara pandang software adalah sebagai tools pendukung sebuah proses pengambilan keputusan, bukan yang utama. Artinya Sistem Pengambilan Keputusan, berorientasi pada humannya, pada prosedurnya, dll (misalnya dengan perspektif 5M -man, machine, material, money and methods).

  70. Geri berkata:

    Nama saya geri , saya baru lulus thn 2011 dari sma . saya mau nanya nih pa , saya keterima di TI Universitas swasta salah satu di bandung . yg saya bingungkan “katanya” TI d universitas tersebut kurang bagus. Apakah saya harus mencari lagi kuliah dan tidak mengambil TI tersebut? atau mengikuti snmptn tahun depan ? Karena tahun ini saya tidak lolos msk FTI ITB . menurut bapak bagaimana ? Apakah lulusan Universitas ternama sangat mempengaruhi kerja nanti dan gampang mencari kerja ? mohon bantuannya

    • Tentunya reputasi universitas mempengaruhi pertimbangan dalam penerimaan karyawan, hal ini memang tidak dapat dipungkiri. Ada sesuatu dalam atmosfir akademis universitas ternama yang penuh kompetisi dan orientasi perkuliahan yang tinggi, yang menjadi pertimbangan. Pertimbangan lain dalam merekrut karyawan adalah prestasi individu sang mahasiswa, misalnya universitasnya sih biasa saja, namun prestasi anda luar biasa (nasional bahkan internasional) maka ini juga dijadikan faktor plus.

      Keputusan untuk tetap tinggal atau mencoba kembali, sepenuhnya ditangan anda setelah berkonsultasi dengan keluarga. Tidak baik juga bagi anda (menurut saya) jika anda tidak mengambil aktivitas yang memaksa anda belajar sambil menunggu mendaftar kembali, walaupun terkadang kuliahpun terkadang tidak juga akan memaksa anda belajar, misalnya anda akan keasikan berorganisasi atau berteman dengan teman-teman baru di kampus sekarang, sehingga lupa belajar.

    • Saya bingung menjawabnya, tergantung pada bidang pekerjaan yang akan ditekuni nanti, mengingat luasnya peluang kerja yang bisa diambil oleh TI. Ketika pekerjaan itu menuntut kemampuan untuk membedakan warna (percetakan, perbankan, dll) maka bidang ini mungkin tidak bisa menerima anda.

  71. Putra berkata:

    Background Saya sarjana teknik mesin dan saya hendak meneruskan program master. Saya tertarik dengan bidang teknik Industri di program master saya di eropa. Namun saya tidak tahu (dan menjadi agak ragu karena ketidak tahuan saya) apakah lulusan master teknik industri sangat dibutuhkan disana (amerika/eropa) ? Prospek pekerjaan yang memungkinkan buat master teknik Industri di eropa itu apa ? Karena saya tidak berharap ilmu yang saya pelajari tidak sia2 dan terpakai di dunia kerja. Harap beri masukan pak. Terima kasih pak hadiyatno.

    • Saat ini eropa sedang mengalami pula krisis ekonomi sebagai imbas krisis yang melanda Amerika (kecuali Jerman yang masih perkasa akibat ekspor permesinan teknologi tinggi), sehingga anda harus berhati-hati memilih negara mana yang anda akan tuju, karena walaupun namanya Eropa, tapi sebenarnya setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda. Ini termasuk karakteristik dari perguruan tingginya, ada yang masih generalis dan ada yang sudah sangat spesialis. Setahu saya tidak banyak perguruan tinggi eropa yang memiliki program dengan nama “Teknik Industri”. Beberapa program bahkan meletakkan Teknik Industri dibawah Fakultas Bisnis dan Manajemen, ini tantangan anda.

      Di TIUI sendiri ada staf dosen yang pernah mengenyam pendidikan di Jerman, dan dia pernah bekerja di konsultan untuk inovasi. Tetapi Jerman memiliki spesialisasi yang dalam pada pendidikan tingginya.

  72. tamam berkata:

    nama saya tamam.salam hangat dri saya Pak. saya lulusan teknik mesin dan saya dulu paling benci sama pelajaran fisika kimia. namun sekarang saya mau ngelanjutin kuliah msuk jurusan TI. pertanyaan Saya. Apakah saya mampu memahami TI dan apakah saya mampu tuk bisa mempelajari TI tu. sedangkan saya tak mempunyai dasar tentang ilmu TI itu sendiri. tolong di jwab PAK. dan saya mengucapkan banyak2 terima kasih.

    • Kalau anda “dulu” benci, sekarang berarti tidak lagi? :)
      Kalau menurut saya sih seharusnya tidak menjadi masalah, cuma itu semua tergantung kamu. Memotivasi diri merupakan suatu hal yang harus anda pelajari sendiri.

  73. fetrin berkata:

    Terima kasih pak penjelasannya. Utk mata kuliah math dan fisika lbh berat di t.mesin atau t. industri ?. Bila tdk terlalu menonjol dlm math dan fisika apakah akan mampu kuliah di teknik mesin nantinya ?.
    Saudara saya takut salah ambil pilihan Pak. Ke depan utk gambaran mencari pekerjaan, lebih fleksibel/lebih luas mana lahan pekerjaan lulusan teknik mesin atau teknik industri ?.
    Terima kasih Pak sebelumnya.

    • Saya tidak bisa berbicara antar masing universitas karena memang ada perbedaan. Secara garis besar kebutuhan dasar matematikan dan fisika antara teknik mesin dan teknik industri adalah sama, terkadang bahkan untuk keseluruhan program studi teknik adalah sama. Ini karena yang namanya teknik, pasti ada matematika dan fisikanya. Memang kebutuhan lanjutannya berbeda, jadi besar sekali kemungkinan di teknik mesin lebih banyak dari teknik industri.

      Saya kira soal fleksibilitas juga sama. Secara bidang besar, memang hanya TI yang memiliki kesempatan untuk bekerja pada 2 bidang, yaitu jasa dan manufaktur. Tetapi sebenarnya setiap bidang memiliki peluang yang besar pula. Manufaktur bergerak dari pembuatan barang, perusahaan minyak dan lain sebagainya. Tetapi ini juga tergantung dari tujuan tempat kuliah anda, karena pengaruh nama perguruan tinggi juga besar.
      Cara sederhana yang saya sarankan buat semua calon mahasiswa adalah mencari yang lebih baik atau terbaik dari setiap universitas/institut yang dituju, jika pada tujuan lebih baik program studi A secara ranking maupun penerimaan masyarakat maka ambillah PS tersebut.

