Larangan Belok Kiri Langsung di Wilayah Polda Metro Jaya dalam kacamata Teknik Industri

28 10 2009

Beberapa waktu yang lalu saya mendengarkan percakapan di radio yang sedang membahas tentang ditegaskannya kembali bahwa belok kiri harus mengikuti rambu. Jadi kita baru boleh belok kiri langsung kalau ada rambu khusus boleh kiri atau traffic lights khusus kelap-kelip kiri maka baru boleh langsung. Jika tidak, maka tidak serta merta langsung. Dendanya nggak tanggung-tanggung sudah “disepakati” yaitu 250rb rupiah.

Tetapi terlepas dari perdebatan soal sosialisasi atau denda yang sudah “dipatok”, saya ingin membahasnya dalam kerangka ilmu teknik industri. Saya jadi teringat tentang artikel yang membahas soal penghematan BBM dari sebuah perusahaan angkutan barang di Amerika yang unik, yaitu dengan melakukan optimasi rute pengirimannya sehingga menghindari sedapat mungkin mesin idle (nyala tapi tidak bergerak) akibat menunggu traffic lights di perempatan jalan. Perusahaan angkutan barang itu UPS namanya (United Parcel Services), konsep ini bahkan dikenal sebagai “UPS always turn right”. Ingat di Amerika, orang mengemudi di sebelah kanan, jadi belok kanan adalah mirip dengan belok kiri disini, dan kebetulan hampir di seluruh negara bagian di Amerika belok kanan boleh langsung. Jadi kebalikannya di Indonesia, yang tidak boleh belok kiri langsung. Baca entri selengkapnya »





Ciri-ciri Berpikir Sistem: Ada batas. Cari dan pahami batas

26 10 2009

Sistem selalu memiliki batas (boundaries). Ada batas yang secara fisik mudah dilihat dan ada batas non-fisik yang tidak terlihat atau tidak bisa kita rasakan keberadaannya. Ruangan anda memiliki batas fisik: tembok, jendela, pintu, lantai, atap. Pikiran anda memiliki batas non-fisik: batas antara apa yang anda tahu dan anda tidak ketahui, batas antara apa yang anda ingin tahu dan anda tidak ingin tahu.

Di organisasi juga ada batas mirip dengan batas pribadi anda diatas. Kantor adalah batas fisik. Pelanggan yang dilayani organisasi ada didalam batas pelayanan organisasi. Baca entri selengkapnya »





Ciri-ciri Berpikir Sistem: Fokus mencari Struktur dengan Helicopter Views

23 09 2009

Sudah pernah mendengar helicopter views? Jika kita naik helikopter maka kita memiliki kemampuan untuk naik dan turun untuk mendapatkan sisi pandang yang lebih luas atau lebih detail. Jika anda sedang terjebak macet dijalan, maka anda pasti berharap kendaraan anda bisa naik ke atas untuk melihat apa yang terjadi untuk mengambil keputusan: apakah anda perlu ikuti saja karena ternyata mobil mogok yang sedang dipinggirkan di samping jalan; atau ternyata pohon tumbang sehingga anda sebaiknya mengambil jalan ke kiri berikutnya yang walaupun lebih jauh, bisa lebih cepat. Anda akan turun kembali dan mengambil keputusan

Helicopter views berarti memang tidak hanya satu tingkatan saja tetapi beberapa tingkatan sekaligus dari yang terdetail hingga yang terabstrak (mikro ke makro ke meso). Terkadang kita terjebak dalam tingkatan dunia mikro, kita mencoba mencari solusi pada tingkat mikro tetapi tidak menyelesaikan permasalahannya, kenapa yaa? Karena mungkin problemnya adalah pada struktur makronya.