  74. fetrin berkata:

    Pak, mau tanya, apa beda yang mendasar antara teknik mesin dan teknik industri. Saudara saya saat ini sudah diterima di 2 jurusan tersebut, tapi masih bingung untuk memilih. Untuk gambaran, dia paling senang dengan yang berbau otomotif dan mesin2, pokoknya otak atik mesin. Jadi sebaiknya ambil jurusan apa yang mendekati dengan minatnya ?. Terima kasih.

    • Menurut saya ada 2 tipe orang dalam hal menghubungkan pekerjaan dan hobi, orang pertama adalah yang ingin pekerjaannya sesuai dengan hobinya dengan keyakinan bahwa jika kita mengerjakan apa yang kita suka maka kita akan bekerja dengan baik. Orang kedua adalah yang tidak mau menggabungkan keduanya, menurut dia hobi adalah tempat dimana dia bisa mendapatkan “ketenangan” atau “kesenangan”, karena bekerja biasanya identik dengan “terpaksa” jadi tidak menyenangkan. Anda perlu eksplorasi hal ini dengan dia.

      Perbedaan mendasar yang membuat teknik industri lahir dari teknik mesin (Secara historis, sebagian besar program studi teknik industri dilahirkan dari program studi teknik mesin) adalah memasukkan unsur manusia kedalam peningkatan efisiensi pada skala yang lebih luas dari hanya efisiensi mesin, tetapi bukan dalam perspektif manusianya, tetapi dalam perspektif efisiensinya. Karena jika khusus pada perspektif manusia, psikologi jawabannya. Itulah mengapa beberapa perkuliahan akan diklaim mirip dengan manajemen, tetapi sebenarnya tidak sama karena perspektif dan tujuannya berbeda.

  75. adit berkata:

    ass.
    saya mau tanya,apa persamaan dan perbedaan teknik industri dengan teknik lainya? terima kasih banyak atas jawabanya

    • Jawaban sederhananya adalah persamaannya adalah sama-sama bidang ilmu teknik.

      Teknik mengaplikasikan pengetahuan manusia tentang ilmu sains untuk merekayasa lingkungan manusia sehingga manusia dapat meningkat kualitas hidupnya.

      Dalam tugasnya yang luas itu, maka dibutuhkan spesialisi. Jika mencakup perubahan struktur fisik lingkungan: sipil, metalurgi dll. Jika membantu manusia untuk bekerja lebih baik dan sehat: mesin, elektro, kimia dan industri dll.

      Jadi untuk bisa melakukan rekayasa tetap dibutuhkan kemampuan sains terapan yg kuat, dimana dikurikulum dikenal sebagai kelompok kuliah dasar ilmu teknik, yg mencakup math, physics, dll.

      Perbedaannya tentunya pada ruang lingkup spesialisasi yg berdasarkan obyek. Teknik industri obyeknya ada industri, sebuah entitas terorganisir yg meningkatkan nilai tambah dr yg diolah, baik jasa maupun manufaktur.

  76. liya maulidianti berkata:

    pak,, saya liya hendak mencari jurusan,,
    sya mau bertanya,, apakah teknik industri ini membrikan peluang kerja yang bagus apabila tidak berwiraswasta (menjadi PNS)? kalau boleh, bisakah dijelaskan/disebutkan tentang prospek kedepan untuk TI?

    • Saya rasa dengan semakin lebih luasnya bidang dimana lulusan TI diterima atau berwiraswasta, maka prospeknya masih terbuka, tergantung dari anda sendiri yaa.

      Saya baru saja menulis tentang PNS TI, silahkan dibaca.

  77. fali berkata:

    pak saya mau tanya, sebenarnya pekerjaan/tugas pokok dari anak TI itu apa . . ? lalu bidang kerja apa yang mnjadi keahlian utama anak TI ? dan jga kita dapat kerja di apa saja ( menjadai apa, seorang marketing atau apa)

    • Saya kira sih cukup jelas dalam artikel ini yaa, mengingat luasnya bidang kerja yang akhirnya bisa dikontribusikan oleh anak TI, saya jadi suka lupa apa saja bidang kerjanya. Terutama dengan semakin banyaknya organisasi/perusahaan yang sebenarnya tidak bergerak pada bidang manufaktur, yang semakin membuka diri terhadap peranan anak TI.

      Tentang Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi), menurut saya pada dasarnya adalah “Tukang” pembuat sistem yang efisien dan efektif.

  78. Roy berkata:

    Pak, selamat malam,, Saya Roy,, saya sekarang kelas 3 SMA di jurusan IPA.. Begini,, saya ingin kuliah,, tetapi ingin kuliah di jurusan TEKNIK.. Kakak saya menyarankan untuk di jurusan manajemen,, tp saya kurang “sreg” pak.. Nah,, saya tertarik dengan salah satu jurusan teknik,, yaitu Teknik Industri.. Namun saya masih bingung dan ragu,, apakan saya mampu ato nggak ntar kalo udah kuliah nya.. Karena kata temen2 saya,, TI itu harus kuat di mata pelajaran Fisika dan Matematika.. Sedangkan saya gak istimewa2 amat di kedua pelajaran tersebut… Saya tidak berani hanya modal nekat saja pak.. Takutnya ntar pas udah di pertengahan kuliah akan mengalami kesulitan dan ingin pindah jurusan,, padahal saya berasal dri kelaurga yg biasa2 saja… Mohon saran dan bimbingannya pakk,… Terima kasih ya pak.. ^^

    • tidak bisa dipungkiri bahwa karena teknik industri, tetap merupakan bidang ilmu teknik maka akan tetap dibutuhkan kemampuan fisika dan matematika yang sesuai dengan kebutuhannya. Tentunya fisika dan matematika untuk teknik industri berbeda dengan kebutuhan teknik sipil, mesin atau bahkan planologi, atau arsitektur misalnya. Saya tidak bisa mengatakan bahwa jika anda “biasa” saja maka anda tidak akan mendapatkan kesulitan atau mungkin tidak akan bermasalah, mengambil teknik industri, karena tentunya saya tidak mengenal anda secara detail. Belum lagi kita harus sama-sama mendefinisikan statement “istimewa” anda. Tentunya yang saya tahu pasti, anda tidak harus pernah mengikuti olimpiade matematika untuk mendaftar ke TI.

      Kekuatan fisika dan matematika juga tergantung dari “gaya” institusinya. Biasanya pada institusi yang bersifat institut, dan bukan universitas, keketatan untuk kebutuhan matematika, fisika dan kimianya menjadi tinggi.

      Kebutuhan matematika TI sebenarnya adalah matematika dasar, terapan dan statistika. Matematika dasar, karena memang dibutuhkan kemampuan aritmatika, persamaan dll. Terapan karena sebagai seorang TI anda perlu bisa mengetahui apa arti kekuatan sambungan las untuk sebuah produk kursi, dan apakah sambungan tersebut cukup kuat. Statistika karena merupakan core keilmuan TI, yang sangat berguna dalam memecahkan masalah.

  79. eno berkata:

    Pak,. Selamat malam,. Saya eno, mau tanya,. saya ingin sekali kuliah, tapi masih bingung,. saya bekerja di perusahaan farmasi,. sma lulusan IPA tahun 2003, apa mungkin saya bisa Kuliah di TI jika saya sudah 7 tahun tidak belajar?? dan prospek kedepannya apakah bagus buat karir saya?? thanks ya pak

    • Memang bagi yang sudah bekerja, biasanya akan mengalami sedikit “shock-culture” ketika kembali di kampus. Keketatan akademis, tugas-tugas yang menumpuk, waktu yang semakin sedikit dsb, tetapi banyak orang yang berhasil melakukannya. Singkatnya, bisa tetapi memang tidak mudah.

      Saya termasuk berhati-hati mengatakan prospek, karena menurut saya memprediksi prospek suatu bidang ilmu merupakan rumus yang sulit untuk diformulasikan. Ada unsur anda sendiri sebagai kandidat, unsur kualitas dari PT tempat anda kuliah nanti, unsur perkembangan perekonomian Indonesia nantinya, dan lain-lain. Kalau anda menanyakan hal yang sama di Amerika saat ini misalnya, maka jawabannya semua lulusan tidak memiliki prospek, karena ekonomi mereka masih bermasalah.

  80. eessti berkata:

    prospek kedepan TI itu apa aja?
    saya ditawarin kuliah TI tapi saya ga ngerti mengenai TI
    TI itu sulit apa ngga dipelajarin?

    • Sulit atau tidak tergantung minat dan kemampuan kamu. Minat menimbulkan motivasi, dan motivasi akan membuat kemampuan kamu akan meningkat dg drastis.
      Dan TI menurut saya; sangat menarik, karena menggabungkan yang terbaik dari ilmu eksakta dg dukungan ilmu sosial.

  81. Yth. Pak Hidayatno. Perkenalkan nama saya Sugeng Handoko salah satu mahasiswa Teknik Industri Universitas di Jogjakarta. Setelah membaca blog anda semakin membuka inspirasi saya tentang teknik Industri. Saat ini saya mengembangkan wisata di Desa saya dan rencana akan saya jadikan sebagai Tugas Akhir/Sekripsi. Mohon bimbngannya nanti dan pertimbangan2nya. Mohon berkenan membalas via email. Suwun….

  82. Anakpadang berkata:

    Bapak, kenalkan saya ari.saya dari PAdang..Terima kasih atas artikelnya. membacanya membuka cakrawala saya tentang apa itu TI.
    Yang ingin saya tanyakan disini. Saya mempounyai sahabat. Dia kuliah di TI. di perguruan tinggi negeri di Kota Saya.
    Sampai saat ini dia bingung tentang penentuan karirnya di masa depan.
    Dia hobi membaca dan menulis. bahkan tulisan telah di muat di beberapa media nasional.
    Terkait dengan Ilmu yang sedang di pelajarinya di bangku kuliah, karir apa yang sebaiknya dia jalankan nantinya dikaitkan antara ilmu TI dengan hobi dan kesenangannya tersebut. Saya juga bingung pak. Mohon penjelasan.Terima kasih.

    • Harus bisa dibedakan antara softskills dan hardskills, kemampuan teman anda yang suka menulis ini merupakan softskills yang akan sangat membantu dia dalam karirnya nanti.
      saya mengetahui ada mahasiswa yang dengan hobi menulisnya dia bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah diluar negeri, dengan keaktifanya mengikuti kompetisi tulisan ilmiah secara nasional maupun internasional. saya juga memiliki bekas mahasiswa yang saat ini telah menulis buku sendiri tentang pemasaran, jadi dari softskills itu peluang untuk mengembangkan dirinya masih sangat luas

      Dan akhirnya, dia bisa menjadi wartawan, yang menjadi ahli untuk meliput perkembangan industri di Indonesia.

  83. MUHAMMAD AMIN berkata:

    ” Pak saya seorang lulusan ALIYAH swasta jurusan IPA thn 2004 ,dari dulu smpe skrng saya sangat kepengen banget Kuliah,tp baru tahun ini terpenuhi itu pun baru daftar sech,kebetulan saya ngambil TEKNIK INDUSTRI ,tp jujur Pak ,saya gak tau sebenarnya TEKNIK INDUSTRI itu apa,cuma dalam tekad saya pokoknya tahun ini harus kuliah,terserah mo ngambil Fakultas apa, jd yg ingi saya tanyakan sama Bapak:
    1.apakah tindakan saya salah ngambil Fakultas teknik industri karna gak ada dasar?
    2.apa sajakah yang perlu saya persiapkan untuk ke depannya biar hasilnya lebeh memuaskan?? mohon sarannya Pak….Terima kasih banyak sebelumnya.

    • Pengambilan program studi untuk kuliah sebaiknya memang memiliki dasar pemikiran yang matang, terutama karena biasanya pendidikan tinggi dihubungkan dengan meningkatnya kesempatan kerja. Perguruan tinggi juga memiliki karakter pendidikan yang berbeda, dengan pendidikan menengah (SMA/Aliyah) karena “nama”nya pun berbeda, sudah bukan siswa lagi tetapi “maha”siswa, dimana maha mengandung makna bahwa beban terbesar dalam belajar di perguruan tinggi terletak kepada siswanya, tidak lagi pada gurunya.

      Persiapan yang harus anda lakukan sebagai “maha”siswa terutama adalah persiapan mental untuk mengubah cara belajar, cara berteman dan cara untuk memotivasi diri anda sendiri sehingga siap untuk menghadapi lingkungan belajar di PT yang mandiri dan dewasa.