Dalam sistem dinamis kondisi mikro disebut sebagai events (kejadian), kejadian-kejadian yang berulang atau memiliki keterkaitan pasti terjadi akibat adanya “struktur” yang membuat kejadian-kejadian tersebut. Kejadian-kejadian biasa tersebar pada dimensi waktu, bisa kemarin dan hari ini, bisa setahun yang lalu – 6 bulan yang lalu dan hari ini, dst. sehingga kita lupa dan terfokus pada kejadian saat ini saja, padahal “dulu” pernah terjadi atau ada yang serupa. Kejadian–kejadian juga tersebar pada dimensi ruang, sehingga kita terkadang menjadi sumber permasalahan tempat lain atau menjadi korban permasalah tempat lain. Penipisan ozon pada kutub bumi diprediksi berkontribusi pada perubahan cuaca pada khatulistiwa. Para ahli sedang memperhitungkan bahwa perubahan moonsoon cycles (siklus muson) yang kita telah rasakan di Indonesia (termasuk arah anginnya) akan mengubah peta produksi padi dunia akibat perubahan curah hujan.

Kejadian-kejadian jika kita rangkai akan bisa menampilkan sebuah imaji struktur yang ternyata telah menjebak kita sehingga kita tidak memiliki pilihan lain melakukan atau menerima kejadian tersebut. Kalau kita ingin memperbaikinya maka ubahlah struktur.

Struktur bisa berupa fisik (jalan, bangunan), bisa berupa non-fisik (kebiasaan, peraturan, norma dsb). Milikilah kemampuan untuk menggambarkan struktur, supaya anda tidak terjebak didalamnya.





Alamat-alamat Situs Website utk Mencari Ide Skripsi Teknik Industri

23 09 2009

Banyak yang menanyakan kepada saya tentang topik-topik skripsi yang terakhir berikut alamat websitenya selain www.iienet.org. Anda bisa mencari ini melalui majalah online atau website perkumpulan spesialis bidang di Teknik Industri (quality, ergonomist, dsb), selain browsing ke kampus-kampus ternama yang memiliki teknik industi atau teknik manufaktur.

Perlu anda ketahui memang teknik industri berasal dari Amerika, di dunia lain (eropa atau inggris) tidak dikenal teknik industri, tetapi mereka mengenal teknik manufaktur maupun manajemen rekayasa (engineering management). Itulah kenapa kalau sebagian dosen kamu udah berasal dari eropa atau negara-negara commonwealth pasti ngebet bikin program studi engineering management ;-)

Beberapa situs itu mencakup

  • Majalah Online

http://www.industryweek.com/

business week (walaupun ini adalah majalah bisnis tetapi memiliki bagian teknologi atau industri) http://www.businessweek.com/

  • Organisasi profesi atau spesialis

Quality Engineers: http://www.asq.org
Systems Engineer: http://www.incose.org

Reliability Engineer: http://www.sre.org/
Ergonomist: http://www.ace-ergocanada.ca/index.php, http://www.ergonomics.org.uk/





Ciri-ciri Berpikir Sistem: Selalu mencari konteks pada Permasalahan yang dihadapi

15 09 2009

Context : the set of facts or circumstances that surround a situation or event, includes the political, social, historical, psychological, institutional, and aesthetic factors that shape the way we understand the performance event.

Sebuah sistem terkadang tidak terlihat perilakunya sebelum kita “ganggu”. Kita tidak akan tahu bagaimana respons marah teman kita, kalau tidak kita “ganggu” dia untuk marah. Perilaku respons teman kita, akan membantu kita untuk memahami dia. Bagaimana kalau kita “ganggu”, teman kita tidak merespons? Menurut saya, ini malah berbahaya, kita tidak tahu batasannya (jadi apakah nanti malam, ketika kita sendirian, tidak ada yang menikam kita tiba-tiba dari belakang).

Behavior is what a man does, not what he thinks, feels, or believes (anonymous)

Gangguan ini biasanya berasal dari sekitar sistem yang kita analisa, karena kondisi konteks merupakan input terhadap sebuah sistem terbuka maka sebuah sistem pasti berperilaku tertentu akibat input dari lingkungannya. Dengan memahami konteksnya kita bisa lebih bisa memahami permasalahannya, ini berarti solusi kita juga semakin tajam.

Di manajemen kualitas, kita diingatkan bahwa setiap ada problem, jangan pertama kali menyalahkan orang. Orang bisa berbuat salah karena sistem yang kita rancang membiarkan atau memberikan kesempatan bagi orang tersebut untuk salah. Perhatikan konteksnya, terkadang disitulah letak solusi terbaik dari permasalahan kita.