  84. underscore berkata:

    Terimakasih, pa… Saya akan coba terangkan ke saudara saya… Hehehe… Nanti kalau ada perntanyaan lagi, saya tanya bapa lagi ya.. Jawabannya padat sih asik..

  85. Jason Suteja berkata:

    Terimakasih Pak atas artikelnya.
    Dari yang saya baca, saya melihat ada sedikit kemiripan antara ilmu teknik industri dengan manajemen murni yang dipelajari di pelajaran ekonomi, benarkah seperti itu Pak? Jika berbeda, mohon tolong dijelaskan apa saja perbedan nya antara teknik industri dan manajemen murni dalam bidang ekonomi. (penjabaran bisa dalam materi pelajaran serta sistim pembelajaran)

    Terima Kasih

    • Semua bidang ilmu pasti memiliki kemiripan, karena jika kembali ke filsafat maka semua ilmu pada dasarnya memiliki pokok pohon yang sama, hanya pencabangannya berbeda. Ini juga berlaku pada ilmu teknik industri dan ilmu manajemen murni (walaupun saya masih perlu tahu juga definisi anda tentang “manajemen murni”, apakah ada yang tidak murni? Jadi saya berasumsi anda adalah manajemen operasi dalam mikro ekonomi). Jadi jawabannya iya dan tidak, iya karena memang ada kemiripan dan tidak karena memang berbeda.

      Karena namanya “Ilmu Manajemen” apakah berarti hanya ekonomi yang berhak untuk mengajarkannya? ketika definisi manajemen adalah cukup luas, dan tidak lagi menjadi sebuah “kata” sendiri, tetapi dilekatkan kepada kasus tertentu: kita mengenal manajemen rumah sakit, manajemen proyek, manajemen pabrik, manajemen artis dsb.
      Apakah “ekonomi” sama dengan “bisnis dan manajemen”? di berbagai negara maju, school of economics berbeda dengan management school/school of business/school of commerce. Jadi anda ingin menggunakan “ekonomi” yang mana? Economics merupakan ranah sosial, di banyak negara eropa, economics berada dibawah social sciences (FISIP), karena memang ilmu ini dibangun untuk mengurusi perdagangan (trade), dan trade adalah hubungan antara manusia (nggak mungkin dengan makhluk lain khan? – kalau dukun itu nggak termasuk, karena dagangnya dengan makhluk “halus” .. he..he..).

      Perbedaan utama manajemen dan teknik industri pada metode dan perkuliahan adalah pada 3 hal utama
      1. Bobot kuantitatif, di tahun pertama perkuliahan di teknik, kita mengenal dasar teknik, yang semua mahasiswa mendapatkan bobot ilmu dasar eksakta seperti fisika, matematika, kimia (minus biologi). Memang tidak sebanyak bidang ilmu teknik lainnya (sipil, mesin dsb), tetapi yang termasuk dibangun adalah pola berpikir struktural dan logika matematika dalam memecahkan masalah.
      2. Siklus hidup produk yang lengkap (Complete Product Life Cycle – PLC), struktur kuliah dibangun supaya anda bisa mengelola produk, dari desain hingga akhirnya disposal. Itulah kenapa anda mengamati ada kemiripan kuliah diatas, karena untuk bisa melakukan ini anda diajarkan marketing, desain produk, desain process, desain pabrik, pemeliharaan dsb. Bedanya apa? selain detail terhadap kasus disetiap kuliah, maka anda juga akan diminta untuk “merangkai” atau mengintegrasikan kuliah ini menjadi satu kesatuan “solusi” untuk seluruh PLC ini. Istilah sederhananya, tidak hanya “dalam” tetapi juga “luas” (deep and wide).
      3. Aspek Rekayasa, teknik memiliki ciri khas pada aspek rekayasa, yang sangat kuat pada aspek desain, prototyping and development. (Ini juga menguatkan kembali point ke 2 diatas) Manajemen memiliki makna mengelola menjadi lebih baik, maka manajemen hanya berfokus kepada apa yang telah ada, kemudian ditingkatkan.

      Ketiga aspek diatas yang membuat kemiripan sekaligus perbedaan.

  86. underscore berkata:

    Pa, saya bingung.. Menurut bapak, apa keunggulan TIUI dari TI ITB (katakanlah perbedaan) ,misalnya, dari sisi cara belajar, cakupan ilmu yg dipelajari, dsb… Terimakasih, pa…

    • Saya belum pernah kuliah di TI ITB jadi saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda. Memang seharusnya ada perbedaan pendekatan dan mungkin suasana antara universitas dan pada institut, karena universitas memiliki jenis dan cakupan ilmu yg lebih luas (sastra, psikologi, hukum dll). Tidak hanya UI dan ITB; mungkin ITS atau UGM juga memiliki ciri khasnya masing2.

      • underscore berkata:

        Mungkin pertanyaan saya sebaiknya, apa yang menjadi keunggulan TIUI dari universitas lain yang bapa rasakan? Kebetulan teman lama saya diterima di simak ui jurusan TI tahun ini… Terimakasih, pa…

      • Sewaktu kami merancang kurikulum TIUI, kami mendapatkan bahwa di program studi (PS) TI patokan (benchmark) di amerika selalu mengadaptasi terhadap kebutuhan dr komunitas sekitarnya. Sehingga PS TI di setiap negara bagian (provinsi) memiliki keunggulan sesuai dg karakteristik pada negara bagian itu. Hal yg sama kita dasarkan pada saat merancang pola pikir (school of thought) dr TIUI.

        TIUI berada di ‘universitas’ di ‘ibukota negara’ yg menjadi tidak hanya ‘sentra jasa’ di ibukota tetapi dikelilingi pula oleh ‘sentra manufaktur’ yg juga kuat (bodetabek).

        Berarti kami harus seimbang menyiapkan anak didik kita, dg cara mengidentifikasi komposisi keilmuan (body of knowledge) yg menjadi core pada kedua bidang tersebut. Istilah ‘kuno’nya, back to basic. Kuliah bs sama atau mirip judulnya, tetapi cara, studi kasus, penekanan bisa berbeda. Walaupun akhirnya kami menyadari bahwa lebih dari 70% lulusan kami malah bekerja pada sektor jasa, tetapi itu adalah impact terhadap perkembangan sektor jasa yg lebih berkembang dr manufaktur utk kawasan/komunitas jabodetabek.

        TIUI juga mengacu kepada perkembangan keilmuan TI di dunia, yg ‘inklusif’ bukan ‘eksklusif’, kita bersedia mengadopsi methods atau tools dr mana saja yg memang berorientasi pada peningkatan efisiensi dan efektivitas. Sesuatu hal yg sulit terjadi pada bidang ilmu teknik, tetapi karena kita di universitas, hal ini lebih dimungkinkan. We are always learning new things, when we open our minds.

  87. bahrudin berkata:

    Terimakasih pak atas artikelnya..
    saya mahasiswa TI unnur bandung…
    saya cukup bangga dengan artikelnya bapak yang secara umum bisa membangun karakter dan kepercayaan diri orang2 TI yang selama ini cukup bingung dengan pengertian dari teknik industri itu sendiri.karna sebagian orang yang asalnya bukan dari TI memahami TI itu secara subyektif bahkan ada yang mengatakan tidak ada unsur keteknikanya sehingga mereka menganggap bahwa TI itu sama dengan ilmu ekonomi atai menejemen dan disiplin ilmu sejenisnya..bagaimana menurut bapak tentang pernyataan saya ini..? saya sebenarnya sudah semester akhir di jurusan TI namun belum sepenuhnya memahami apa sebenarnya yang menjadi ciri khas dari teknik industri itu karna bahasannya cukup luas dan bahkan mempelajari hampir semua disiplin ilmu.dengan kompleksnya bahasa ilmu TI hasil akhirnya adalah peningkatan produktifitas,efisiensi dan efektifitas..bagaimana menurut bapak tentang pengertian saya mengenai TI ini…
    selanjutnya saya minta pendapat bapak..apakah judul skripsi yang akan saya ajukan ini cocok untuk anak TI:(” PENGARUH RANCANGAN LAPANGAN TERBANG TERHADAP PENINGKATAN PEMBANGUNAN DAERAH PADA BIDANG PARIWISATA DI BANDAR UDARA SELAPARANG”).. mohon penjelasanya pak,,trimakasih.

    • Yang anda jabarkan dan nyatakan memang merupakan fenomena umum yang dirasakan oleh mahasiswa TI. Salah satunya kebingungan; akibat memulai cara pandangnya selalu dari luasnya disiplin ilmu yang dipelajari, yang seharusnya dibalik, ilmu apa yang harus saya pelajari supaya saya bisa menjadi seorang perekayasa yang baik. Ini penting karena sebuah hasil rekayasa yang baik, harus mempertimbangkan keseluruhan aspek yang terkait.

      Mengenai topik skripsi anda, jika masih merupakan topik awal, saya kira masih bisa sebagai judul. Anda tetap harus klarifikasi kepada calon pembimbing anda nantinya tentang metodologi dan output yang diharapkan, dan setiap perguruan tinggi TI memiliki ciri khas skripsi yang diperbolehkan atau tidak, dan itu sah-sah saja selama memang rancangan kurikulumnya menyesuaikan dengan ciri khas tersebut (tulisan saya disini ada yang mengenai skripsi TI, silahkan dibaca).

  88. bagus berkata:

    saya suka sama artikel bapak.
    tapi saya masih membutuhkan yang cara buat ngejelasin sama ortu saya.
    saat mreka nanya mau jadi apa seseorang llusan t.industri..
    dan mau kerja dimna..?
    prospek kdpannya gak terlalu cerah seperti jurusan laen yang tujuannya jelas..
    dan d saat mereka ngomong bgtu wah semngat saya hilang buat kulia djurusan t.industri.
    padahal saya sudah keterima d salah satu perguruan tinggi..
    tolong bantu saya..??
    makasih pak.

    • Thanks karena suka artikel saya yaa.

      Posisi orang tua memang selalu melindungi anaknya. Pahamilah mereka. Pahami dalam arti bahwa mungkin didalam generasi mereka, yang namanya spesialisasi masih merupakan titik utama dalam mencari pekerjaan. Jadi teknik industri itu spesialisasinya apa? Pasti itu yang ada dalam benak mereka. Itulah kenapa, jaman dulu TI dikenal sebagai “ekonomi”-nya teknik. Kalau mau masuk ke institut teknik (ITB, ITS, ITN, ISTN, dst) tapi nggak pengin teknik banget, yaa masuklah TI. Sehingga timbullah salah kaprah yang memandang TI sebagai ekonominya teknik.

      Saat ini juga harus diakui masih banyak yang berpendapat spesialisasi menentukan pekerjaan, dan untuk beberapa hal memang benar. Nggak mungkin khan, seorang TI merancang jembatan (tp kalau TI terlibat dalam membangun jembatan, yaa banyak, emang jembatan nggak butuh uang, SDM, atau lainnya?).

      Yang menarik dalam “tujuan jelas” itu adalah, yaa kalau tujuannya jelas berarti kalau tujuannya tidak berkembang (prospeknya sedang tidak cerah), bukannya juga sulit dapet pekerjaan yaa? bukannya karena TI bisa dengan fleksibel masuk ke industri apapun, merupakan prospek yang lebih jelas?

      Tapi aya tidak ingin anda berdebat dengan orang tua dengan terlalu keras atau tajam, mereka menjadi mereka karena apa yang biasa mereka alami dan tahu, jadi jawaban ini hanya sebagai ajakan buat anda untuk memahami mereka, dan menyusun argumentasi dan semangat anda kembali untuk membuktikan bahwa menjadi TI memang lebih baik.

      Mari saya tuliskan pekerjaan-pekerjaan yang saya tahu menjadi “tujuan” utama anak TI
      1. Ngurusin Operasional Pabrik – Udah deh, ini pasti urusan TI, dan yang namanya pabrik, pasti akan berkembang, hanya tinggal sedang tinggi atau rendah (nggak enaknya, sekarang sedang rendah)
      2. Departemen/Dinas Perindustrian – ini yang mau bercita-cita jadi PNS, ini udah pasti harus anak TI lah, jangan terus menerus dipinjam ama anak ekonomi seperti sekarang, tapi sekarang udah lumayan kok, banyak anak TI di departemen atau dinas ini

      Tujuan “fleksibel”,
      1. Bank – operasional atau marketing, banyak sekali lulusan TIUI di sektor perbankan
      2. Rumah Sakit – operasional non-medis
      3. Konsultan Manajemen
      4. IT – ERP – Teknologi Informasi bagian – Enterprise Resource Planning
      5. Supply Chain Provider – perusahaan seperti DHL, Caraka dsb
      6. LSM/NGO
      dan masih banyak lagi..

  89. Fahmi berkata:

    Nice articel,,thenx pak,cukup jelas juga…
    saya alumni TI Undip pak,Alhamdulillah saya sekarang bekerja didunia pertambangan sebagai Engineer,dan saya bangga menjadi seorang Industrial Engineer. Yang saya sesalkan (sebelum membaca artikel ini),didunia saya ini ada beberapa yang meremehkan seorang teknik industri dan dipandang sebelah mata. Ditambang anak TI mau ngapain,TI tu kerjaannya apa seh,apalagi di Engineering yang notabene merupakan soul dari tambang itu sendiri,ko TI bisa masuk tambang?,ko’ anak TI dimasukkan ke Engineer. Mendengar hal terebut,jujur hati saya sakit sekali,karena sangat sulit sekali bagi saya untuk menjelaskan hal itu (mungkin karena saya memang orang yang kurang suka membaca,hehe). Di dunia pertambangan dan perminyakan seorang TI banyak yang diplot kan di HRD, jarang sekali yang ditempatkan di Engineering (jadi harus pintar” meyakinkan bos” saat interview pekerjaan,hehe). Jadi menurut saya didunia tambang seorang TI memang sangat dibutuhkan, disini kita menjadi seorang project evaluator yang nantinya akan melakukan pengukuran terhadap kinerja penambangan & mengontrol kemajuan tambang (kontrol kemajuan tambang,pengukuran dan pengambilan data situasi tambang,fasilitator dalam pengendalian kontrol produktivitas alat, inventori dan estimasi bahan peledak,& pencatatan data performance operasi,produktivitas, dan utilisasi). Jadi benar apa yang diuraikan bapak bahwa seorang TI lah yang mempunyai analisis kuat terhadap suatu permasalahan, bagaimana kita harus bisa mengintegrasikan sistem” yang ada,mendefinisikan memprediksikan suatu permasalahan dan kemudian mengevaluasinya sehingga diharapkan dapat memberikan suatu continous improvement. Teknik Industri sangat luas dan fleksibel,kita bisa bekerja dibidang apa saja yang kita mau.

    itu pendapat saya pak.mohon dikomentari dan mohon ditambahkan pencerahannya untuk dapat menambah wawasn saya pak.terima kasih.

    oh iya pak satu lagi, saya dulu sangat sulit menembus industri perminyakan pak yang disebabkan keilmuan saya.Mohon pencerahanyya bapak.karena saya juga masih terobsesi dengan perminyakan,hehehe terimakasih sebelumnya pak.

    • Terima kasih karena sudah memberikan pengalaman anda bekerja di bidang perminyakan dan tetap membawa semangat serta cara pandang TI. Saya sangat mengapresiasi tulisan anda yang seperti ini, karena memberikan wawasan terhadap luasnya ruang lingkup kontribusi keilmuan TI di masyarakat.
      Stigma yang melekat erat pada TI sebagai sebuah bidang ilmu yang dianggap “kurang” tekniknya, yang biasanya dengan naifnya diukur dari banyaknya kaum hawa yang memilih TI, jadi kurang “laki”, tidak lain menjadi tanggung jawab kita semua sebagai “duta” keilmuan TI dengan menunjukkan kemampuan kita yang memang aslinya sudah integratif.

      Pembidangan sebuah bidang ilmu teknik memang kebanyakan berasal dari pekerjaan teknik yang ada di masyarakat, teknik sipil, teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, tumbuh didalam kebutuhan akan tenaga spesialis tersebut dalam sebuah proses rekayasa teknik. Proses spesialisasi dalam proses rekayasa ini menjadi sangat dominan, sehingga terasa ada kekosongan dalam beberapa hal. Jadi ketika TI tumbuh akibat kekosongan ini, memang menimbulkan pertanyaan, kok bisa ada sebuah program studi di teknik yang tidak ngomong spesialisasi teknik, tetapi langsung ngomong ngurusin hal yang lebih makro yaitu sebuah industri.

      Itulah kenapa orang-orang TI sering merasa “sendirian” (lone warrior), tidak dimengerti oleh kelompok kerjanya dsb, karena memang dalam beberapa sektor industri berbasis penggolongan diatas, tidak boleh banyak-banyak orang TI disitu. Kalau pertambangan, kalau orang TI kebanyakan disitu, nggak ada yang eksplorasi dan eksploitasinya dong. Tetapi disisi lain tanpa orang TI sama sekali dilapangan, yang memiliki cara pandang integratif dan problem solving yang kuat, produktivitasnya akan segitu-gitu saja. Dulu ada profesor TI yang mengillustrasikan TI sebagai “perekat”, tentunya untuk menjadi perekat yaa harus ada bahan yang direkatkan. Semen butuh bata, pasir, besi beton dan batu untuk menjadi kuat, kalau semen saja khan kekuatannya tidak ada. Tetapi tanpa semen ke 4 yang lainnya juga tidak menjadi lebih kuat.
      Sudah tidak jamannya lagi seorang menjadi super-individual, yang dibutuhkan adalah super-team, yaitu kumpulan individual dari berbagai disiplin, untuk saling mengisi dan bersinergi untuk mendapatkan lebih dari sekedar kelompok biasa. Saya yakin anda sebagai TIUI akan berkontribusi terhadap proses tim ini.

      Pindah profesi memang membutuhkan suatu persiapan. Susunlah modal dasar anda untuk bernegosiasi kepindahan anda, buatlah prestasi-prestasi individu yang menurut anda bisa anda jual ke profesi anda selanjutnya. Saya kira karena anda sudah berada didalam resources industry, dan tujuan anda masih pada satu group of industry, maka anda punya kesempatan yang besar. Key aspects dalam industri ini memang productivity (efficiency dan effectivity), secara sederhana bisa dari reduce cost atau increase output. Identifikasi kesamaan antara 2 industri ini, dan fokuskan prestasi anda disitu. Tunjukkan pula kemampuan anda untuk beradaptasi terhadap tantangan baru.

      Semoga membantu

  90. doni berkata:

    saya doni,,sya msih klas 3 sma,,pak saya ingin tau apa bila ingin menjadi wirausaha menguasai,menjalankan sistem bisnis perusahaan produksi dan non produksi,, apa teknik industri cocok untuk saya,,,tlong informasinya…

    • Halo Doni,
      Menurut saya sih Teknik Industri sangat tepat akan membantu anda, karena anda akan dibekali berbagai macam ilmu yang jika dikombinasikan akan membantu anda merancang dan menjalankan usaha anda lebih efisien, karena ada sisi keuangan, operasi, SDM, pemeliharaan, perencanaan, quality dsb.

      Walaupun sebenarnya terkadang mengetahui terlalu banyak akan membuat kita berhenti sebelum mencoba, sedangkan wira usaha membutuhkan keberanian mengambil resiko yang bisa kita dapatkan karena kita tidak tahu. Jika anda ingin melewati sebuah gang yang gelap, bisa akan berbeda keputusan anda untuk melewati gang tersebut jika anda saya beritahu bahwa saya pernah melihat hantu dalam gang tersebut (padahal mungkin saya berbohong).

      Saya sih percaya bahwa semakin kita banyak tahu, bukan untuk membuat kita berhenti melangkah, tetapi untuk lebih berhati-hati dalam melangkah.

  91. ryan berkata:

    saya ryan..,saya ini baru kelas 3 sma .dan kepingin masuk TI.saya mau tanya pak ,maksudnya perdagangan bebas cina-ASEAN itu gmana pak.dan dampaknya apa buwat indonesia .kususnya teknik industri.apa ada hubungannya??
    Makasih pak mohon dibalas

    • Perdagangan bebas itu maksudnya adalah tidak adanya pajak impor atau bea masuk kepada barang yang diimpor dari negara lain, sehingga harga yang kamu bayar disini seolah sama dengan harga yang dibayar kalau kamu beli langsung di negara asal. Tentunya pada kenyataannya tidak benar-benar sama.

      Bisa lebih mahal karena memang ada ongkos kirim, kamu beli rendang di restoran padang 1kg disini kemudian kamu kirim ke Belanda misalnya, bisa jadi ongkos kirimnya 5-10 kali lipat lebih mahal dari harga rendangnya. Jadi kalau teman/saudara yg kamu kirimkan disana mau jual yaa berarti harus memasukkan ongkos kirim plus komisi yang dia ingin dapatkan.

      Tetapi bisa saja lebih murah, loh kok bisa? Karena mungkin saja produsen sama sekali tidak ingin mendapatkan margin, yang penting barangnya kejual sesuai dengan ongkos produksi. Bisa saja mungkin strategi dagang: nggak apa-apa rugi yang penting masuk dulu kepasar, nanti setelah semua kompetitor mati, harga bisa gue naikin, toh udah nggak ada saingan (monopoli).

      Nah hal yang kedua ini yang ditakutkan oleh industriawan Indonesia. Kamu harus ingat bahwa China memiliki jumlah penduduk yang sangat besar (> dari 1 milyar orang), sehingga konsumsi lokalnya sudah cukup tinggi untuk membuat barang dalam volume besar. Dan kamu pasti ngerti logika bahwa semakin banyak barang dibuat, maka biaya produksi bisa lebih kecil. Jadi jika produsen china punya barang lebihan, daripada menuhin gudang mendingan dikirim ke Indonesia, dg penduduk lebih dari 200jt orang maka kita hanya 1/5 dari china, tapi masih lumayan untuk nutupin ongkos produksi, toh udah untung. Ini karena setiap barang yang tidak laku menjadi inventaris yang menyimpannya saja butuh uang (untuk sewa gudang).

      Dengan selera yang sama dan sebagian besar masyarakat kita lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas, maka tentu saja barang murah bisa membanjiri pasar dan laku. Dulu masih ada proteksi bea masuk sehingga barang tersebut tidak terasa lebih murah, tetapi sekarang? Memang tidak semua barang lolos dari bea masuk, beberapa yang dianggap strategis, tetap diproteksi, tapi menurut para pengamat, kita terkesan tidak jelas memiliki strategi industrialisasi sehingga nggak jelas industri mana yang akan diproteksi.

      Semoga membantu

  92. tommy berkata:

    wah maaf saya baru cari” karena saya baru ingin masuk kuliah saya ingin bertanya apakah di teknik industri UI ada pencabangan setelah masuk? kalau ada apa aja ya makasih

    • Tommy, kita memberikan nama yang berbeda pada istilah “pencabangan” yaitu peminatan yang biasanya juga dilambangkan dari laboratorium-laboratorium yang tersedia pada departemen tersebut. Laboratorium memang merupakan hal yang mendasar dalam pendidikan eksakta (teknik, MIPA, kedokteran dsb).

      Secara umum di Teknik Industri di Indonesia, peminatan dibuat dari tiang-tiang ilmu dasar yang membangun keilmuan teknik industri, yaitu optimalisasi (operations research), faktor manusia (analisa perancangan kerja), perancangan (dari produk hingga ke pabrik), dan statistik industri. Adalagi peminatan yang berkembang berdasarkan pengembangan dari keilmuan dasar seperti peminatan rekayasa sistem, kebijakan teknologi atau lainnya.

      Setiap universitas memiliki peminatan yang berbeda tergantung dari kompetensi dan fasilitas yang dimilikinya. Artinya setiap universitas berbeda-beda. Untuk UI misalnya, baru saja mendapatkan bantuan dari Pemerintah untuk mendevelop Ergonomic Center dengan fasilitas kelas dunia seperti motion capture, eye tracking, 3D body scanner, climate room dan accoustic room. Fasilitas ini tentunya akan membuat peminatan faktor manusia menjadi bisa berkembang.

      Singkatnya, anda bisa melihat peminatan dari setiap program teknik industri dari kurikulumnya (yang mencantumkan peminatan) atau berdasarkan laboratorium yang mereka miliki.

  93. sofyan berkata:

    artikel bpk sangat bagus…mudah di mengerti
    kini saya masih kuliah di TI Undip, sekarang saya semester V, kini saya baru mengerti kalo kul di TI itu mengenai tentang sistem berpikir. bagaimana kita bisa mengintegrasikan ilmu-ilmu yang kita peroleh dari matakuliah yang telah diberikan. tapi sayangnya mengapa saya baru mulai mengerti sekarang(baru2 ini setelah ada praktikum terintegrasi). pada awal kuliah dari semester 1-4, saya tu masih bingung apa maksud yang diajarkan di TI, rasanya kok kurang cocok dan ga ngerti sebenarnya untuk apa. mungkin yang saya rasakan ini sebagai kesalahan sistem pengajaran di kampus saya. kenapa tidak dari awal konsep kuliah di TI tidak diajarkan sejak jadi Mahasiswa baru? agar mahasiswa bisa blajar sungguh2 dan tidak menyepelekan mata kuliah2 yang dianggap ringan tapi sebenarnya penting, dan sebenarnya ilmunya masi dipakai untuk semester2 selanjutnya, bahkan sampai nanti kita meniti karir. sungguh saya menyesal mengapa pada saat awal kuliah semester 1-4 sering menyepelekan atau menganggap beberapa mata kuliah itu kurang penting dan sulit dimengerti. padahal kalo mengerti konsepnya lebih dulu, akan lebih mudah dipahami.
    menurut bapak keluh saya bagaimana? apakah saya sudah terlambat menjadi lulusan TI yang berkompeten?
    tolong dong beri tahu perusahaan2 mana saja yang banyak membutuhkan lulusan TI? terima kasih ya…

    • Saya kira apa yang anda rasakan juga dialami oleh sebagian besar mahasiswa Teknik Industri di Indonesia, saya sendiri baru memaknai lebih dalam tentang Teknik Industri setelah menjadi dosen dan menjadi konsultan. Jadi apakah itu terlambat?

      Menurut saya, yang penting terlambat bukan tidak pernah.

      Jika kompetensi yang anda maksud sebagai lulusan TI adalah kemampuan integratif anda, maka belum terlambat, bahkan sekaranglah saatnya, karena untuk mendapatkan kemampuan integrasi, anda paling tidak telah mengetahui setiap komponennya. Anda bisa melihat dunia Teknik Industri dengan “mata baru yang segar” (Fresh New Eyes) sebagai hasil dari pemahaman anda nantinya.

      Yang perlu anda kembangkan adalah kemampuan untuk cepat belajar (learn to learn), sehingga “ketinggalan” anda pada kuliah-kuliah awal bisa anda kejar atau dalami kembali jika menjadi bagian yang penting dalam solusi anda.

      Prediksi saya dalam 2 tahun kedepan sektor consumer goods masih akan berkembang, akibat local demand yang membuat ekonomi kita relatif kuat terhadap resesi global. Untuk manufaktur, terus terang saya tidak bisa memprediksi secara akurat dengan telah disahkannya pasar bebas ASEAN-China. Sudah barang tentu, sektor manufaktur kita akan mendapatkan tekanan yang kuat akibat kapasitas “ekstra” china, yang bahkan bisa menjual “rugi” (tanpa mengambil keuntungan) karena barang yang dikirimkan ke sini adalah “excess” capacity dari produk domestik mereka.

    • Saya bingung yang menurut anda bingung itu apa yaa?
      Bingung bisa karena nggak cocok, nggak cocok itu bisa nggak cocok ama banyangan kamu atau nggak cocok ama minat kamu. Kalau soal yang ini harusnya sih gampang nyari motivasinya karena ilmu TI jika dipakai sebagai cara pandang, bisa dipakai dimana saja, tinggal kamu secara kreatif mencari aplikasi dari ilmu TI aja, seperti yang telah saya jelaskan dalam blog ini tentang aplikasi TI.

      Bingung juga bisa karena nggak ngerti, nggak ngerti itu bisa karena dosennya yang tidak bisa menerangkan dengan baik atau bukunya yang nggak gampang. Saran saya cari buku yang gampang.

  94. Bocah Kuncung berkata:

    Aslm. Pak
    Sungguh sebuah tulisan yang mantabh :thumbup:
    saya mohon izin untuk promosi TI menggunakan tulisan Bapak

  95. Leony berkata:

    aku baru akan berencana kuliah TI
    saya berdomisili di Jakarta
    tapi kebetulan aku sudah bekerja dan lulusan SMA tahun 2004
    bidang yang ku geluti sekarang adalah sekretaris
    tapi sangat berminat untuk kuliah TI
    dan lagi2 background yang kurang mendukung yaitu saya dari jurusan IPS yang notabene tidak bersentuhan dengan Fisika Kimia Matematika
    apakah ada kemungkinan untuk ku bisa kuliah di TI?? cuma modal niat nih..
    dan lagi agak repot mencari kampus untuk program kelas karyawan dengan jurusan TI
    adakah informasi yg saya dapatkan, keinginan nya sih Universitas Negri dan kalo bisa tidak semahal UI
    terima kasih

    • Menurut saya, karena bidang TI tetap merupakan bidang teknik, maka akan sulit bagi Anda untuk mengikuti perkuliahan di Teknik Industri.
      Di berbagai jurusan TI sendiri memang bisa dikatakan terbagi menjadi 2 tipe, yaitu tipe soft yang lebih banyak berbobot kepada manajemen non-kuantitatif, dan tipe hard, yang berbobot kepada aspek kuantitatif (optimasi, statistik dsb). Tetapi keduanya tetap membutuhkan dasar matematika dan fisika yang lumayan kuat.

      Untuk informasi program karyawan di sekitar jakarta, maaf, saya tidak mengikutinya. Untuk UI, program seperti ini hanya berupa program ekstensi, yang tetap mensyaratkan anda telah melewati Program D3 terlebih dahulu.

  96. T.Qims berkata:

    artikel’a menarik……!!
    tapi saya pusing bingung di TI….
    banyak tugas gini…

    salam kenal ya mas,..(T.Industri ‘UNAND’)

  97. terima kasih.. pak atas artikelnya…
    aku juga teknik industri UNS ..

    Memang pada awal kuliah masih bingung.. Teknik industri itu ngapain??
    tapi ya baru akhir akhir kuliah kepingan puzzle itu sudah terlengkapi..
    thanks pak..

      • Sejak saya SMA, saya sudah melihat banyak sekali kelemahan ketika memecahkan masalah hanya dari satu sisi. Jadi ketika saya memilih untuk kuliah saya punya 2 orientasi sederhana: harus teknik tapi tidak spesialisasi. Kenapa teknik? Ada semacam kebanggaan tersendiri yang saya lihat ketika seorang engineer melakukan pekerjaannya yang membutuhkan kemampuan yang tinggi. Di negara kita sama dengan “penyakit” di negara maju, engineer memang semakin tidak populer, karena dianggap pekerjaan yang melelahkan. Di masa kini dimana kemampuan “berbicara” lebih dihargai dibanding kemampuan “bekerja”, maka profesi engineer akan semakin terpojokkan.
        Padahal semua yang kita kerjakan saat ini tidak ada yang tidak berhubungan dengan teknik, dari HP, pompa air, mesin cuci, AC, bus, sepeda dll dirancang dan dibuat oleh engineer. Antrian kamu yang teratur, pola lalu lintas, pola kerja, juga dirancang oleh engineer.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s